Laman

[Guest Post] 10 Sikap Dosen yang Kadang Bikin Ilfil Mahasiswa


Kuliah itu,... beda. Jangan pernah samakan kuliah dengan sekolah. Sebab ketika kuliah kamu bukan lagi berstatus siswa tapi sudah mahasiswa. Kata “maha-” sebelum “siswa” merupakan sebuah kata untuk menunjukkan derajat super. Dengan kata lain mahasiswa adalah siswa yang super.

Jika demikian, maka wajar jika tugas-tugas yang harus dikerjakan mahasiswa super banyaknya, beban kuliah super padatnya, hingga ke dosen pengajar yang super killer-nya. Oopss.

Bicara soal dosen, pengajar di perguruan tinggi jauh lebih variatif dibanding guru-guru ketika SMA/SMK dulu. Segalak-galaknya guru di sekolah tetap saja kalau disapa di luar kelas bakal senyum. Nah kalau dosen, disapa kagak nyapa balik (beuh, sakitnya tuh di sini).

Pun tidak semua dosen yang berwatak cuek begitu (dengan kata lain banyak juga dosen yang baik, supel, kece dan kekinian), tapi tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa sikap dari dosen yang sadar atau tidak sadar bisa bikin mahasiswa hilang feeling (ilfil) dalam belajar.

Sikap-sikap tersebut saya tuangkan menjadi 10 poin sebagai berikut:

#1 Suka nyuruh mahasiswa disiplin tapi beliau sendiri tidak memberi contoh
Ketika pertemuan pertama hampir semua dosen memberikan kontrak kuliah/belajar. Isi dari kontrak itu adalah aturan serta poin-poin penilaian. Seringkali dosen tertentu melarang mahasiswanya terlambat namun di saat yang bersangkutan (ybs) yang terlambat meminta maaf ke mahasiswa pun tidak. Piye toh Pak/Bu?

#2 Masuk cuma buat ngasih tugas
Sikap dosen yang suka bikin ilfil selanjutnya adalah masuk ke kelas cuma buat ngasih tugas. Well, sebenarnya ini bukan masalah besar, jika metode belajar student center learning yang diterapkan. Selama dosen ybs masih di kelas saat mahasiswa mengerjakan tugas itu tidak masalah, sebab fungsi pengajar untuk membimbing masih bisa dilaksanakan, kalau-kalau ada mahasiswa yang bertanya karena kurang mengerti. Nah, kalau yang masuk cuma buat ngasih tugas terus keluar entah kemana dan masuk lagi di akhir jam pelajaran buat kumpulin tugas? Keselnya tuh bikin gigi gemeretak, Sob 

#3 Jarang datang dan digantikan asistennya
Ada juga dosen yang suka jarang datang karena satu, dua, tiga dan entah berapa kegiatan lain. Sudah rahasia umum kalau dosen suka nyambi, mahasiswa suka menyebutnya “dosen proyek”. Tiap waktu suka keluar kota atau keluar negeri. Yang masuk ke kelas cuma asistennya. Biar adil, bagusnya mahasiswa juga boleh gitu, yang masuk cuma asisten mahasiswanya biar asisten ketemu asisten, gitu.

#4 Tidak interaktif dalam belajar
Penyebab gairah belajar mahasiswa suka rendah itu bukan semata karena faktor internal, bukan? Kalau kamu ditanya, kenapa kamu suka bosan di kelas, mungkin salah satu jawaban kamu karena perkuliahannya monoton. Saya pribadi lebih suka dosen yang suka mention secara acak nama mahasiswa dan diberi pertanyaan terkait pelajaran saat itu. Pernah di kelas waktu itu, mau tidak mau mahasiswa mesti melek biar gak malu kalau ditanya tapi tidak bisa jawab. Intinya, dosen yang interaktif di dalam kelas itu lebih punya power.

#5 Malas gerak
Pernahkah kamu lihat dosen yang dari awal hingga akhir jam cuma duduk di kursi? Sikap dosen yang satu ini juga bikin ilfil dalam belajar. Dalam proses belajar, semakin banyak indera yang bergerak maka semakin banyak yang bisa diserap. Tentu saja hal ini juga berlaku untuk proses mengajar. Setidaknya gerakan-gerakan yang dibuat dosen bisa diikuti secara aktif oleh para mahasiswa.
Dalam ilmu performa panggung, penampil harus bisa membuat pandangan mata penonton tidak terlepas padanya, ia bisa melakukan apapun yang bisa menarik perhatian. Lain lagi dalam ilmu presentasi, presentator harus membuka torsonya agar pendengar bisa menerima materi dengan lebih terbuka. Itulah mengapa dosen yang malas gerak dan cuma duduk bisa bikin mahasiswa suntuk.

#6 Gak punya belas kasihan
Pengalaman pahit yang pernah saya rasakan rasanya cukup baik untuk disampaikan. Ya, waktu itu mengambil sebuah mata kuliah yang terbilang sulit. Sudah memaksimalkan kehadiran, sudah buat tugas, sudah ikut kuis, sudah ikut ujian. Tapi,...
...entah mengapa nilai akhir yang keluar adalah E.
Lantas, apa bedanya orang-orang seperti saya dengan orang-orang yang memang malas datang dan tidak mengindahkan tugas dari dosen? Aku tuh gak bisa diginiin! *nangis di pojokan*

#7 Soal ujian suka beda dengan yang diajarkan
Gondok. Sumpah. Mahasiswanya sudah mati-matian belajar untuk ujian tapi nyatanya soal ujian yang keluar jauh dari prediksi, bahkan tidak pernah diajarkan di kelas sama sekali.
No comment, lagi sakit hati.

#8 Suka mendikte dan menyuruh catat tapi terlalu cepat
Ada juga dosen yang suka bikin ilfil karena gemar memberi dikte dan menyuruh mahasiswa mencatat. Yang didiktekan itu,... panjangnya luar biasa. Sudah gitu, mana diktenya cepat-cepat pula. Pegal tangan. Makan hati. Lelah batin Hayati *ehhh

#9 Suka remehin mahasiswa
Demi apa. Ada juga dosen yang bersikap suka remehin mahasiswa. Tentang inilah. Tentang itulah. Apa ybs tidak tahu bahwa murid bisa saja lebih pintar dari guru? Menulis ini, saya jadi teringat film 3 Idiot, tentang sang rektor yang suka ngeremehin si tokoh utama. Hingga pada saat sang dosen sekaligus rektor ini mau tidak mau harus mengakui kapasitas muridnya.
Nah, kalau di kelas nemu yang seperti itu ya jelas bikin ilfil.

#10 Terlalu textbook dan gak mau diprotes
Memang pada dasarnya mahasiswa mempunyai sikap kritis dan kreatif. Jawaban ujian suka dimodifikasi menjadi lebih terkini. Tapi sayangnya ada dosen yang tidak bisa menerima kebaruan tersebut. Selama jawaban berbeda dengan yang ada di buku maka jawaban itu salah.

Ada juga kasus di mana mahasiswa membenarkan pernyataan, memprotes atau menyuarakan pemikirannya di kelas tapi sang dosen tidak terima. Pada akhirnya muncul sebuah mental block dalam diri mahasiswa sehingga memilih diam-diam saja.

Bagaimanapun dosen juga manusia biasa...

Mengutip kalimat Bu Yervi di artikel 10 Hal yang Bikin Dosen Jengkel di Kelas “Dosen juga manusia, yang punya hati dan perasaan..”. Pada akhirnya kita juga harus memberi pemakluman.

Bukankah dalam membangung sebuah hubungan yang baik seseorang dengan seseorang lainnya harus saling memahami, baik kelebihan maupun kekurangan?

Nyatanya, yang ada di pikiran sang dosen bukan cuma kuliah dan mahasiswa saja. Sebab mana tahu sang dosen sedang:
Ada masalah di luar kampus yang terbawa ke kelas
Pernah punya pengalaman buruk dengan mahasiswa
Punya tujuan baik yang tidak bisa disebutkan
Dan banyak lainnya

So, jika dalam kehidupan kampusmu kamu menemukan 10 sikap dosen yang bikin ilfil itu kamu bisa melakukan hal-hal ini agar semangat belajarmu tidak terkorosi:
1.    Selalu berpikiran positif
2.    Menjadikan kritik/remehan/amarah dosen sebagai pemacu semangat
3.    Menjaga hubungan baik dengan tetap menyapa dan memberi senyum
4.    Memahami dan tidak membicarakan di luar kelas
5.    Berdoa kepada Tuhan agar urusan sang dosen dilapangkan dan dilancarkan, serta agar diberi petunjuk untuk memberi nilai bagus kepada mahasiswa, hehe

Pada kesudahannya, izinkanlah saya mengulangi paragraf pertama:
Kuliah itu,... beda. Jangan pernah samakan kuliah dengan sekolah. Sebab ketika kuliah kamu bukan lagi berstatus siswa tapi sudah mahasiswa. Kata “maha-” sebelum “siswa” merupakan sebuah kata untuk menunjukkan derajat super. Dengan kata lain mahasiswa adalah siswa yang super.

Supernya mahasiswa menuntut mereka untuk lebih kreatif dalam belajar. Supernya mahasiswa menuntut mereka untuk tahan banting dan mengakar kokoh di apapun keadaan. Supernya mahasiswa menuntut mereka untuk lebih mendahulukan logika daripada perasaan.

 Hidup mahasiswa!! Hidup juga buat dosen!! 

Salam hangat,

Fadli Hafizulhaq

3 komentar:

  1. selalu nemu dosen begini, konsekuensinya harus ngasih mahasiswa nilai A dong, ya nggak sih :D

    BalasHapus
  2. Wah, yang nomor 6 saya sering ngalamin. :D

    BalasHapus
  3. bagus dibaca buat doseb juga untuk introspeksi diri

    BalasHapus