Laman

Pastikan Kamu Tahu 5 Alasan Mengapa Lembar Jawaban Ujian Harus Ditulis Dengan Rapi dan Bersih

Alasan, mahasiswa, menulis, ujian, rapi, bersih

Pastikan Kamu Tahu 5 Alasan Mengapa Lembar Jawaban Ujian Harus Ditulis Dengan Rapi dan Bersih - Hai, ketemu lagi di rubrik Dunia Kampus. Menyambut masa ujian tengah semester yang sudah di depan mata, kali ini kita akan membahas tentang salah satu upaya mahasiswa dalam ‘mencuri’ nilai. Udah tahu kan ya salah satu strategi supaya mendapat nilai ujian bagus, disamping dapat menjawab dengan benar soal yang ditanyakan dosen, juga memaksimalkan probabilitas dalam mendapatkan subjective point dari dosen.

Memangnya dosen tidak menilai jawaban mahasiswa dengan objektif?

Eitss..tunggu dulu. Secara teoritis, pastilah lembar jawaban ujian mahasiswa dinilai secara objektif. Tapi selagi dosen itu masih mahasiswa, maka faktor subjektifitas tetap akan selalu ada.

Subjektifitas dosen disebabkan karena apa ya? Monggo di scroll terus ya.

Sejalan dengan perkembangan IT, kegiatan tulis menulis dengan pena dan kertas sudah semakin jarang dilakukan. Mahasiswa semakin jarang terlihat membawa buku tulis ke dalam kelas. Sebagian mungkin berpandangan bahan ajar dari power point dosen, sudah cukup untuk dipelajari. Sehingga malas untuk mencatat poin-poin penting dari penjelasan dosen di kelas. Kalau pun ada, itu pun gak banyak. Paling banter cuma satu halaman terisi untuk satu kali pertemuan. Belum lagi ada juga sebagian mahasiswa yang memang malas mencatat, hanya mengandalkan kopian dari catatan mahasiswa yang paling rapi dan pintar. Mahasiswa yang hobi IT mungkin mencatat dengan menggunakan gadget sehingga catatan bisa ditelusuri per semester.

Baca juga 10 Hal Yang Bikin Dosen Jengkel Di Kelas

Coba bandingkan mana yang paling banyak buku tulis saat SMA atau saat kuliah? Bikin peer pun sekarang sudah banyak diketik di komputer lalu di print. Alasannya biar rapi dan cantik karena banyak ilustrasi dan imaji. Saya teringat ketika praktikum  Fisika Dasar dulu, laporan praktikum harus diketik dengan mesin tik atau menggunakan tulisan tangan. Salah satu alasannya memang untuk menghindari dari copy and paste.

Tak sadar, kebiasaan menulis bagi mahasiswa menjadi terbatas di seputar bikin peer dan ujian. Seperti orang bilang lancar kaji karena diulang, minimnya penggunaan kertas dan pena dalam kegiatan mahasiswa, secara pasti membuat kemampuan dan hasil tulisan mahasiswa menjadi jelek.

75% tulisan mahasiswa di lembar jawaban adalah tulisan yang jelek.   

Kenapa saya sebut jelek? Tulisan yang baik adalah tulisan dengan menggunakan huruf-huruf relatif besar atau cukup proporsional (besarnya huruf yang digunakan pas. Tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan tinggi baris.) Huruf-huruf yang digunakan dalam membentuk kata dan kalimat, dengan mudah bisa dilihat dengan jelas. Yang pasti membaa tulisan tersebut tidak membuat mata cepat lelah.

Nah, bagaimana bentuk tulisan yang jelek?

1.    Versi pertama dari contoh tulisan yang jelek adalah tulisan dengan huruf-huruf yang ditulis terlalu kecil. Seperti contoh diatas walaupun tulisan dengan cukup rapi, tapi huruf-hurufnya terlalu kecil, hingga mata dosen harus mengerinyit membacanya.
Kamu bisa baca gak? Ini imuut banget soalnya


2.    Tulisannya cukup besar dari segi huruf yang digunakan, tapi tidak rapi.
Kalau saya bilang, ini penulisan aneh.

3.    Tinggi rendah huruf tidak sama. Sehingga tulisan tidak indah dipandang
Tulisan slengek'an

4.    Huruf-huruf ditulis terlalu langsing. Tulisan yang ditulis dengan huruf tinggi langsing  membuat perih mata dalam memandang.

5.    Tulisan yang cenderung miring ke kanan.
Tulisan yang baik adalah tulisan yang tegak lurus ke atas. Namun tidak banyak orang yang mempunyai tulisan seperti itu. Kebanyakan orang mempunyai kecenderungan tulisan yang miring. Secara ergonomis, tulisan yang miring kekiri lebih baik dari tulisan yang miring ke kanan.
Awas, kepala bakal pegel!

Sekarang sudah tahu kan tulisan jelek itu kayak apa? Kira-kira tulisan kamu masuk kriteria diatas gak. Semoga tidak.

Kalaupun iya, nah sekarang saatnya kamu harus meubahnya saat ujian nanti. Kamu harus bisa dan mampu menulis jawaban ujian dengan rapi, bersih dan dengan ukuran huruf yang proporsional. Untuk itu sebelum ujian kamu harus sering-sering latihan menulis hingga tulisanmu masih bisa bagus kalau ditulis dalam keadaan cepat dan tergesa-gesa karena limitasi waktu ujian.
Harusnya tulisan di kertas ujian kayak gini, bersih dan indah dipandang. Mood booster bagi dosen

Kamu mau tahu kenapa kamu harus menulis jawaban ujian dengan rapi dan bersih? Ini dia….cekidot.


1.    Memeriksa kertas ujian yang tinggi bertumbuk itu, bagi dosen butuh energi yang besar juga lho. Terkadang butuh mood booster tersendiri untuk memulainya. Beberapa dosen memilih mood booster tertentu untuk memulai memeriksa lembar ujian mahasiswa. Ada yang mungkin akan mengambil kertas ujian dari mahasiswa terpintar. Dan tidak menutup kemungkinan dia juga akan meilih memulai memeriksa lembar jawaban dari mahasiswa yang paling bersih, rapi dan huruf-hurufnya gak bikin sakit mata.

2.    Diatas saya sudah bilang ya, bahwa akan selalu ada unsur subjektifitas dosen dalam memeriksa lembar ujian mahasiswa. Dari pengalaman maka tulisan mahasiswa yang jelek akan mempunyai kecenderungan dinilai dengan nilai yang jelek pula.
Maksudnya gini, misalnya dari jawaban kamu harusnya dapat poin 5. Tapi karena tulisan kamu jelek, bisa saja kamu dapat poin 4.

“Udah jawaban gak jelas, tulisannya jelek lagi,” ujar sang dosen. Tulisan jelek bikin dosen bĂȘte.

3.    Oh ya, dosen dalam hal memeriksa lembar ujian mahasiswa, cenderung untuk prokrastinasi juga lho. Tapi ini bisa dimengerti, dosen kan sibuk. Kesibukannya gak cuma ngajar. Biasanya lembar jawaban UTS dan UAS akan diperiksa dalam waktu yang berdekatan. Jadi kalau misalnya dosen itu mengajar satu mata kuliah ada tiga kelas berarti aka nada 6 tumpukan kertas jawaban yang akan diperiksa. Seperti saya bilang tadi, meriksa lembar jawaban ujian itu, walaupun Cuma duduk dan diam saja, capeknya mungkin lebih capek daripada ngajar di depan kelas. Konsentrasinya harus tinggi dan ini memakan energy. Terkadang kepala sudah panas karena lelah dan kesal melihat jawaban ujian mahasiswa.

So, kamu bayangkan, dosennya udah keluar tanduk di kepala, tulisan kamu jelek juga, ancur deh.

4.    Sekarang tulisan kamu jeleknya sama kayak tulisan dokter di slip resep obat. Nah ada kemungkinan dosen kamu tidak mampu membaca tulisan kamu dengan baik. Itu berarti dosen tidak mampu menangkap jawaban yang kamu tulis. Berarti kamu kehilangan kesempatan untuk dapat nilai lebihnya.

5.    Yang kelima apa ya. Pokoknya tullisan kamu harus bersih dan rapi deh. Biar inner kamu kelihatan.

Ya udah gitu aja. Selamat ujian ya..semoga ujiannya sukses dan sukses juga nilainya. Jangan lupa pastikan lembar jawaban ujian kamu ditulis dengan rapi dan bersih.:)


**AV**

26 komentar:

  1. Kalau langsung tau jawabannya saya bakalan rapi mbak tulisannya tapi belum tau jawabnnya kadang mikir dulu eh di akhir waktu ngebut deh nulisnya haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan dijamin gak benar jg jawabannya mb Tis

      Hapus
  2. Nah iya tuh, anak sekarang tulisannya jarang yang rapi. Kebiasaan nulis di gadget sih. Eh ini anakku doang kali, hihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mgkn krn ga belajar tulisan tegak bersambung kayak dl mb

      Hapus
  3. Dosenku ada yang teliti banget kalau jawab di kertas jawaban tapi tulisannya kurang rapi. Ini mengurangi nilai mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi... Hi... Untungnya Saya blm begitu mb

      Hapus
  4. Yey, dulu termasuk rapi pas ujian. Kasian dosen ya mba jd belekan, ini tulisannya apa jadinya ngaruh k nilai deeh

    BalasHapus
  5. aku malah ga rapi nulis kalo ujian hahahha
    soalnya nulisnya mepet jam semacam terinspirasi karena kepentok jam, tadinya ga bisa jawab jadi bisa jawab kwkwkw

    BalasHapus
  6. jadi ingat masa kuliah lembar jawaban pakai double polio...untung tulisan ku nggak jelek-jelek amat jadi diingat dosen :D

    BalasHapus
  7. Ya ampuuun susah banget bacanya, jadi ingat zaman jadi asisten dosen, duuuh itu pusing baca tulisan yang kecil-kecil. Mana dikejar-kejar kalau nilainya kecil, hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata ngejar dosen sdh jd penyakit mahasiswa ya mb

      Hapus
  8. Mahasiswanya harus belajar menulis yang rapi dan bersih lagi, ya... Supaya yang meriksanya gak pusing.

    BalasHapus
  9. Iyaaaaa... setuju banget kalau tulisan kita untuk peer atau kerjaan dari guru/dosen itu harus rapi. Biar nggak pening ini mata gurunya LOL

    BalasHapus
  10. Jadi membayangkan tulisan saya waktu kuliah, hahah. Mohon maaf pak bu dosen :D Alhamdulillah ga ada yang ngulang

    BalasHapus
  11. saya pernah ujian makul Menulis, aseli pegel bgt, nulis melulu.....udah jarang nulis panjang2

    BalasHapus
  12. Astagfirullah...saya banget inih x)). Apalagi dulu waktu kuliah bener2 ga pernah nulis pake tangan. Keseringan langsung di komputer. Jadi jangan tanya tulisan saya sampe sekarang kaya apa. Bukan cakar ayam lagi bentuknya, tapi kaya cakar kepiting :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduuh Ipeh...saya baru tahu kalau ada cakar kepiting

      Hapus
  13. Ahaha dlu tlisanku imut imut kaya yg gambar pertama mbak, tp skrang mulai aku bagus-bagusin kalau lg ujian, sayang aja klo jwaban betul, tp g dinilai gegara tlisan amburadul.

    BalasHapus
  14. Tulisanku rapi .... tapi kalau nulisnya banyak semakin lama semakin berantakan

    BalasHapus
  15. aku ingat sama dosenku dulu kalau tulsi jawaban kaayk guru bhs indonseia. huruf pertama harus huruf besar , selesai ada tanda titik. tapi itu jadi kita bikin tertib menulis denagn baik. Anak sekarang rata2 banyak yang gak pakai tanad baca, jadi bingung mengartikan kalimat karena ramcu nyambung2

    BalasHapus
  16. Huaa.. jadi ingat jaman kuliah dulu. Kalau ujian pasti pegel-pegel karena nulis panjang x lebar. Dan bener banget, tulisan rapi ada nilai plus tersendiri.

    BalasHapus
  17. Aku pernah punya pengalaman mengajar dan memang tulisan canggih tak terbaca itu bikin jengkel ya mbaaa

    BalasHapus
  18. Bagaimana cara mengajar privat dengan murid yang suka memandang rendah gurunya ya?
    apa tidak usah diteruskan apa diusahakan?
    thank

    BalasHapus
  19. sebagai mahasiswi hukum, nulis pas ujian itu PR banget makanya saya paling lega kalo dosennya menulis jawablah dengan singkat dan jelas di soal karena jawaban ujian hukum itu biasanya panjang panjang. Kalo udah disuruh nulis di folio... duh ibu dan bapak dosen, jangankan ibu dan bapak yang baca, kami yang mahasiswa juga stress nulisnya, hihihi, bercandaaa.

    BalasHapus