Laman

Kisah Septi Dan Secercah Harapan Pengobatan Kanker Dari Imunoterapi

Kanker payudara, pengobatan, Imunoterapi, harapan

Septi memang sudah tiada satu tahun yang lalu. Tapi kisah semangat perjuangannya melawan keganasan kanker payudara, bagi saya tak pernah pudar. Dan imunoterapi menjadi harapan baru bagi Septi-Septi yang lain.

                                                                               ***

Berjuang Sampai Akhir

Almarhumah Septi Prima
Saya mengenal Septi karena kami sama-sama tergabung di grup survivor dan warrior kanker payudara Lovepink Indonesia wilayah Sumbar. Septi termasuk warrior kanker payudara pertama yang bergabung ketika komunitas ini saya rintis dengan beberapa survivor untuk berdiri di Padang. Kami pertama kali bertemu trimester pertama tahun 2018 ketika Septi menjalani kemoterapi di Padang. Dan itu sekaligus pertemuan yang terakhir. Saat itu benjolan kanker-nya sudah besar dan sudah menembus jaringan kulit.

Memang Septi adalah pasien stadium lanjut yang datang terlambat ke dokter, setelah terlebih dahulu berkelana ke beberapa orang pintar. Ternyata kemoterapi yang dijalaninya tidak memberikan respon yang bagus. Massa kanker tidak berkurang ukurannya, dan permukaan kulit payudaranya semakin memerah. Dokter menyatakan tidak bisa dioperasi, karena dikhawatirkan akan menyebabkan pendarahan hebat.

Opsi radiasi akhirnya diambil untuk mengurangi keganasan sel kanker. Namun itu harus dilakukan di Jakarta karena alat Radioterapi RS M Djamil Padang saat itu sedangrusak. Sejak itu saya dan Septi intens berkomunikasi di whatsapp untuk sekedar bertanya tentang kabar dan keadaan pengobatannya.

Awal Januari 2019 mencoba berkomunikasi kembali melalui whatsapp. Namun kali ini sedikit berbeda. Septi lama membalas chat saya, tidak seperti biasanya. Saya mulai mempunyai perasaan yang tidak enak. Lalu setelah beberapa hari menunggu, Septi membalas kalau dia lagi drop. Itulah komunikasi kami terakhir. Sejak itu Septi tak pernah membalas chat saya lagi. Sampai pada pertengahan Februari 2019, saya mendapat kabar bahwa Septi berpulang di Jakarta.

" Septi drop keadaannya setelah kami disuruh pindah dari Rumah Singgah," demikian cerita ibunya ketika saya dan teman-teman Lovepink bertakziah ke rumahnya di Padang. Benjolan kanker payudaranya sudah bernanah dan itu menimbulkan keadaan tidak enak bagi penghuni rumah singgah yang lain.

" Septi sedih sekali, dan itu memukul kondisi psikisnya. Sejak itu kondisi fisiknya jauh menurun," lanjut ibunya Septi.

Septi berpulang tidak beberapa lama sejak peringatan World Cancer Day 2019. Kanker payudara memang masih menempati top level penyakit kanker pada perempuan Indonesia, setelah kanker serviks berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Nasional tahun 2018.  Pada tahun 2018, prevalensi kanker di Indonesia sebesar 1,8‰ (per mil) atau diperkirakan sekitar 475.185 orang mengidap kanker dari total 263.991.379 populasi Indonesia (Sumber : www.kalahkankanker.com).

Dulu, protokol kanker selalu memberikan jenis pengobatan yang sama terhadap pasien kanker. Faktanya tubuh akan bersifat unik, sehingga hasil pengobatan tidak akan memberikan efektifitas yang sama antar pasien. Bersamaan dengan dikembangkannya pengobatan-pengobatan yang bersifat personalized, memungkinkan untuk mendapatkan pengobatan kanker yang lebih efektif sehingga kualitas hidup pasien menjadi lebih baik.

Immunotherapy for Cancer: What Is It and How This Treatment Works

Tubuh manusia sebenarnya sudah memiliki mekanisme tertentu untuk membentengi  dari gangguan eksternal seperti bakteri dan virus maupun radikal bebas. Sel darah putih beserta organ dan jaringan dari sistem limfetik tubuh membentuk sistem imun yang membantu tubuh menangkal berbagai penyakit.

Namun sebagaimana patroli keamanan bertugas, tentunya kompetensinya harus disesuaikan dengan  subjek yang mengganggu. Maling dan begal masih oke ketika petugas polisi yang menghadangnya. Namun untuk sekelas teroris, maka butuh pasukan khusu Densus 88 yang akan diterjunkan.

Perumpamaan diatas untuk menggambarkan pemanfaatan imunoterapi pada pengobatan kanker. Imunoterapi membantu menstimulasi sistem imun untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker, menghentikan penyebaran sel kanker dan membunuh sel kanker itu sendiri.
Mekanisme Kerja Imunoterapi (Sumber : http://www.actgenomics.com)


Sistem imun tubuh sebenarnya mempunyai senjata yang ampuh untuk mengenal penyakit. Namun karena sel kanker merupakan sel tubuh yang bermutasi secara tidak terkendali, sehingga sel kanker tidak selalu dikenali oleh sistem imun sebagai suatu 'bahaya' atau benda asing. Sel kanker melakukan kamuflase sehingga sistem imun mengenalnya sebagai sel normal, dengan demikian sel kanker dapat terus tumbuh dan berkembang.

Hal tersebut terjadi karena adanya protein PD-L1 pada sel kanker sehingga  mengecoh sistem imun tubuh. Imunoterapi sebagai standar baru pengobatan kanker berfungsi untuk mengembalikan kemampuan sistem imun dalam tubuh pasien agar dapat melawan sel kanker tersebut.

Obat-obatan imunoterapi yang bekerja sebagai anti PD-L1 akan berfungsi sebagai checkpoint inhibitor atau sebagai penghambat kamuflase yang dilakukan oleh sel kanker sehingga anti PD-L1 akan membuat sistem imun mengenal sel kanker sebagai sesuatu yang harus dibasmi. Sistem imun kemudian akan diaktivasi kembali sehingga dapat bekerja menyerang sel kanker.

  Jenis Imunoterapi dan Siklus Kerja Imunoterapi

Perjalanan Imunoterapi dalam pengobatan kanker dimulai sekitar tahun 1900an berupa imunoterapi tidak spesifik yang hanya berfungsi untuk meningkatkan sistem imun secara umum, misalnya dengan penyuntikan sitokin. Tahun 2000an dunia kedokteran sudah mengenal vaksin untuk pengobatan beberapa jenis kanker tertentu. Dan yang terbaru adalah adalah antibodi monoklonal, suatu protein yang mengubah interaksi antara sistem imun dengan sel kanker.


Secara umum jenis-jenis Imunoterapi adalah sebagai berikut :
1. Monoclonal Antibodies
Antibodi monoklonal ini merupakan antibodi yang bisa diproduksi di laboratorium yang ditargetkan untuk bekerja pada antigen spesifik.

2. Oncolytic virus therapy
Virus tersebut disuntikkan ke sel tumor sehingga sistem imun merespon untuk melawan sel yang terinfeksi. Beberapa kali sudah digunakan pada jenis kanker kulit atau melanoma. Namun terapi virus Oncolitik masih dalam tahap penelitian untuk digunakan pada pasien kanker otak.

3. T-cell therapy
Terapi sel T bekerja dengan prinsip mencari, memindai dan menyingkirkan. Ketika terdeteksi, maka sel T akan menyerang dan membunuh sel abnormal.

4. Cancer Vaccines
Vaksin kanker juga digunakan untuk membantu sistem imuntas tubuh untuk mencegah terjadinya kanker. Seperti penggunaan vaksin HPV untuk mencegah kanker servis, vaksin Hepatitis B dan hepatitis C untuk mencegah kanker hati

5. Non-specific immunotherapy

Sumber : www.kalahkankanker.com

Siklus imunitas kanker dimulai dari dilepaskannya Antigen, suatu protein yang membantu sistem imun untuk mengenal penyakit. Kemudian imunoterapi sel T diproduksi dan diaktivasi untuk menjadi anti PD-L1 yang tadinya menghambat kemampuan sel imun. Sel T akan akan menyebar dan menginfiltrasi sel kanker dan akhirnya sel kanker bisa dikenali dan dihancurkan.

Manfaat dan Resiko Imunoterapi

Beberapa manfaat imunoterapi dalam pengobatan kanker adalah :
1. Imunoterapi dapat bekerja ketika treatment lainnya tidak menunjukkan hasil yang signifikan.
Seperti halnya almrh Septi, pada pasien-pasien paliatif yang tubuhnya sudah tidak lagi memberikan respon yang bagus terhadap pengobatan kemoterapi dan radiasi, maupun terapi target lainnya, maka imunoterapi dapat diberikan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

2. Imunoterapi juga bisa digabung penggunaannya dengan treatment kemoterapi dan Radiasi sehingga dapat membantu daya kerja kemoterapi dan Radiasi.

3. Imunoterapi memiliki efek samping yang minim dibandingkan treatmen lainnya
Sudah diketahui bahwa salah satu ketakutan untuk melakukan kemoterapi adalah banyaknya efek yang ditimbulkan pada tubuh. Bukan hanya dari fisik yang tampak, seperti mual dan muntah, kerontokan pada rambut, namun kemoterapi dan radiasi juga menyebabkan turunnya leukosit dan hemoglobin. Hal ini tidak akan terjadi pada imunoterapi karena prinsipnya yang memperkuat sistem imunitas dalam menyerang sel kanker.

4. Kejadian kekambuhan kanker menjadi minim, seiring dengan peningkatan sistem imunitas tubuh dengan penggunaan imunoterapi.
Sumber : www.snow.com
Beberapa resiko yang harus diperhatikan dalam penggunaan Imunoterapi adalah
1. Imnoterapi dapat membahayakan beberapa organ dan sistem
2. Hasil imunoterapi tidak didapatkan dalam jangka waktu yang cepat
3. Mungkin imunoterapi tidak bekerja baik pada setiap orang, karena sistem imun setiap orang yang berbeda-beda.

Beberapa keluhan lain juga dimungkinkan akibat penggunaan imunoterapi, seperti adanya kelelahan fisik, perubahan pada kulit dan sebagainya. Untuk itulah penggunaan Imunoterapi harus dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter terlebih dahulu.

Secercah Harapan Dari Imunoterapi
Sumber : www.kalahkankanker.com
Penelitian pemanfaatan imunoterapi sedang dilakukan pada beberapa jenis kanker, seperti gambar diatas. Tentunya sebagai pasien dan care giver kanker hasil penelitian tersebut membawa kemajuan positif dan sudah diaplikasikan dalam pengobatan kanker di Indonesia. Pasien-pasien paliatif seperti Septi akan sangat berharap banyak dari penggunaan Imunoterapi sebagai modalitas pengobatan kanker payudara stadium lanjut. Tahun 2019 penggunaan Imunoterapi telah dilaksanakan pada pasien kanker payudara jenis triple negative yang tidak bisa dioperasi dan pasien metastase triple negative. Keduanya menunjukkan hasil yang signifikan. Walaupun belum ada disebutkan penggunaan imunoterapi pada pasien kanker stadium awal.

Salah satu tantangan pemanfaatan Imunoterapi ini dalam pengobatan kanker adalah biayanya yang masih sangat mahal. Dan hingga sekarang belum menjadi pertanggungan asuransi kesehatan.  Walaupun demikian, harapan akan hasil yang positif dari imunoterapi dalam inovasi pengobatan kanker akan selalu menyala sehingga kualitas hidup pasien bisa diperbaiki dan memberikan tingkat harapan hidup yang lebih tinggi bagi pasien kanker. Ayo kita kalahkan kanker dengan Imunoterapi.

                                                                          ***
Referensi :
1. www.kalahkankanker.com
2. https://m.activebeat.com/your-health/pros-and-cons-of-immunotherapy/
3. https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/how-cancer-treated/immunotherapy-and-vaccines/understanding-immunotherapy
4. https://www.cancer.net/blog/2019-02/immunotherapy-breast-cancer-treatment-it-option
5. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cancer-in-general/treatment/immunotherapy/types
6.  https://www.cancercouncil.com.au/cancer-information/cancer-treatment/immunotherapy/types-of-immunotherapy/


Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Menulis Blog Kalahkan Kanker Dengan Imunoterapi. Dengan ini saya menyatakan bahwa
  • Tulisan yang dimuat di blog adalah hasil karya saya dan belum pernah dipublikasikan dimana pun
  • Saya bersedia tulisan ini nantinya dimasukkan pada website www.kalahkankanker.com
  • Saya bukanmerupakan karyawan dan/atau keluarga dari karyawan Mothers on Mission ataupun Roche
Read More

Lelaki Yang Menduda Di Usia Senja


Lelaki itu tampak lemah tak berdaya. Segala aktifitas fisik dilaluinya dengan kursi roda. Kalau anda terlibat ‘diskusi’ mendalam dengannya, anda akan mendapatkan jawaban-jawaban yang sudah kehilangan arah. Lelaki itu menderita demensia. Luka batin mempercepat keparahan penyakitnya. Kenyataan harus memakamkan jenazah isterinya di tanah Haram dan kembali ke tanah air sendiri dengan keyakinan tidak akan pernah bisa menziarahi makam isterinya , begitu membuat laki-laki itu terpukul. Sejak itu kesehatannya menurun drastis.

Di banyak contoh, teramat sulit bagi laki-laki menjalani kehidupan pasca ditinggal pergi istri yan meninggal. Ada yang segera menikah lagi untuk mengisi kekosongan hati namun juga ada yang tetap bertahan hidup sendiri. Faktor psikologis yang menyebabkannya karena secara umum kebutuhan-kebutuhan seorang suami lebih banyak disediakan oleh isterinya. Ada kegagapan dan kehilangan ‘pegangan’ yang dirasakan. Indro Warkop dengan menangis menceritakan bahwa dirinya seakan berjalan dengan satu kaki pasca ditinggal istri. B.J Habibie pun harus melakukan terapi menulis sesuai saran dari psikolognya untuk mengatasai kesedihan pasca meninggalnya Bu Ainun.

Demikian juga dengan lelaki yang ada di dalam foto ini. Papa saya sendiri. Sungguh saya tidak menduga bahwa setelah kepergian mama, papa pernah konseling juga dengan psikolog. Saya menemukan secarik kertas invoice ketika merapikan barang setelah pindah rumah. Tampak dari luar, papa tegar saja dan menjalani kehidupan seperti biasa. Namun luka batin memang kadang tak tampak dan bisa disembunyikan. Bahkan saya merasa, bahwa sakitnya saya pada tahun 2015 lalu, dua setengah bulan setelah mama pergi adalah cara Allah untuk membuat papa bisa mengalihkan pikiran dan perhatian. Allah SWT Maha Tahu segalanya.

Setelah mama meninggal, saya mendapat tugas baru sebagai pengganti mama untuk mendampingi papa di ruang publik. Contohnya pergi ke pesta pernikahan, halal bi halal dan sebagainya. Pernah suatu kali, waktunya tidak cocok. Papa membatalkan kepergiannya. Seiring waktu, papa makin terbiasa pergi sendiri. Sekarang paling hanya ke tempat pesta di gedung, papa saya dampingi.

Walaupun sudah pensiun enam tahun ini, hari-hari papa sangat lah sibuk. Pagi-pagi habis subuh sudah pergi senam di GOR dengan pengurus PORPI. Lalu pulang untuk antar Nessa sekolah. Abis itu mantengin laptop untuk melihat pergerakan harga saham. Terkadang abis itu juga masak kalau saya tidak sempat atau berkebun beres-beres buah naga maupun bunga. Siangnya baca-baca Koran yang biasanya akan membawa beliau jatuh tertidur. Waktu-waktu tertentu rapat organisasi Muhammadyah. Kehidupan sosial beliau tidak hanya di Masjid dekat rumah namun juga diluar.

Karena sudah berumur 71 tahun, beliau sangat concern dengan olahlatih pikiran dan raga. Pernah ada dokter yang menyarankan supaya beliau bermain keyboard untuk meredakan efek tremor pada jari tangan. Bukan hanya keyboar yang dibeli, namun papa juga ikut les di Purwacaraka. Jadilah papa ‘murid’ tertua disana kala itu.
Namun begitu, walaupun beliau mampu mengurus diri sendiri dan bahkan mengurus cucu, saya tahu ada ruang kosong di hati papa. Papa kesepian dan merasa sendiri. Saya tidak bisa menemani papa menonton hingga pukul 11 jam tidur papa. Saya tidak bisa menemani papa berangkat subuh-subuh ke RS untuk ambil antrian kala waktu kontrol kesehatan regular tiba.

Saya berusaha memahami keadaan walau bagaimana saya sebagai anak takkan mampu mengisi ruang kosong itu. Kalaupun pada suatu hari nanti, papa ditakdirkan mendapat jodoh lagi, saya akan berusaha mengikhlaskannya. Saya tahu itu berat. Karena papa akan selalu jadi lelaki cinta pertama saya, tak peduli apakah nantinya kita akan selalu bersama atau hidup terpisah.
Read More

Warna-warni Sate Padang

sate padang

 Ada yang gak suka sate Padang? Pasti gak ada ya. Lezatnya kuah yang disajikan dengan panas ditambah dengan taburan bawang, membuat setiap gigitan daging terasa nikmat. Namun mungkin belum banyak yang tahu bahwa Sate Padang juga mempunyai warna kuah yang berbeda-beda.
Bagi kamu yang tidak tinggal di Padang, biasanya kuah Sate Padang berwarna apa? Mungkin lebih dominan kuning kecoklatan ya?

Nah, di Sumatera Barat sendiri warna kuah satenya akan berbeda-beda tergantung daerahnya. Sate-sate yang dijual di kota Padang dan di kabupaten PesisirSelatan, dominannya warna kuahnya adalah kuning kecoklatan. Sedangkan untuk daerah Pariaman, biasanya warna kuah satenya adalah merah. Sehingga kalau di kota Padang, ada penjual sate yang menjual sate berwarna kuah merah, maka kita akan lihat nama dagangnya adalah Sate Pariaman, seperti nama dagang Sate Padang yang ada di kota kamu. Kalau untuk sateyang dijual di kota Bukittinggi dan Payakumbuh, warna kuahnya dominan kuning kehijauan.

Wah, beda-beda ternyata ya. Kenapa bisa beda gitu? Kemungkinan karena rempah dan bahan dasar pembuat kuah satenya. Seperti Sate Kuah Labu yang dijual di kota Padang, kuahnya akan berwarna kuning kehijauan karena bahan dasar labunya.

Namun, diantara warna warni kuah Sate Padang tersebut, manakah yag paling enak? Saya sendiri gak bisa memilih dan gak bisa membandingkan karena semuanya sama enak dengan kekhasan masing-masing. Kuah satekuning kehijauan dan kuning kecoklatan biasanya lebih legit dan kuah sate dari Pariaman yang berwarna merah merupakan kuah sate yang paling pedas biasanya.

Buat kamu yang berkesempatan untuk datang ke Sumatera Barat, berikut rekomendasi tempat makan sate enak yang saya ajukan.

1.    Sate Dangung-dangung


Disebut Sate Dangung-dangung karena awal mulanya sate ini berada di Nagari Dangung-dangung Kabupaten 50 Kota. Tidak jauh dari kota Payakumbuh. Sekarang di Padang, sudah banyak yang menawarkan sate Dangung-dangung.

Saya selalu menyempatkan makan Sate Dangung-dangung ini setiap tahun ketika mudik lebaran ke kampung papa. Disamping rasa kuahnya yang enak, ciri khas makan sate disini adalah, tusuk satenya disajikan terpisah dari lontongnya. Jadi satenya ditempatkan di piring yang terpisah.

Mau tau berapa jumlah sate yang disajikan pada setiap piring? 60 tusuk teman-teman. Banyak sekali ya. Namun kamu jangan khawatir, kalau tidak habis sisanya bagaimana? Disini yang akan dibayar adalah jumlah sate yang sudah dimakan saja. Sisa sate yang tidak dimakan akan diambil dan dibakar ulang.

Tapi percayalah, ini jarang terjadi. Karena satenya enak dan anak-anak suka. Saya berenam bersama anak-anak dan papa, ludes memakan satu porsi sate disini. Yang paling banyak malah anak-anak, bisa sampai 15 tusuk makannya.

2.    Sate Laysir dan Sate Hafsyah


Sate Laysir dan Sate Hafsyah terletak didepan Terminal Aur Kuning Bukittinggi. Letaknya tidak terlalu jauh dan rasa kuahnya amat mirip. Uniknya keduanya sama-sama ramai pengunjung. Ternyata dulunya pak Laysir dan Ibu Hafsyah ini dulunya adalah suami isteri yang kemudian bercerai dan sama-sama melanjutkan profesi jadi pengusaha sate. Dan resep kuahnya juga diambil dari sumber yang sama. Sehingga cita rasanya mirip.

Kekhasan dari sate Laysir dan Sate Hafsha adalah daging satenya banyak dibumbui dengan kelapa parut dan bumbu rempah. Sehingga kalau kamu makan sate disana, pasti pengen nambah dan nambah lagi satenya.

Khas yang lain adalah di warung sate Laysir dan Hafshah juga menyediakan kerupuk kulit dan keruupuk udang dalam ukuran jumbo. Enak banget untuk ngemil kerupuk kulit dengan cocolan kuah sate. Kalau kata teman blogger saya, mbak Rochma, kerupuk udang juga jadi salah satu oleh-oleh khas Tuban.

3.    Sate Itjap, Sate KMS dan Sate Marsamsulir

Nah yang ini ketiganya dapat kamu temukan di kota Padang. Sate KMS dan sate Itjap warna kuahnya mirip yakni kuning kecoklatan. Yang membedakannya adalah taste memorable-nya. Bagi saya, kalau saya makan sate Itjap, maka yang ingin saya coba pertahankan rasanya di memori adalah rasa dagingnya yang manis. Unik dan jarang ada sate yang dijual dengan rasa seperti Sate Itjap.

Kalau Sate KMS, yang paling nagih itu adalah kuahnya yang banyak bumbunya. Dan memang bagi saya kalau makan sate KMS, hal terakhir yang disantap pelan-pelan dan nikmat adalah kuahnya. Apalagi kalau dimakan pake kerupuk. Slrubbb

Kalau sate Marsyamsulir lokasinya di jalan Perintis Kemerdekaan di depan RSUP M. Djamil. Sate ini cepat sekali habis. Jadi kalau mau makan sate ini musti datang pagi. Kadang siang sudah habis. Sate Syamsulir ini kuahnya berwarna merah layaknya sate Pariaman.

Nah, bagi kamu yang ingin merasakan warna-warni kuah dan rasa Sate Padang, yuk datang saja ke Padang.
Read More

Jalan-Jalan Sambil Nambah Ilmu Pengetahuan di Museum-Museum Keren di Jakarta


Selama ini liburan identik dengan jalan-jalan ke tempat yang bikin nyantai. Ke puncak gunung, atau menyepi di pinggir pantai. Hal yang mirip juga terjadi kalau perginya ke ibukota. Tempat wisata di Jakarta itu identik dengan mal, warung-warung tempat kuliner, atau menghabiskan sisa hari di kelab-kelab malam. Cari petualangan yang anti-mainstream selain di atas? Mungkin kamu bisa mengunjungi museum-museum yang ada di Jakarta.

Sebenarnya, berkunjung ke museum itu bukanlah hal yang anti-mainstrem. Tapi kalau melihat kebiasaan generasi millennial jaman sekarang, justru petualangan ke museum itu nggak biasa. Padahal, ada banyak ilmu pengetahuan yang bisa kamu dapatkan dengan berkunjung ke sana. Apalagi saat ini di kota tersebut ada banyak museum-museum dengan tema keren yang wajib dikunjungi anak muda masa kini.

Sambil menyusun daftar tempat wisata di Jakarta di situs Traveloka yang bakal kamu kunjungi, berikut adalah lima rekomendasi museum di Jakarta yang wajib didatangi.

Art:1 New Museum

foto:jktgo.com

Seni kontemporer memang sempat meredup. Tapi jaman sekarang, makin banyak anak muda yang sadar akan indahnya karya ini. Nah, Jakarta punya peti harta karun bernama Art:1 New Museum. Tempat di mana sekitar 2.500 karya kontemporer dari para seniman legend disimpan dan dipamerkan. Datang, jadi saksi sejarah, serta terinspirasilah untuk menjadi salah satu aktor kebangkitan seni kontemporer di Indonesia.

Biasa Artspace


foto:jktgo.com


Didirikan tahun 2005 silam, Biasa Artspace adalah tempat berkumpulnya para seniman dari Pulau Jawa dan Bali. Karena sering bertemu, banyak di antara mereka yang kemudian cocok dan berkolaborasi satu sama lain. Dengan perkembangan yang pesat, Biasa Artspace kini menjadi salah satu fokus bagi pemerintah, sekaligus sering mendapatkan perhatian dari mancanegara.

Baca juga : Masjid Romlie Musyofa, Replika Taj Mahal Di Utara Jakarta

Ruang Rupa
foto:axe.co.id



Tempat wisata di Jakarta yang berfokus pada seni berikutnya adalah Ruang Rupa, galeri milik Ruru Radio, sebuah stasiun radio kontemporer. Terletak di dalam Gudang Sarinah, Ruang Rupa sering menggelar banyak acara kesenian, seperti workshop, festival, dan berbagai proyek pameran seni lainnya. Pas banget untuk dikunjungi buat kamu yang mencari inspirasi.

Museum Macan

foto:news.artnet.com


Cari tempat wisata di Jakarta yang bisa diajak medsos-an? Pergi ke Museum Macan saja. Galeri seni ini lagi naik daun dan disukai oleh banyak generasi muda. Daya tariknya adalah sudut yang memiliki kerlip lampu mewah dan indah, yang disebut dengan istilah keren, Infinity Spot. Agak susah, karena biasanya tempat ini ramai diserbu pengunjung. Jangan marah pula kalau disuruh cepat-cepat karena setiap orang hanya diperbolehkan berfoto-foto selama 45 detik saja.

Museum Nasional

foto:antara.com



Berpetualang di berbagai tempat wisata di Jakarta nggak akan lengkap kalau nggak berkunjung ke Museum Nasional. Bukan cuma gedungnya saja yang fotogenik dan indah, kamu bisa belajar sejarah sepuasnya di tempat ini. Ada banyak koleksi benda-benda bersejarah yang wajib kamu pelajari dan temukan untuk menambah ilmu pengetahuan. Selain itu, temukan juga sudut-sudut museum yang menarik untuk dijelajahi di Museum Nasional ini.

**AV**


Read More

Ramadhan Ceria Bersama Busy Bag El-Hana

ramadhan, busy bag, el-hana


Ramadhan Ceria Bersama Busy Bag El-Hana - Tak terasa bulan Ramadhan datang lagi ya... Si kembar dari beberapa hari yang lalu sudah heboh mau ikut berpuasa.  Maklum ini bulan puasa pertama saat mereka sudah di bangku taman kanak-kanak.

" Dhila ikut puasa juga, Mi". Dhila antusias banget mau ikutan berpuasa. Kalau kembarannya Thiya kelihatan sebaliknya. Ha..ha..

"Nanti gak boleh makan dan minum. Kalau haus gimana, Dhi?" tanya Thiya.

" Kalau masih anak kecil, puasanya boleh cepat berbuka." ujar si kakak Nessa.

Memang mengenalkan ajaran agama sepatutnya sudah sedari dini diajarkan. Terlepas mau dilaksanakan penuh atau tidak. Nah, salah satu tips dari mbak Ophi Ziadah dalam tulisannya Mendampingi Si Kecil Menyambut Ramadhan menyebutkan bahwa kita orangtua mesti mempersiapkan anak secara mental dalam pelaksanaan puasa. Memberikan pemahaman kenapa mereka harus menahan makan dan minum serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Terlebih buat si kembar yang merupakan 'uji coba' puasa pertama mereka.

Saya sendiri sangat ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan hari pertama puasa si kembar. Tadi malam kakek sudah menyarankan kalau Dhila gak sanggup sampai magrib, puasanya boleh dibatalkan. Tapi Dhila kekeuh ingin puasa sampai magrib. Dan ternyata walaupun keduanya bangun sahur, ternyata Thiya tidak mau berpuasa. Nanti ga tahan haus katanya. Mari lanjut bagaimana puasa Dhila di hari pertama.

Sayangnya sekolah TK sikembar libur hingga tanggal 28 Mei. Libur sekolah artinya si kembar hanya di rumah saja. Dan di rumah artinya gangguan TV dan Hp begitu mengganggu aktifitas mereka. Maklum maminya sok sibuk, sibuk di rumah dan di luar.

Kadang yang menjadi permasalahan dalam pengasuhan anak-anak adalah minimnya ketersediaan waktu bermain bersama dengan mereka bagi orangtua. Melepas anak-anak bermain sendiri, rayuan HP dan TV itu lebih kencang daripada buku dan sejenisnya. Padahal dalam tulisannya mbak Ophi menggarisbawahi bahwa penting bagi orangtua untuk mendampingi si kecil yang sedang dalam belajar berpuasa.

Alhamduliah Ramadhan ini, kami di rumah sekarang punya Busy Bag dari El-Hana yang berisikan berbagai permainan edukatif keislamian. Anak-anak senang sekali begitu petugas kurir pengiriman datang. Yang ditunggu-tunggu telah sampai ke rumah.

Apa Aja Yang Ada di Busy Bag El-Hana?

1. Bunting Flag Ramadhan.

Kegembiaraan Ramadhan semakin ceria dengan adanya hiasan bunting flag di mushola rumah. Permainannya asyik. Anak-anak bermain dengan ceria sambil mengelompokkan tulisan WELCOME untuk flag pertama dan RAMADAN untuk flag kedua.

Mereka pun asyik memilah-milah warna yang akan digunakan. Kartu-kartu hanya perlu dilipat sedikit di bagian atas dan di lem menempel pada benang yang akan dijuntaikan.

Tralala...Bunting Flag telah dipasang di pembatas mushola.


2. Poster Aktivitas Ramadhan

Poster aktivitas Ramadhan sudah langsung dinamai oleh kak Nessa. Karena kak Nessa sekarang sudah SD, biasanya pembuatan aktifitas ramadhan dilakukan di dalam buku. Tahun sekarang poster aktivitas Ramadhan sudah ditempel di dinding sebagai pengingat bagi kak Nessa supaya disiplin dalam menjalankan ibadah ramadhan.

Ada kategori sholat lima waktu, membaca Al Quran, sholat tarawaih ke Masjid dan mendengarkan ceramah ustad.


3. Ramadhan Chart

Uniknya, khusus untuk berpuasa poster dibuat dalam bentuk puzzle yang bisa ditempel. Setelah berpuasa selama 30 hari, puzzle tersebut akan lengkap dan membentuk sebuah gambar. Asyikkan..

Jadi nambah penyemangat sikembar untuk berpuasa. Oh ya jangan khawatir nanti hasil puzzle-nya bakal salah dalam penempelan. Karena udah ada nomornya yang disesuaikan dengan hari keberapa berpuasa.

4. Menentukan hilal berpuasa.


Kapan kita berpuasa, Mi? Apa penanda orang berpuasa? Bagaimana cara tahu bulan berpuasa sudah masuk?

Sederet pertanyaan kak Nessa tentang Hilal. Nah dalam busy bag ini ada alat peraga berbentuk spinner yang bisa menggambarkan perubahan wujud bulan dalam memberikan informasi kapan berpuasa akan dimulai.

5. Kartu Amalan Ramadan

Another tips dari mbak Ophi adalah kita orangtua melengkapi pemahaman anak terhadap ibadah ramadhan. Kartu Amalan Ramadhan dari El-Hana ini mengajak anak-anak untuk belajar pengetahuan Agama Islam dengan cara bermain. Cara bermainnya pun mudah, kartu yang sudah dikocok disusun dan diletakkan dengan gambar di bawah. Selanjutnya anak-anak harus mencari pasangan kartu dengan cara membuka dua kartu secara bersamaan. Apabila kartu tersebut memiliki gambar yang berbeda, kartu harus ditutup kembali. Ketika anak-anak menemukan dua kartu yang berpasangan, kartu tersebut bisa diambil.

Jadi kita sebagai orangtua dengan mudah bisa mengenalkan amalan-amalan yang bisa dilakukan dalam rangka membersamai bulan Ramadhan. Semoga amalan-amalan tersebut bisa menambah pahala kita.


6. Batal atau Tidak

"Ngorek-ngorek kuping membatalkan puasa ya, Mi? tanya Nessa. Salah satu permainan edukatif lain di Busy Bag El-hana juga mengajarkan anak-anak untuk membedakan aktifitas mana yang bisa membatalkan puasa atau tidak.

Kita sebagai orangtua juga akan dipermudah untuk memberikan pemahaman mengenai hal-hal yang membatalkan puasa dari kartu-kartu El-Hana.


7. Kartu Pop Up Idul Fitri

Busy Bag El-Hana juga dilengkapi dengan kartu lebaran pop-up yang bisa dibuat sendiri oleh anak-anak. Tinggal di gunting dan ditempel.

Kartu tersebut bisa dikirimkan ke sanak-saudara atau teman yag diinginkan. Karena sekarang sudah ada media sosial, jadi sudah tidak ada penjualan kartu-kartu lebaran. Nessa sangat suka dengan kartu lebaran pop up ini.

Berapa Harga Busy Bag El-Hana dan dimana bisa dibeli?

Seorang teman menanyakan harga busy bag tersebut via wa. Harganya cukup murah kok. Dengan nilai Rp 150.000 ada tujuh permainan edukatif yang bisa dilakukan oleh anak-anak di rumah selama Ramadhan ini. Sangat bermanfaat bukan?

Nah bagi yangberminat membeli set busy bag El-Hana bisa membelinya melalui website el-Hana di  http://elhanalearningkit.com/ Bisa juga dihubungi Fanpage resmi el Hana Learning Kit  dan akun Instagram: @learning_kit

Beragam permainan lain yang disesuaikan dengan usia anak, dapat dijumpai di website El-Hana.

Saat ini El Hana  sedang mengadakan program donasi BUY ONE DONATE ONE di mana setiap pembelian Busy Bag Ramadhan melalui website el-Hana akan langsung disalurkan produk yang sama kepada anak-anak muslim lainnya di beberapa wilayah. Jadi, kita tidah hanya bermain dan belajar bersama anak-anak tetapi kita juga bersedekah berbagi kebahagiaan dengan anak lainnya. Busy Bag Ramadan dari program donasi ini akan diberikan kepada murid Paud khusus anak-anak pemulung dan peserta kajian Ramadhan for Kids.

Tips terakhir dari mbak Ophi dalam mendampingi anak-anak agar menciptakan Ramadhan yang ceria adalah dengan menghargai usaha yang telah dilakukan dengan mengapresiasi anak. Bisa dengan membuatkan menu kesukaan, memberi kejutan-kejutan istimewa seperti membelikan Busy Bag Ramadhan El-Hana dan sebagainya.  So, para orangtua jangan khawatir untuk Ramadhan kali ini. Ada El-Hana yang akan menemani anak-anak beraktifitas dan semoga kita dapat membersamai waktu beribadah dengan anak-anak di rumah. Happy Fasting
Read More

Kiat untuk Pilih yang Tepat di Tempat Jual Sofa Bed

kiat, pilih, sofa bed


Untuk mempercantik isi rumah, diperlukan beberapa perlengkapan seperti properti. Ada beberapa jenis properti yang bisa dipilih seperti sofa yang dapat dibeli di toko properti konvensional yang ada di sekitar tempat tinggal Anda atau membelinya langsung secara online di toko online terpercaya pilihan Anda. Dalam memiliki properti, seperti sofa minimalis untuk rumah kecil Anda, pemilihan sofa bed di tempat jual sofa harus tepat sehingga tidak menyebabkan ruangan Anda terkesan penuh atau sesak.

Pertama adalah tentukan lebih dahulu dimana Anda akan menempatkan sofa tersebut.

Jika Anda hendak meletakkan sofa bed di ruang keluarga, Anda bisa memilih sofa bed sehingga nantinya ketika ada keluarga atau teman Anda yang tiba-tiba datang ke rumah Anda dan kamar penuh, sofa tersebut bisa menjadi tempat tidur alternatif. Jika di ruang tamu, pilih yang berbentuk “L” atau sofa memanjang agar tempat di ruang tamu tidak terlihat penuh.

Kedua adalah sesuaikan ukuran sofa dengan ukuran ruangan dimana Anda akan meletakkan properti tersebut.

Jangan sampai sofa yang Anda beli terutama di toko online dimana Anda tidak bisa menilai secara langsung, memiliki ukuran yang hampir sama dengan lebar dari ruangan tempat Anda akan meletakkan properti tersebut. Selain bisa membuat ruangan menjadi penuh dan sesak namun juga bisa mengurangi nilai estetika interior. Untuk mengantisipasinya, Anda bisa mengukur terlebih dahulu ruangan Anda akan meletakkan sofa tersebut dan menanyakannya langsung ke penjual apa ada sofa dengan ukuran yang kecil dan cocok untuk ditempatkan di ruangan tersebut atau membandingkan dengan ukuran yang tertera.

Ketiga adalah pertimbangkan kerangka dari properti yang dibeli di tempat jual sofa.

Ada 2 pertimbangan terkait dengan pertimbangan rangka, yaitu:

Material rangka: jenis bahan apa yang digunakan untuk membuat kerangka sofa tersebut, apakah menggunakan kayu solid dan hindari dari bahan kayu daur ulang seperti papan kayu partikel atau jenis plywood standar karena kurang kuat dan tidak tahan lama walaupun harganya lebih murah.
Konstruksi rangka yang kuat dan kokoh. Hindari memilih sofa yang menggunakan baut, lem, penghubung besi yang berfungsi untuk menyatukan 2 buah kayu karena bisa membuat rangka menjadi lebih rentan rusak dan patah.

Keempat adalah pertimbangan apakah akan memilih suspensi atau per.

Suspensi tersebut berfungsi untuk membuat duduk menjadi terasa nyaman dan sedikit memantul di bagian penyangga busa. Masing-masing perusahaan atau pabrikan memiliki tipe suspensi sendiri sehingga bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan Anda. Untuk mengeceknya, Anda bisa menggunakan prinsip eight-way hand-tied yaitu dengan cara menekan sandaran sofa dan nantinya Anda bisa merasakan pantulan per yang terpisah yang ada di antara kain sofa. Jika sofa tersebut memiliki harga yang menengah ke bawah, Anda bisa menggunakan prinsip sinuous spring untuk mengecek kualitas furniture.

Kelima adalah melihat busa dudukannya.

Ada beberapa busa dudukan yang menggunakan material serat polyester dan ada yang terbuat dari bahan yang lainnya. Hal yang harus diingat adalah semakin kencang busa tersebut maka bentuk atau body sofa akan lebih bagus dan bisa lebih tahan lama. Hindari untuk memilih sofa di tempat jual sofa yang terlalu empuk atau terlalu. Di bagian sandaran sofanya, pilih yang ketebalan sandaran lebih tipis dari busa dudukan dan sebaiknya pilih yang diisi oleh serat polyester atau dengan polyester kombinasi busa serta pastikan tidak ada bulu atau serat yang keluar dan tidak rapi.

Dari lima pertimbangan di atas, semoga membantu anda dalam memilih sofa-sofa yang akan mempercantik ruangan anda kala lebaran datang. Selamat berbelanja.
Read More

Buku Di Mata Mahasiswa Era Digital

mahasiswa, buuku, digital
Sumber : Pixabay.com

Saya masih ingat ketika masih jadi mahasiswa, dua puluh tahun yang lalu, buku-buku textbook yang dipakai umumnya hasil beli sendiri atau ngopy dari buku yang dipunyai oleh senior. Jaman dulu keberadaan buku amat terbatas. Kalau tidak ada di toko buku, berarti sumber lain hanya didapat dari perpustakaan dan pinjaman dosen.

Namun sepertinya karena keterbatasan keadaan, mahasiswa dulu sangat memuja buku. Rak atau lemari pajangan dengan buku buku tebal walaupun hasil copyan, tetap membawa kebanggaan bagi pemiliknya.

Pemahaman bahan kuliah, ya sumbernya dari buku. Untuk mengerjakan tugas-tugas, pedomannya ya buku. Jimat ujian, ya dari resume buku.

Tapi di era digital ini, sepertinya telah terjadi pergeseran di mahasiswa. Walaupun saya tidak menyatakan itu untuk mahasiswa secara keseluruhan, tetapi sejauh pengamatan saya sebagai dosen, saya menangkap fenomena ini.

Power Point...Si Biang Kerok

Kalau dulu buku yang menjadi sumber ilmu mahasiswa dalam belajar, namun di era digital ini posisinya sudah digantikan oleh power point dari dosennya. Jaman dulu ketika belum ada laptop, dosennya ya menerangkan dengan menggunakan spidol atau paling canggih saat itu pakai infocus dengan proyektor untuk memantulkan tulisan dosen melalui media plastik yang ditulis dengan spidol warna-warni.

Gak bisa dicopykan ya...atau dosennya yang gak mau minjamin. Karena kalau hilang resikonya tulis tangan lagi.

Sekarang, mahasiswa sudah punya file perkuliahan dosennya. Kadang ada dosen yang baik hati, selalu memberi bahan perkuliahan dalam bentuk file power poin langsung. Mahasiswa mungkin menyangka, bahan perkuliahan itu akan tetap begitu seiring waktu. Gak akan di-update sama dosennya.

Ada yang bilang, dengan penyampaian seperti ini dosen menjadi tidak berpower dan sebenarnya tidak dapat poin-poinnya. Tapi buat mahasiswa gak papa. Yang penting power poin menjadikan perkuliahan menjadi simpel. Gak perlu bawa tas bawa catatan. Cukup lihat power point dosen. Segalanya sudah ada disana.

Hardcopy vs Softcopy

Digitalisasi juga merambah ke produk buku. Banyak situs-situs yang menawarkan penjualan buku tidak dalam bentuk fisik. Belum lagi situs-situs tertetnu yang juga menyediakan buku digital secara gratis.

Cukup dalam satu klik, mahasiswa sudah punya bukunya. Puluhan buku bisa dipunyai dari unduhan yang hanya butuh koneksi data.

Tapi apakah dengan buku nonfisik ini, akan semakin mempermudah mahasiswa? Dalam sisi penyediaan mungkin. Tapi mungkin juga tidak dalam hal elaborasi pemahaman bahan atau topik ajar.

Satu hari, saya memberikan softcopy buku ajar kepada mahasiswa sebagai buku pedoman. Dari sana saya ingin melihat perilaku mahasiswa terhadap buku nonfisik ini. Ternyata memang sesuai dengan duugaan saya. Hanya satu dua mahasiswa yang mencetak kembali softcopy buku tersebut dan mayoritas menyatakan disimpan di dalam laptop masing-masing.

Keduanya punya kelebihan dan kekurangan sih. Dengan buku fisik, mungkin agak susah untuk membawanya berpindah tempat apalagi kalau bukunya tebal dan berat. Tapi dengan buku fisik, produktifitas baca akan lebih tinggi dibandingkan mebaca dalam wujud buku nonfisik.

Tanya saja sama Mbah Gugel

Berbicara produktifitas baca textbook bagi mahasiswa, salah satu hal yang yang membuat penurunan kebiasaan membaca mahasiswa adalah karena keberadaan mbah gugel. Hanya perlu ketik apa yang dicari, semua informasi yang berdekatan akan langsung tersaji. Mahasiswa tidak perlu repot membaca keseluruhan.

Namun apakah bahan yang tersaji di setiap laman gugel itu akan dibaca. Kebanyakan juga tidak. Lalu lahirnya kebiasaan copy paste tanpa menelaah terlebih dahulu.

Jadi kalau mahasiswa disuruh membuat makalah dari beberapa sumber referensi, maka makalah itu akan menyajikan gaya bahasa sesuai dengan jumlah sumber referensinya. Mahasiswa tidak terlatih untuk menseleksi maupun melakukan sintesa terhadap literatur rujukannya.

Ada kisah miris saat saya membawa sebuah buku ke hadapan mahasiswa saya di dalam kelas. Saya menunjukkan buku tersebut dan mempersilahkan kalau ada mahasiswa yang ingin mengcopy-nya. Saya yakin tidak ada yang mempunyai buku itu karena buku terbitan luar negeri. Ternyata hingga selesai perkuliahan, tidak satu pun dari mahasiswa saya yang tertarik untuk meminjamnya. Akhirnya buku tersebut saya bawa pulang kembali.

Mungkin inilah yang dimaksud era disrupsi pada kebiasaan membaca mahasiswa. Teknologi meninabobokan, tidak hanya untuk membantu. Namun saya juga percaya masih ada mahasiwa yang tidak tergoda dengan budaya instan. Karena sesungguhnya setiap proses akan menghasilkan output yang berbeda. Hasil tidak akan pernah mengkianati usaha.



Read More