Laman

Mugniar, Blogger Yang Peduli Isu Feminisme


Kenapa Seorang Mugniar Menginspirasi? 

Saya mengenal mbak Mugniar melalui forum ibu-ibu blogger juga. Blogger mana yang belum kenal dengan mbak Mugniar? Beliau Srikandi Favorit Emak Blogger tahun 2014, Blogger Muslimah Terbaik versi Blog Walking dan sederet prestasi-prestasi beliau. Nah yang paling mencuri perhatian saya adalah bahwa Blogger Makassar yang satu ini aktif banget menulis. Tiap hari ada aja tulisan yang di-share di media sosial. Kadang menjadi pertanyaan saya, ini si mbak nulis udah kayak ngomong aja. Anytime...anywhere...

Kenapa mbak Mugniar begitu senang menulis? Dalam salah satu post-nya yang berjudul Mengurai Empat Hal Perjuangan Kartini, Mugniar memang menakankan bahwa membaca dan menulis adalah hal paling sederhana yang bisa dilakukan oleh perempuan untuk mengembangkan dirinya. Dan menurut beliau menulis memang bukan hal yang sulit untuk dilakukan.

Lakukan melalui langkah yang paling kecil. Jadi jangan ngimpi mau nulis buku dulu. Tapi lakukan secara terus-menerus. Tangkap kebaikan-kebaikan yang ada di sekitar kita dan tuliskan.

Kenapa membaca dan menulis begitu penting bagi seorang Ibu? Menurut Mugniar karena seorang Ibu akan menjadi contoh dan tauladan buat anaknya sehingga mengedukasi satu orang Ibu akan mengedukasi beberapa orang anak yang terlahir dari rahimnya.

Mugniar Peduli Isu-isu Feminisme

Banyak orang bertanya kenapa bisa menulis berpanjang-panjang. Kita tahu bahwa menulis artinya menuliskan gagasan dan menulis bisa berkembang kalau wawasan kita luas.

"Apalah saya ini, hanya ibu rumah tangga basa..."

Ungkapan di atas sama sekali tak terjadi pada diri seorang Mugniar. Walaupun seorang ibu rumah tangga, lulusan Teknik Elektro Universitas Hasanuddin ini dikenal karena keluasan wawasannya. Tiga buah blogger yang dikelola sudah cukup menggambarkan 'jangkauan' wawasannya. Beberapa buku duet dan antologi adalah contoh dari buah wawasannya.

Kalau ibu rumah tangga berbicara hanya dari frame keluarga dan anak, namun sosok ibu yang satu ini juga peduli lingkungan dan peduli masalah-masalah perempuan. Beliau tidak hanya menulis tentang sosok Ibu Kartini yang sudah beberapa kali peringatan tulisannya dimuat di koran lokal Makassar, namun beliau juga aktif menulis hal-hal yang menyangkut perempuan yang amat jarang diulas oleh blogger - blogger lain. Agak 'berat' bahasannya kata blogger di grup.

Yah memang bahasannya mengenai Perempuan, Kekerasan dan Seks. Ini diperlihatkan dari keikutsertaannya secara aktif pada diskusi-diskusi publik. Kemudian menuliskan kembali materi tersebut di blog.

"Bukan gue banget.."

Kalau seorang Mugniar tidak peduli tidak mungkin satu seminar feminisme yang diikutinya akan menghasilkan empat artikel di blognya.

Melalui artikel dari blognya yang berjudul Mengapa Perempuan Perlu Belajar Gender, Seks dan Ham disebutkan bahwa dampak dari diskriminasi gender di antaranya adalah terciptanya perencanaan, kebijakan, atau program yang buta gender. Implikasinya adalah pengabaian bahwa perempuan dan laki-laki mempunyai kebutuhan, kepedulian, dan prioritas yang berbeda serta ketidakadilan bagi laki-laki dan perempuan dalam memperoleh akses, manfaat (dari perencanaan), keikutsertaan di dalam proses, kontrol terhadap sumber-sumber daya. 

Jadi jangan bilang lagi, "Ha? Kamu kan cewek...ngapain masuk teknik elektro." Itu gender....

Makanya mbak Niar, demian beliau disapa, memutuskan masuk jurusan paling seret wanita se Indonesia mungkin ya.... Anyway karena masih April...selamat Hari Kartini dan selamat menginspirasi buat mbak Mugniar lewat tulisan-tulisannya.

8 komentar:

  1. Aku juga ngebut nulis menjelang dateline. hehe. btw mba aku ijin minta fotonya mba mugniar ya, aku cantumin juga kok sumbernya ^^

    BalasHapus
  2. Selamat hari kartini ^^ tetaplah menginspirasi wanita Indonesia :)

    BalasHapus
  3. Iya ya saya jg jd kepikiran, kalo hasil seminar dibagi2 mjd bbrp tulisan..biar ga cape jg..

    BalasHapus
  4. makanya selalu ada to be continue di postingan seminarnya,hehe.. bagus juga biar nggak numpuk2 kerjaan dan bagus banget buat penasaran readers

    BalasHapus
  5. Masuk Teknik Elekro, lalu jadi ibu rumah tangga pula, hehehe .. itu kata beberapa orang. Alhamdulillah, semuanya menjadi proses panjang yang penuh berkah. Cewek Teknik kalo nulis jadi punya sisi pandang unik, iya kan Mbak Yervi? ;) (pasti setuju deh sama saya hehehe)

    Btw, terima kasih apresiasinya ya Mbak

    BalasHapus
  6. Asal jangan udah to be continue tapi sambungannya nggak diposting-posting ya. Siapa itu siapaa? *nunjuk muka sendiri* T_T

    BalasHapus
  7. Ah iya bener.
    Beberapa tulisannya mmg mengangkat tema feminisme. Dan beliau enak mengalir gitu nulisnya..

    BalasHapus