Laman

5 Facts About Breast Cancer You Have To Know



Alhamdulillah minggu lalu saya berkesempatan mengikuti seminar kesehatan. Topiknya gak jauh-jauh dari ‘anugerah’ yang diberikan Allah SWT pada saya hampir satu tahun lalu. Iyess tentang kanker payudara. Topik seminarnya aja keren yakni How To Increase Quality of Life By Carsinoma Mamae Management.
Pembiacaranya juga tak kalah keren. Dokter yang mengoperasi saya dulu Dr.dr Daan Khamri, Sp.B (Onk) dan seorang Kepala Perawat dari RS Kanker Dharmais. Nah tapi disini saya lebih tertarik mengulas kembali materi yang disampaikan oleh Dokter Daan.

Kenapa? Karena dari paparan tersebut saya menemukan fakta-fakta mengenai kanker payudara yang masih jarang dibicarakan orang-orang. Apa saja itu? Yuk mari disimak satu-satu.

1.    Most common cancer happened in the world

Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak terjadi di seluruh dunia. Kalau dipetakan kejadian kanker paling tinggi maka hasilnya akan seperti ini.



Di Indonesia sendiri berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2013 menyatakan pasien kanker payudara yang dirawat jalan dan rawat inap sebanyak 28.7% sehingga kanker payudara dinobatkan sebagai jenis kanker paling banyak diidap di Indonesia.

Di Sumatera Barat sendiri, data SIRS tahun 2013 juga memperoleh pembenaran berdasarkan data yang dirilis oleh rumah sakit RSUP M. Djamil Padang. Kecuali tahun 2010 karena rumah sakit rusak berat akibat gempa, setiap tahun data menunjukkan jumlah pasien kanker payudara yang bisa disebutkan bahwa ada satu pasien kanker baru setiap harinya . Ini hanya data pada salah satu rumah sakit. Sehingga memang kita semua pantas untuk siap-siaga menghadapi 'serangan' sel kanker dengan memperbanyak proteksi diri melalui mekanisme-mekanisme tertentu.

2.    Apakah hanya wanita yang menderita kanker payudara?

Adalah suatu mispersepsi  yang menyatakan bahwa hanya wanita yang bisa kena kanker payudara. Faktanya bahwa kanker payudara juga bisa terjadi kepada pria. Memang benar kalau jumlah wanita yang mengidap kanker payudara jauh lebih besar dari pria. Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa kasusnya hanya 1 % pria. Tapi ini artinya tidak menutup kemungkinan bahwa pria juga bisa mengidap kanker payudara.
Kenapa bisa begitu? Karena pada pria juga terdapat hormon estrogen dalam jumlah sedikit. Hormon estrogen pada pria berfungsi pada bagian-bagian tertentu saluran reproduksi pria.

Kita musti tahu bahwa sebagian besar kanker payudara pertumbuhannya didorong karena pengaruh hormone estrogen atau yang biasanya disebut estrogen receptor.  Karena itu keberadaan hormone estrogen ini memang paradox, disatu sisi bergungsi untuk pematangan organ reproduksi tapi disisi lain juga ‘menyerang’ organ reproduksi.

3.    Apakah kanker payudara hanya terjadi untuk wanita paruh baya?

Dari poin nomor dua kita bisa membuat kesimpulan bahwa resiko mengidap kanker payudara akan lebih besar kalau anda berjenis kelamin perempuan. Nah sekarang pada umur berapa pasien dapat terkena kanker payudara?

Dahulu memang faktanya kanker payudara lebih sering terjadi pada wanita dengan umur lebih dari 40 tahun.  Saat saya menjalani pengobatan radioterapi, rasio antara penderita berumur besar dan kurang dari 40 tahun  mungkin berkisar 1 : 4

Namun menurut dokter Daan akhir-akhir ini wanita dengan umur yang kurang dari 40 tahun juga didapati banyak mengidap kanker payudara. Pasien termuda yang pernah ditangani oleh dokter Daan sendiri berumur 22 tahun. Amat muda sekali…

4.    Bagaimana sel tumor berkembang

Dalam banyak kasus, pasien tiba-tiba saja menemukan benjolan yang berukuran cukup besar yang ternyata merupakan kanker. Banyak yang tidak percaya karena menganggap hari kemarin baik-baik saja.

Namun perlu diketahui bahwa sel kanker berkembang dari bibit kanker yang berukuran 100 µm hingga besar tidak dengan tiba-tiba. Butuh waktu bagi sel kanker untuk berkembang. Karena itu pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sangat dianjurkan untuk dilakukan setiap bulannya pada wanita yang telah berumur lebih dari 20 tahun.

Pertanyaannya dari mana sel kanker tersebut mendapat ‘makanannya’ hingga bisa berkembang? Tidak sama dengan virus, ataupun bakteri yang menyerang tubuh dimana tubuh merespon 'serangan' dari luar melalui antibodi. Sehingga biasanya tubuh akan memberi sinyal melalui demam, capek dari biasanya dan lain-lain.


Namun tidak demikian dengan sel tumor. Bibit tumor langsung direspon baik oleh tubuh. Dokter Daan mengandaikannya seperti tamu yang sedang berkunjung ke rumah. Si empunya rumah akan menyuguhkan segelas teh dan cemilan sebagai penghormatan atas kunjungan tersebut. Demikian juga ketika ada bibit kanker di dalam tubuh. Jaringan darah akan mensuplai makanan sehingga sel kanker makin lama makin membesar. Hingga ada kalanya sel darah sudah tidak mampu lagi/tidak mencukupi lagi menyuplai makanan, yang mengakibatkan inti tumor akan mati. Matinya inti tumor inilah yang menyebabkan lukak atau bernanah pada tumor.

5.    Apakah kanker dapat dicegah?

Iyess. Kanker payudara masih dapat dicegah dengan mekanisme yang bersifat primer dan sekunder. Tidak sama dengan kanker serviks yang dapat dicegah melalui imunisasi karena disebabkan oleh virus.
WHO merilis bahwa seperti kasus kanker payudara dapat dicegah, sepertiga lagi dapat disembuhkan dan sisanya tidak dapat disembuhkan namun penderita dapat diperbaiki kualitas hidupnya.

Bagaimana cara mencegahan kanker payudara?

Secara primer kanker payudara dapat dicegah melalui diet sehat pengontrolan terhadap hormon. Diet sehat dapat dilakukan melalui pembatasan jumlah kalori yang masuk, memakan makanan tinggi serat sayur dan buah, dan memakan makanan tinggi kalsium seperti ikan dan susu rendah lemak. Sedangkan hormonal control dilakukan terhadap wanita dengan resiko tinggi.

Angelina Jolie dapat dijadikan role model bagaimana pencegahan primer terhadap kanker payudara dilakukan. Karena nenek dan ibunya meninggal diakibatkan kanker payudara sehingga Angelina Jolie memutuskan untuk membuang payudara (baca:seluruh jaringan payudara) dan kemudian melakukan rekonstruksi bedah plastik untuk 'mengembalikan' payudaranya.

Sedangkan pencegahan secara sekunder didapat melalui screening terhadap individu/masyarakat yang beresiko tinggi mengidap kanker payudara sebelum terdapat gejala kanker payudara tersebut. Pada wanita yang memiliki sejarah keluarga yang mengidap kanker payudara seperti ibu atau nenek dan sebagainya, perlu dipertimbangkan adanya kemungkinan mutasi gen. Gen BrCa1 dan gen BrCa2 merupakan gen yang bersifat diturunkan dan merupakan penyebab kanker payudara akibat bermutasinya. Saat ini sudah dapat dilakukan pemerikasaan resiko kanker akibat mutasi gen BrCa1 dan BrCa2 di rumah sakit Kanker Dharmais dengan biaya pemeriksaan sekitar 30 juta rupiah. Wanita akan beresiko tinggi mengalami kanker payudara jika mutasi gen BrCa1 sebanyak 50-90% dan mutasi gen BrCa2 sebanyak 40%.

S

10 komentar:

  1. Ternyata Kanker Payudara itu bisa dari keturunan ya. Selain makanan tinggi kalsium, ada lagikah suplemen atau buah2an khusus untuk pencegahan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb Ipeh. yg dr faktor keturunan karena mutasi gen. klo secara teori sih g ada suplemen khususbya mb cm dg byk makan buah dan sayur tubuh kita jadi basa

      Hapus
  2. Wah info menarik Mbk, jadi pas ta'aruf harus paham betul ya riwayat sakit ini agar kedua calon pengantin siap dengan segala risiko ke depan

    BalasHapus
    Balasan
    1. ha...ha... tindakan preventif bgt klo sgt ya mb Naqi

      Hapus
  3. Tyap baca artikel ibu paati ane slalu jd was2..karna kakek (dari mama) katanya dlu kena kanker,tpi gtau kanker apa..mama kna kanker indung telur (sudah diangkat), n thn kmaren adek ane cewek ada 3 miom uk.kcil di payudara nya.. Ane jdi parnoan sendiri dibuatnya..entah itu trhadap kanket payudara,servix n lainnya.. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ane klo kita takut wajar sbgi manusia. tapi ketakutan gak akan berguna apa-apa. jadi prinsip lebih baik cepat drpd terlambat harus diyakini Ane.

      Hapus
  4. Makasih sharingnya mba, ini bermanfaat banget buat saya dan banyak orang du luar sana.
    Pernah menyaksikan mereka yang akhirnya harus menyerah pada kanker payudara dan itu sedih banget.
    Makasih sudah mengingatkan pentingnya menjaga pola makan dan melakukan Sadari.

    BalasHapus
  5. Mba yervi ulasannya bagus..mba berobat di dhamais ya..saya juga..kapan2 ketemuan ya..klo pas jadwal dokternya

    BalasHapus
  6. Baca ini, bikin terharu dan baru tahu kalau mbak Yervi di'anugerahi' kanker payudara juga. Beberapa teman di KEB ada juga, di antaranya Indah Nuria dan Mbak Tri.
    Semangat terus ya :)

    BalasHapus
  7. Saya tiga bulan lalu mamografi alhamdulillah hasilnya baik Meskipun sering juga sadari tp ko blm sreg aja...

    BalasHapus