Laman

#WeTalkAboutCancer : First Time I Found Cancer In My Breast

wetalkaboutcancer, breast cancer

Hai...hai.... Senang sekali #wetalkaboutcancer akhirnya launching hari ini. Sebuah program kolaborasi dengan mbak Indah, survivor kanker payudara yang kesehariannya bertugas sebagai diplomat Indonesia di PBB.

Selamat menikmati #wetalkaboutcancer ya. Semoga makin menambah #breastcancerawareness kita.

Baca juga ==> Indah Nuria Savitri : Berkenalan dengan kanker.

***


Saya tak kan pernah lupa hari itu. Hari yang teramat mengguncang kehidupan saya. Yang selanjutnya membawa perubahan besar dalam hidup saya, hingga kini dan nanti.

Apakah Itu Pertanda?

Awal Mei 2015 sebelum saya terdiagnosis kanker payudara, saya mengontak mbak Tri Wahyuni Zuhri untuk memiliki bukunya. Tidak ada niatan khusus untuk memiliki buku itu. Saya Cuma ingin memiliki buku-buku yang bersifat memoir. Siapa tahu saya bisa belajar menulis dari sana. Tak disangka, buku ini akan menemani hari-hari saya yang akan datang dalam menyembuhkan penyakit ini.

The Time When The Happiness and The Sadness Comes Together

Jumat pagi di pertengahan Juni 2015, seperti biasa adalah jadwal saya mengajar di kampus. Seperti biasanya, setelah mengantar anak-anak ke sekolah dan penitipan, saya bersiap-siap untuk berangkat. Saat baru saja membuka bra untuk bersiap mandi, ada sesuatu yang gatal di payudara kanan dan saya menggaruknya agak keras. Tanpa sengaja saya menemukan ada ‘sesuatu’ di sana, sebuah benda padat. Jantung otomatis berdegup kencang. Ada kekhawatiran disana. Saya langsung melakukan pengecekan dengan memberikan penekanan di kedua payudara. Ternyata benda itu hanya ada di payudara kanan. Ya Tuhan, berarti memang ada ‘sesuatu’ disana.

Tak ingin berlama-lama dengan perasaan takut, khawatir akan sesuatu yang belum jelas, hari senin saya langsung meminta surat rujukan ke dokter bedah onkologi.  Setelah pemeriksaan dan konsultasi, dokter bedah onkologi memastikan bahwa memang ada keganjilan pada payudara kanan saya dan beliau merujuk untuk dilakukan USG Mamae.

Bertepatan dengan pemeriksaan tersebut, pengumuman kelulusan tes program doktor di Fakultas Ekonomi Unand diumumkan. Dan saya menempati urutan pertama kelulusan. Papa sangat gembira menyambut berita tersebut. Saya memang belum memberitahu tahu beliau akan adanya benjolan di dalam payudara saya. Namun itulah yang terjadi. Berita sedih dan gembira datang bersamaan dan bergumul menjadi satu. Sungguh aneh rasanya, sedih sekali tidak, gembira sekali juga tidak. Sangat datar, biasa saja.
Dan vonis kepastiannya, baru saya terima dua hari kemudian. Memberitahukan orang-orang terdekat adalah sesuatu yang sama sakitnya dengan penyakit yang diderita.
Vonis itu....


How A Breast Cancer Classified?

Berbagai penelitian ilmiah menyebutkan bahwa penyebab spesifik  untuk kanker payudara hingga kini belum diketahui secara pasti, tetapi banyak faktor diperkirakan bisa meningkatkan resiko terkena kanker payudara. faktor resiko merupakan sesuatu yang meningkatkan probabilitas untuk menderita kanker payudara. beberapa resiko bisa dihindari seperti akibat gaya hidup tetap resiko yang berasal dari faktor keturunan tidak bisa dihindari. Namun kita harus selalu optimis karena mempunyai faktor resiko tidak selalu diartikan bahwa kita akan menderita kanker payudara, juga sebaliknya.  Untuk itulah kita selalu senantiasa waspada.
Sumber National Breast Cancer Foundation
Untuk mengenal tipe kanker payudara, dapat dibedakan berdasarkan letak/posisi massa kanker di payudara dan berdasarkan respon sel kanker terhadap tes histokimianya. Kita bahas satu-satu dulu ya. Yang pertama tipe kanker payudara berdasarkan letaknya di payudara.
1.    Ductal Carsinoma in Situ (DCIS). Tipe kanker payudara ini, massa kankernya terdapat di pipa (duct) jaringan susu
2.    Invasive Ductal Carsinoma (ICS). Tipe kanker payudara ini mirip dengan DCIS namun massa kankernya sudah menginvasi daerah sekitar pipa/jaringan susu.

Sel Kanker dan Jaringan Susu (courtesy National Breast Cancer Organisation)
3. Inflammatory Breast Cancer. Tipe kanker payudara imflammatory adalah tipe yang jarang ditemukan. Khasnya tipe ini tidak terdapat benjolan/massa kanker namun terjadi perubahan pada bentuk dan warna kulit payudara.
4.    Metastase Breast Cancer. Kanker payudara yang telah bermetastase artinya sel kanker telah berkembang dan tersebar baik di di dalam payudara maupun menyebar ke organ-organ lain.

Inflammatory dan Metastase kanker payudara
Penggolongan kanker payudara yang kedua juga dapat dibedakan respon sel kanker terhadap tes histokimia.
1.    Luminal A, Dari hasil tes didapatkan sel kanker responsif terhadap hormon estrigen (Er +) dan hormon progesteron (Pr +) sedangkan Her2 negatif. Ki-67 < 20% menandakan tingkat proliferasi yang rendah.
2.    Luminal B. Hampir sama dengan Luminal A tetapi hasil tes mempunyai Ki-67 > 20%
3.    Her2 positif. Tipe kanker inilah yang merupakan tipe kanker payudara yang disebabkan oleh mutasi gen. Tipe kanker Her2 positif, akan menyebabkan faktor resiko akan mengidap kanker akan lbih tinggi pada anggota keluarga lainnya. Angelina jolie melakukan mastektomi dan reproduksi payudara karena mempunyai faktor resiko akibar ibunya yang menderita her2 positif.
4.    Tripel Negatif, Tes histokimia menghasilkan bahwa sel kanker tidak responsive terhadap estrogen, progesterone maupun terhadap Her2. Sepintas tipe ini kelihatan aman karena tidak respon terhadap semua tes, tetapi sesungguhnya tipe ini menyulitkan untuk menentukan treatment yang akan dilakukan. Tipe ini merupakan tipe kanker payudara yang jarang ditemukan.

Faktor Keturunan?

Nenek saya memang menderita kanker payudara pada tahun 1991 dan beliau wafat pada Januari 1994. Medio Sembilan puluhan memang edukasi kanker payudara amat minim apalagi media internet belum ada. Sehingga memang nenek memberitahukan penyakitnya ketika sudah stadium lanjut.

Walaupun saya sendiri tahu bahwa pada kanker payudara, semakin besar resiko terjangkiti dengan adanya faktor keturunan, namun sesungguhnya saya sendiri tidak menyangka akan  menderita juga. Pertama mama dan maktuo (panggilan kakak perempuan Ibu di Minang) keduanya tidak menderita kanker payudara. Mama bergolongan darah B. Berarti nenek kemungkinannya kalau tidak bergolongan darah B juga atau golongan darah O. Sedangkan saya bergolongan darah AB. Jadi saya pikir saya akan aman kalau menelisik golongan darah.

Faktor kedua, saya menyusui ketiga anak saya hingga dua tahun lebih. Sikembar Dhila Thiya saya sapih menyusu pada Maret 2014. Saya berpikir dengan menyusui ketiga anak saya, saya benar-benar sudah aman.  Setelah itu saya memang lalai. Jarang sekali saya melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).  Semuanya terlupakan begitu saja. Tak pernah lagi memikirkan tentang kesehatan payudara. Tak pernah lagi timbul kesadaran akan bahaya kanker. Seperti saya bilang tadi, saya benar-benar sudah aman. Seperti prediksi dokter, bahwa kanker ini sudah ada dalam payudara selama setahun ini. Tidak lama berselang sejak payudara sudah tidak lagi berfungsi. Sungguh saya tidak menduga.

Namun dari buku yang saya baca, bahwa faktor keturunan hanya berpengaruh 5 – 10% terhadap peningkatan resiko terjangkiti kanker. Tapi apa boleh buat gen BRAC1 dan BRAC2 mungkin telah diturunkan kepada saya, bahkan disaat itu kanker belum ada di tubuh nenek saya. Dan seperti  dokter spesialis radiologi bilang, bahwa penyakit kanker sekarang banyak diakibatkan atas faktor-faktor yang tidak bisa kita hindari. Boleh jadi kita sudah menghindari makanan-makanan pabrikan. Boleh jadi kita sudah menghindari lingkungan yang terpapar kimia. Tapi kita tidak pernah bisa menghilangkan sepenuhnya factor dari luar yang mungkin saja berefek tidak baik bagi kehidupan kita. Jadi kuncinya memang harus ikhlas dan tawakal terhadap sesuatu yang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT kepada kita.

*AV*

5 komentar:

  1. Semoga keikhlasannya berbuah manis ya Mba... sekarang mba gimana kabarnya? dan pengobatan apa saja yang dilakukan sebagai ikhtiar?

    BalasHapus
  2. Ahh..bacanya bikin melow..

    Insyaallah dikuatkan menghadapi semuanya ya Mba. Tak ada kata2 lain kecuali penyemangat dan doa dari sini.
    Semoga selalu diberikan kekuatan dan kesabaran.

    BalasHapus
  3. Saya malah gak ada keturunan kanker sama sekali, tapi dulu jaman masih gadis ada benjolan di payudara kanan dekat ketiak. Tapi oleh doter dibilang belum menjadi tumor. Jadi cuma dikasih obat aja, tapi udah ketakutan gitu.

    Semoga ada jalan kesembuhan ya mbak, adik dan kakak ipar suami juga pernah operasi karena ada benjolan di payudara. Tapi alhamdulillah bukan yang ganas. Ibu mertua juga, jadi saya berusaha menjaga anak-anak (laki2) agar tidak jajan sembarangan. Kan ada juga penderita laki-laki ya.

    BalasHapus
  4. Saya juga akhir-akhir ini lupa SADARI. Harus selalu diingat terus :(

    BalasHapus
  5. Jd dari gaya hidup kurang sehat juga bisa menyebbkan resiko kanker ya mna

    BalasHapus