Laman

Agar Sukses Menembus Imigrasi Singapura


imigrasi, singapura, sukses

Dan tiba-tiba saja virus Zika mewabah di Singapura. Beberapa negara telah menetapkan status Travel Warning ke negara Singa tersebut. Indonesia baru sebatas Travel Advisory. Tentunya keadaan ini sangat tidak mengenakkan bagi Singapura. Bayangkan, ini kan sudah bulan September. Dalam tiga bulan ke depan sudah Desember, peak seasonnya liburan. Kaum-kaum pesuka belanja pasti sudah menantikan nih end of year great sale Singapura. Mungkin mereka sudah komat-kamit berdoa semoga badai virus zika cepat berlalu.

Nah berbicara negara pulau ini, mungkin gak ada habisnya ya. Bagaimana suatu negara yang tidak memiliki sumber daya alam, mampu menjadi salah satu negara yang diperhitungkan. Bayangkan, sumber utama pendapatan negara berasal dari sektor jasa. Singapura menjadi hub bagi kapal-kapal dagang yang melintasi selat Melaka. Ribuan pekerja dari Johor memasuki Singapura tiap hari. Bahkan antara Johor  dan Singapura juga terhubung melalui pipa penyaluran air kotor untuk disuling menjadi air bersih lagi di Singapura. Dan singapura mendapat ‘upah’ berupa sekian persen dari air bersih suling yang dikirimkan Malaysia. Aduuh…kalau ingat ini jangan-jangan air yang dipakai di hotel juga air suling.  Kisah Singapura memang membuktikan bahwa keterbatasan memang menjadi lecutan untuk kreatif.

Salah satu yang keren sekaligus serem di Singapura adalah imigrasinya. Kalau kita melihat petugas imigrasi yang dingin, cuek, gak ramah dan sedikit galak, mungkin itu sudah tipikalnya mereka ya. Tapi memasuki imigrasi Singapura mempunyai kesan yang berbeda daripada imigrasi lainnya.

Mau tau kenapa bisa berbeza, kalau lidah Malay bilang.

Semenanjung Malaysia dan Singapura hanya terpisah oleh selat sepanjang 4 mil. Dalam waktu 30 menit sebenarnya sudah bisa ditempuh. Tapi malam itu, di penghujung bulan Mei, macet mendera kendaraan yang akan memasuki Singapura.
Kemacetan Menuju Singapura

Dari dalam bis, rombongan sudah diwanti-wanti oleh tour guide kalau nanti sampai ada yang ‘tertahan’ di imigrasi, kita musti tetap tenang. Tour Guide juga menyampaikan pertanyaan-pertanyaan ‘interogasi’ yang sering disampaikan.

Lho memang kenapa? Kok segitunya sih, pake sampai-sampai diinterogasi segala? Kan kita orang baik-baik. Datang bukan untuk makar tapi urusan akademik. Nah, bagi yang baru pertama kali memasuki Singapura via Johor, tentunya akan memiliki pertanyaan yang sama. WNI memang menjadi manusia kasta kedua ketika masuk Singapura.

Begitu turun dari bus, suasana sudah semakin gak mengenakkan. Melihat orang-orang berlarian menuju ke suatu arah yang sama, bikin tambah panik. Entah mengejar apa atau dikejar apa. Maka psikologi massa pun berlaku. Kami terbawa arus, ikutan berlari walaupun tidak tahu apa yang sebenarnya dituju.
Yang pasti ikuti saja arah pergerakan massa. Ternyata pergerakan kepanikan tadi bermuara di ruangan pemeriksaan custom. Antrian sudah menggular. Inilah penyebab orang-orang tadi berlarian. Ingin memasuki Singapura.

Dag Dig Dug Di Meja Imigrasi

Terus terang, saya juga dag-dig dug saat antrian. Bolak-balik meyakinkan kalau KTP, Passport dan isian yang harus diserahkan sudah ada disaku depan tas. Ternyata saya sama sekali tidak ditanya apa tujuan datang dan untuk berapa lama, sebagaimana biasanya kalau memasuki Malaysia.

Alhamdulilah saya lancar di meja imigrasi. Namun ada satu yang mengundang tanda tanya ketika di meja imigrasi. Layout-nya amat berbeda dari meja-meja imigrasi yang pernah saya lihat. Kalau biasanya kita berhadap-hadapan dengan petugas, sehingga layar monitor membelakangi kita, nah untuk di Singapura posisinya cukup unik.

Layar monitor computer berada pada posisi menyamping dan kita bisa melihat layar tersebut dengan mudah. Tapi jangan senang dulu, yang dilihat hanya layar buram kehitaman tanpa ada tulisan-tulisan dan foto. Tapi kok petugasnya tetap nge-klik klik ya, berarti ada sesuatu yang terpampang pada layar, tapi kita tidak bisa melihatnya. Disitu kecanggihan Singapura.

Tips Aman Memasuki Imigrasi Singapura Via Johor

1.    Bawa barang bawaan sedikit mungkin. Karena mobil/bus harus dikosongkan dari bawaan termasuk makanan, minuman apalagi travel bag. Di imigrasi Malaysia, masih enak karena semua bawaan masih dibolehkan di dalam mobil. Jika membawa anak kecil pastikan ada orang dewasa yang jumlahnya sama dengan anak.

2.    Pastikan anda membawa KTP yang memiliki kesamaan data dengan data di passport. Jadi ceritanya saya ketemu seorang ibu dalam perjalanan kapal fery dari Singapura ke Batam. Beliau cerita kalau ditolak masuk Singapura karena tanggal lahir di KTP berbeda dengan tanggal lahir di Passport. Setelah dibiarkan di ruang interogasi selama hampir dua jam dan sambil nangis2, keputusannya tetap si Ibu itu harus kembali ke Indonesia.

3.    Kalau nama anda merupakan nama-nama pasaran, maka siapkan diri untuk masuk ruangan interogasi ya. Kolega saya yang bernama Hendra Gunawan, tiga kali masuk Singapura lewat Johor, tiga-tiganya harus melalui ruangan interogasi terlebih dahulu. Coba aja serach yang bernama Hendra Gunawan ada berapa di Internet. Jadi ucapkan syukur Alhamdulillah anda yang punya nama unik, seperti saya Yervi Hesna yang tidak mudah ditebak laki atau perempuan.

Baca : Yervi Hesna Satu Nama Berjuta Cerita

4.    Bagi anda yang mempunyai nama-nama yang berbau Islam, juga dari track recordnya sering kesandung di imigrasi Singapura. Nama-nama yang diawali dengan Muhammad, atau terlau ke arab-araban seperti Miftahul Qolbi.

5.    Pastikan juga bagi anda yang mempunyai nama yang terdiri dari satu kata, dibuatkan menjadi dua suku kata atau lebih pada Passportnya. Misalkan teman saya yang bernama Andriani maka di passportnya ditulis Andriani binti ….

6.    Satu lagi, the last but not the least, usahakan jambang jenggotnya dicukur buat bapak2.

7. Kalau anda sampai masuk ke ruangan interogasi, usahakan tetap tenang dan menjawab diplomatis pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Petugas imigrasi tidak akan pilih-pilih kasih, anak-anak pun kalau ada yang tidak lengkap, maka akan digelinding masuk kesini. Durasi 'ditahan' biasanya sekitar satu jam. Pada beberapa kasus malah pintu dikunci dari luar. Kemungkinan besar ada kamera pengintai, jadi usahakan duduk tenang sambil menunggu dan berdoa.

Sebagai informasi, sepertiga dari rombongan saya ke Singapura tertahan di ruang pemeriksaan. Semuanya ter'diagnosis' memiliki salah satu dari ciri-ciri di atas. Okay, selamat berliburan ke Singapura bagi yang merencanakan.



                                                                             **AV**


17 komentar:

  1. Imigrasi emang selalu bikin deg-degan, haha... Saya waktu ke Sin lewat Changi sih dan Alhamdulillah lancar. Justru masuk Johor yg dikepoin, karena itu 1st time sy ke Malaysia. Pulang lagi ke Sin dr Johor lancar2 juga.

    BalasHapus
  2. Hihi, temenku namanya Zaenal Abidin juga selalu masuk krangkeng dulu setiap ke Spore. :D

    BalasHapus
  3. Pasti deg2an banget ya mbak menunggu pemeriksaan akhirnya bisa lancar juga ke Singapuranya :)

    BalasHapus
  4. Aku pernah tertahan di ruang imigrasi Singapura loh haha.

    BalasHapus
  5. wah wah, infonya menarik banget khususnya untuk aku yang belum pernah ke singapura

    BalasHapus
  6. Yaampun agak serem juga yah lewat imigrasinya hehe. Ku kira gampang2 aja ke spore :D

    main juga ya keblogku: www.imusyrifah.com

    BalasHapus
  7. saya juga deg-degan tiap lewat imigrasi kak :D
    apalagi waktu jadi tkw di HK, wahhh takut banget kalau salah-salah apa gitu dokumennya
    niat kerja soalnya. Pengalaman banget ini Kak.

    BalasHapus
  8. Duh, ciri-ciri orang Islam berarti dicurigai ya. Jenggot, nama Islami, apalagi cadar ya...

    BalasHapus
  9. Waduw, serem juga ya.
    Ini pengetahuan baru buat saya karena belum pernah ke luar negeri.

    BalasHapus
  10. Bermanfaat banget infonya karena pengen tahun depan ke singapura. Kalo alamat domisili di passport ama ktp beda gimana ya, kudu bikin ulang kah mbak?

    BalasHapus
  11. Duh, saya jadi inget kejadian ibu-ibu selfih di kantor imigrasi Singapura. Seketika itu dia langsung digiring sama petugas yang ampun ga ada ekspresi banget. Salah si ibunya sih yaa, kudunya selfih mah jangan pake flash. :(

    BalasHapus
  12. Nahh.. Saya dua kli tertahan di imigrasi singapur. Cm gara"nm. Nm saya kn berbau islam bnget. "Firman "..ohh.. Singapur u kejam tp mengasyikan.. Kwkwkwmwm

    BalasHapus
  13. Belum pernah masuk di imigrasi SIngapura sih mba. Padahal pengen ke SIngapura :)

    BalasHapus
  14. Kalau namanya cuman romi aja gimana? Suami saya namanya cuman satu suku kata saja.

    BalasHapus
  15. Saya pernah ke SG pertama kali lewat Batam krn buku masih kosong tanpa cap jadi di interogasi lucunya sy gk nginep bilangnya keliling Sg aj mau selfie2 ditanya polos gtu aj eh dompet diperiksa Untung sy bawa $150 saat itu 5 menit selesai wawancara keluar Vivo Citi imigrasi merdeka keliling Sg yg pertama berbekal Google gk nyasar he...he...

    BalasHapus
  16. Hahaha saya pernah masuk office singapura mgkin krn nama.sya fitri
    Padahal saya kristen
    Singapuraaaaa why you so monster

    BalasHapus