Laman

Menyusui Di Depan Umum, Kenapa Tidak?


Si kembar saya tidak cukup bulan ASI ekslusifnya. Hanya 4.5 bulan tidak sesuai dengan standar WHO minimal 6 bulan ASI eklusif tanpa ada makanan lainnya. Perkaranya sederhana sekali? Apa coba.....
"Saya malu menyusui di depan umum..."

Jadi ceritanya pas si kembar usia 4.5 bulan, barulah diadakan syukuran kelahirannya. Mengingat mereka dulu lahir tidak cukup minggu dan dalam berat yang kurang dari 2.5 kg, jadinya pelaksanaan acara ditunda untuk 'menyiapkan' kondisi fisiknya. Neneknya khawatir nanti kalau nanti cucunya jatuh sakit karena berinteraksi dengan banyak orang. Tahulah budaya kita kalau ada bayi pengennya langsung gendong bahkan hingga menciuminya.

Tahu gak kalau menyusui bayi kembar itu praktis waktu kita hanya untuk menyusui…menyusui dan menyusui lagi. Sayangnya saat itu saya belum mengenal AIMI dan belum tahu ragam posisi menyusui bayi kembar. Jadinya mereka saya susui hanya dengan posisi yang sama yakni duduk ataupun tidur untuk satu bayi. Sehingga Dhila dan Thiya bergantian saya susui. Saat itu jadwal mereka masih bisa saya atur. Begitu satu selesai dan tertidur, giliran bayi yang berikut. Konsekuensinya ya itu… kalau mereka bersama saya, hampir-hampir tidak punya kegiatan lain selain menyusui.

Nah kembali ke cerita syukuran sikembar di atas. H-1 sebelum acara, saya rada galau. Gimana nantinya menghadapi tamu-tamu yang datang dengan skedul menyusui saya yang padat. Gak mungkin saya di kamar terus sedangkan tamu datang untuk mengucapkan selamat. Apalagi saya malu menyusui di depan umum. Lha di depan papa sendiri saya juga malu. Apalagi di depan orang lain.

Dan waktu itu…belum ada apron/celemek menyusui atau sayanya yang belum tahu. Jadinya kalau menyusui ya pasti di dalam kamar. Apalagi sejak umur tiga bulan kebutuhan ASI perah sikembar saat saya sedang bekerja, amat meningkat. Mulai deh saya keteteran. Stok sudah hampir habis, jadinya kebutuhan ASIP didapat dengan kejar tayang.

Saya kasih saran ya teman-teman… daya juang itu butuh benchmarking. Saat itu saya udah merasa cukup ‘Hero’ sudah bisa memberi ASI bayi kembar. Saya pikir, kalau besoknya pas acara syukuran, bolehlah kasih sufor untuk satu bayi biar gak terlalu repot menyusui. Jadi bisa dipegang sama yang lain juga. Singkat cerita, akhirnya ASI ekslusif berhenti saat umur mereka 4.5 tahun. Nah saat itu saya juga gembira karena ternyata sikembar tidak menolak minum sufor. Beda banget dengan kakaknya. Betapa bodohnya saya saat itu ya. Ternyata saya belum apa-apa. Ada yang punya bayi kembar tiga namun tetap bisa asi ekslusif enam bulan.

Kenapa Malu Menyusui Di Depan Umum

Karena sebagian kita masih berpandangan bahwa memperlihatkan payudara saat menyusui bayi berarti memperlihatkan aurat. Malah dijadikan jokes-jokes gak jelas. Pernah baca tulisan “Jangan Mengeluarkan Sebagian Anggota Tubuh” saat menaiki bis-bis umum jaman dulu?. Nah ini sering juga dipergunakan untuk menggoda orang yang sedang menyusui.

Memang benar payudara adalah aurat bagi wanita dalam Islam. Sehingga kalau ada wanita yan menyusui di depan umum, biasanya orang lain yang melihat menjadi jengah atau risih karena merasa sudah bersoda eh berdosa telah melihat aurat orang tidak sah baginya.

Sehingga timbal-balik jadinya. Wanita yang menyusui pun akan merasa dua kali merasa risih karena telah memperlihatkan aurat dan membuat yang lain merasa tidak nyaman.

Kalau menimbang hak bayi, tentu ini tidak dapat terus dipertahankan. Karena menyusu bagi bayi adalah hak dan menunda pemberian Asi karena sedang Ibu sedang berada di daerah publik, rasanya menzalimi bayi itu sendiri.

Jadikan Menyusui Di Depan Umum sebagai Life Style

Tahukah anda, bahwa bila Ibu mengeluarkan payudara untuk memberikan ASI pada bayinya karena memang Ibu ingin memberi zat yang dibutuhkan oleh bayinya untuk hidup? Jadi bukan untuk terlihat seksi atau bukan untuk memperlihatkan keseksiannya.

Untuk itulah dalam rangka ulang tahun Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) yang ke-9, kemarin 24 April 2016 telah diselenggarkan acara SEMBILAN yakni SErentak Menyusui Bersama Ibu-ibu dan Laktivis Aimi Nasional yang dilaksanakan di 15 provinsi di Indonesia dan di 25 kota.

Berikut foto-foto selebrASI SEMBILAN dari beberapa provinsi.
Menyusui, serentak, aimi, padang
SEMBILAN di kota saya, Padang. Coba cari saya yang mana?

Menyusui, serentak, aimi, jakarta
SEMBILAN Jakarta

Menyusui, serentak, aimi, yogya
SEMBLAN Yogyakarta

SEMBILAN Kaltim

SEMBILAN memang mengkampanyekan menyusui di depan umum dapat dijadikan sebagai life-style. Menyusui merupakan sesuatu hal yang alamiah sehingga pemandangan Ibu yang tengah menyusui anaknya pun diharapkan dapat menjadi sesuatu yang aneh dalam pandangan umum masyarakat. Sama halnya tatkala seorang anak lapar, kemudian orangtua menyuapkan anaknya nasi. Hal yang sama sesungguhnya tengah terjadi pada bayi yang menyusu pada Ibunya.

Dukungan lingkungan merupakan faktor penting pada kesuksesan menyusui. Tidak hanya keluarga terdekat seperti kakek, nenek, om, tante dan sebagainya. Namun lingkungan tempat Ibu berada entah itu kantor kalau Ibu membawa bayinya ke kantor atau pun ranah publik kalau Ibu sedang beraktifitas diluar ruangan. Jadi jangan lagi memandang aneh atau pun merasa risih kalau ada adegan menyusui di depan anda. Sesungguhnya sebuah keintiman yang indah antara Ibu dan anak tengah terjadi.

***

13 komentar:

  1. Saya tetap menyusui di depan umum,apalagi anak masih ASI..nggak pakai apron,belum beli jadi ketutup pakai jilbab..
    salam kenal mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap mak HM Zwan. iya jilbab yg panjang jg bs menutup adegan menyusui

      Hapus
  2. Setuju banget mba, aku dulu juga nyantai aja nyusuin depan umum. Memang aurat harus tetap tertutup. Sekarang malah makin mudah karena ada produk untuk menutup payudara saat menyusui.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul skrg sdh byk produk yg breastfeed friendly ya mb Ety. Bra menyusui baju menyusui jd ga hrs naikin baju dr bawah lg buat menyusui

      Hapus
  3. Saya juga nyantei menyusui di depan umum, asal pakai apron aja, jd aurat tetep ketutup hehe. Beruntung jaman skrng ada apron, ada baju menyusui dll :D

    BalasHapus
  4. iya sih tapi mungkin ya harus disediakan makin banyak ruang menyusui, begitu juga di kereta api, pesawat dlll. Agar lebih nyaman bagi ibu menyusui

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mb Tira apalagi itu amanat Peraturan Pemerintah

      Hapus
  5. apron/celemek memang membantu mbak. Kalau Ira untuk menyusui Zizi menggunakan jilbab yang lebih panjang, jadi bisa menyelinap di bawahnya... :D awalnya risih juga sih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener ira itu masalah budaya sih. seperti gendong bayi skrg malah lbh umum pake stroller kan

      Hapus
  6. Apalagi sekarang ditempat2 publik sering dikasih spot khusus nyusui ya mba (kaya Mall) jadi semakin pede harusnya dalam memberikan yg terbaik untuk anak.

    BalasHapus
  7. sebaiknya menyusui di depan umum tentu dengan kerudung yang lebar
    kalau diumbar ya gimana yah hehehe

    BalasHapus