Laman

Kangen Dari Alam Kubur

hari ibu, piatu, kangen, kubur

Tahukah kamu teman, hal apa yang paling menyedihkan hati ketika baru kehilangan seorang Ibu?

Sini, kuberitahu.

Sesuatu yang disebut Kenangan!

Aku masih ingat, ngilunya hati ini setiap mendengar lengkingan mobil ambulance. Terbayang sudah perjalanan panjang membawa jenazah mama dari Bengkulu hingga ke makam beliau di Bukittinggi. Aku juga pernah terkaget, ketika suatu hari mendengar klakson mobil Toyota Vios – mobil kantor mama -  berbunyi tepat di depan rumah. Dan dulu aku masih menangis, apabila berpapasan dengan mobil itu di jalan.

Dan sejak setahun ini, aku tak lagi menempati rumah yang dulu ditempati bersama mama semasa hidup. Awalnya berat sekali untuk memutuskan pindah. Tapi rumah baru ini, merupakan tanda cinta Mama untuk tiga cucu perempuannya. Tapi untuk itu, maka aku tak dapat lagi menikmati kenangan kesibukan mama di pagi hari. Hal-hal yang dikerjakannya di rumah, dimana dia istirahat di sore hari selepas pulang kerja dan juga situasi saat 'pembicaraan serius' kami saat mama pulang terakhir ke Padang.

Kenangan, adalah pengikat kamu dengan ibumu jika beliau telah tiada. Dimensinya banyak, tidak hanya waktu. Tapi juga tempat. Dan ini kuat. Jika kamu lihat ranjang tidur ibumu, maka indera penglihatanmu seolah-oleh melakukan kamuflase, bahwa disana ada Ibumu yang tengah tertidur lelap. Jika kamu melihat koleksi baju ibumu, tanganmu tak sadar untuk memeluk dan menyentuhkan, seakan-akan tubuhnya masih dibungkus oleh baju itu.

Kenangan itu terkadang menyakitkan.


Tahukah kamu, teman. Seperti apa perihnya kehilangan Ibu?

Kamu tidak punya lagi, seorang wanita yang senantiasa membelai kepalamu mesra. Yang karena sentuhan tangannya mampu membuat ragamu jatuh tertidur di pangkuannya.

Kamu tidak punya lagi, bahu wanita itu, tempatmu menangis mengadukan kegundahanmu. Kamu menangis disana, seakan-akan bahu itulah penyelamatmu.

Kamu tidak mendengar lagi, segala kebawelannya, segala kenyinyirannya, yang dulunya semasa hidup terasa amat membelenggumu.

Begitu Ibu berpulang, kamu akan merasakan kehilangan yang dalam seperti anak kecil yang dilepaskan pegangan tangan ketika belajar berjalan. Kamu tergagap, kamu gamang, kamu ketakutan akan hari depanmu tanpa Ibu.

Dan aku sudah merasakan itu semua.


Lalu, ketika rasa kangen ibu menghampirimi, apa yang akan kamu lakukan? 

Ketika kamu berjauhan dengan orang terkasihmu, kamu masih bisa meneleponnya, dan beritahu akan perasaanmu. Dan sampai saat itu tiba, kamu masih bisa bersua dengannya untuk melepaskan rasa kangenmu.

Tapi terhadap Ibu yang sudah meninggal, kamu tahu bahwa tak kan ada lagi perjumpaan. Maka dari itu, apa yang akan kau perbuat untuk mengobati kangenmu?

Buka-buka album foto? Menonton video layaknya dalam novel Sabtu Bersama Bapak? Atau menyempatkan Ziarah kubur.

Kuberitahu satu hal, teman. Meminta mimpi bertemu mama, adalah salah satu pinta setiap piatu dalam doanya. Aku tak ingat lagi kapan pertama kali aku bertemu Mama di dalam mimpi. Tapi yang kuingat adalah dalam mimpi itu mama mengajak menginap di hotel pada kami semua, syukuran karena diberi amanah baru.

Tahukah kamu teman, itu adalah satu-satunya janji yang tidak sempat ditunaikan mama semasa hidup dulu. Tapi mama membayarnya di alam mimpi.

Di kesempatan mimpi yang lain, kadang-kadang jalan ceritanya tidak jelas. Tidak jelas dimana settingnya, tidak jelas sosok mama seperti apa. Kadang malah sosoknya tampak nyata, namun tanpa suara. Tapi di saat lain, suaralah yang dominan mengalahkan sosok. Tapi satu hal yang pasti, ada mama disitu. Dan itu sudah cukup mengobati kangenku.

Bermimpi sejenak cukup menghapus kerinduan akan sosok seorang Mama. Cukup menghadirkan sejenak bahwa momen kebersamaan ibu dan anak masih tetap ada, walaupun berbeda alam. Kamu tak kan bisa merasakan betapa gembiranya, betapa bahagianya, bertemu Mama di dalam mimpi, sampai kamu menjadi piatu.

Karena mimpi itu tidak pasti. Kapan datangnya, berapa lama mimpinya. Kadang bisa sering namun kadang lama tidak datang. Doalah yang bisa kamu panjatkan memohon kepada yang kuasa agar dipertemukan di dalam mimpi.

Dan mimpi terbaruku dengan mama, adalah mimpi yang kupinta pada-Nya beberapa hari sebelumnya.
Kuceritakan padamu, mimpi ini tidaklah sama dengan mimpi-mimpi sebelumnya. Yang terkadang aku hanya melihat dan mendengar Mama. Tapi kali ini tidak. Kami benar-benar berdekatan. Kami duduk bersisian. Tangan kami saling menggenggam. “Ma, evi rindu,” kataku pada Mama. Mama juga membalas menggangguk. Lalu aku menangis di bahunya.

Mimpi ini benar-benar spesial. Aku benar-benar merasa bersama mama, tidak sekedar merasakan kehadirannya. Tapi itu tak lama. Begitu terjaga, aku langsung menangis. Untuk pertama kalinya aku menangis sesegukan, setelah sekian lama tak pernah. Menangisi kehilangan mama. menangisi kehampaan hatiku tanpa mama.

Orang yang meninggal itu, tidak benar putus komunikasi dengan orang- yang masih hidup. Dia bisa berkunjung ke alam mimpi keluarga di dunianya. Mimpi ketemu orang yg sudah meninggal itu biasanya memang ruh mereka yang berkunjung ke kita - muktiberbagi.blogspot.com
Lamunanku teringat pada masa lebih dari sebelas tahun yang lalu. Di sebuah perjalanan Bandung – Jakarta, di atas kereta api Parahiyangan demi mengejar impian bekerja di High Rise Building Jakarta.

“Sudah sampai dimana, Evi?” tanya Mama. “Stasiun Karawang, Ma."jawabku.

Bunyi telepon di HP akan selalu bordering karena mama bertanya tentang keberadaan ku. Dan itu nyaris terjadi di sepanjang perjalanan selama dua setengah jam itu. Parahnya, tidak beberapa lama, papa juga bertanya akan hal yang sama. Saat itu, jujur ada perasaan terganggu akan keseringan tersebut.

Empat bulan lagi, tepat dua tahun Mama telah berpulang. Begitu cepat waktu berlalu, rasanya baru kemarin. Dan hari ini adalah hari Ibu. Aku tidak ingat kapan terakhir aku mengucapkan selamat hari Ibu pada Mama. Pun demikian aku tidak ingat kapan terakhir kali aku berfoto hanya berdua dengan Mama.

Satu hal yang pasti, yang bisa aku bagi denganmu adalah jikalau Ibumu masih ada, ucapkanlah bahwa kamu sangat menyayanginya. Kamu butuh ia hingga kapanpun. Karena tak ada yang tahu, siapa tahu ini Hari Ibu terakhir kamu dengannya. Walaupun sekarang kamu sudah jadi Ibu, tapi kamu akan selalu rindu menjadi seorang anak dari seorang yang kau panggil Ibu.

Tak ada yang bisa menggantikan sosok ibu. Namun jika Ibumu telah tiada, sesungguhnya kamu tidak benar-benar kehilangan dia. Ajaran-ajaran dari Ibumu masih kamu teruskan pada anakmu. Resep masakan dari dia, masih senantiasa terhidang di meja makanmu. Petuah dan nasihatnya masih tersimpan rapat di dasar hatimu. Anak-anakmu, senantiasa kamu ajak untuk selalu mendoakan neneknya.

Raganya memang sudah tidak bisa lagi kamu peluk. Sosoknya tidak bisa lagi kamu lihat. Alam-mu sudah berbeda dengannya. Tapi kuberitahu satu hal, Ibumu tidak benar-benar pergi darimu. Dia akan selalu ada untukmu. Dia akan selalu menemani perjalanan kehidupanmu. Karena dia ada dalam hatimu.

" Kau tak akan pernah kehilangan ibumu. Energinya akan selalu besertamu sepanjang hidup - Alberthiene Endah, dalam Athirah ".
Selamat Hari Ibu, Ma

21 komentar:

  1. Peluukk mba Yervi.. kalau kehilangan nya pas sudah besar mungkin susah menghapus semua kenangan nya ya mba, kalau aku kehilangan ketika kecil mungkin sudah banyak memori yang hilang, mesti masih merindukan kenangan itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Merindukan kenangan...ternyata kita beda 'kasusnya' ya Wita

      Hapus
  2. Sama mba. Ibu saya telah meninggal beberapa tahun lalu, tapi saya harus menempati rumah, menemani bapak yang sendiri.
    Kenangan bersama ibu masih ada. Selalu ada, di setiap sudut rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perasaan kita sama ternyata ya mbak Nur.

      Hapus
  3. Semoga ibu khusnul khotimah ya Mba. Peluk dari jauh.
    Hiks jadi kangen ibu tp blm bisa pulang.

    BalasHapus
  4. Sudah 8 tahun ini ibu saya meninggal Mba.. Memang seperti itu rasanya. Kadang di perjalanan, air mata tiba-tiba merembes keluar ketika kenangan tentang ibu muncul dalam bayangan.

    Di pangkuan ibu, empedu serasa madu. Ngga ada lagi yang seperti beliau. Cinta kasihnya, sayang dan perhatiannya.

    Duh..jadi kangen Ibu. :'(

    BalasHapus
  5. semangat mba yervi...
    terus doakan ibu..... ibu pasti bahagia disana

    BalasHapus
  6. Aku pun masih teringat almarhum Mama aku, mba Yervi :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Al Fathihah buat beliau ya mb Alida

      Hapus
  7. Aku termasuk anak yang susah sekali mengungkapkan perasaan ke ibu, Mbak. Aku lebih suka menunjukkannya lewat sikap. Apapun yang aku sanggup wujudkan aku selalu berusaha untuk mewujudkan permintaan ibu. Dan aku nggak bisa berkomentar apapun kalau sampai suatu hari Ibu harus meninggalkanku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita sama mbak Ika...rasanya juga saya tdk pernah mengucapkan selamat hari ibu buat mama semasa hidup.

      Hapus
  8. Saya nangis mbak baca ini :'))
    Terharu.

    Saya anak rantau, jauh dari ibu. Kangennya sudah luar biasa.
    Apalagi yang sudah ditinggal ibu. Yaallahh.... sedihh... pengen pulang rasanya kalau lagi hari ibu gini.
    Sesederhana masa kecil, saya sering gambar kartu ucapan buat ibu.
    Pernah juga kasih celengan uang receh ke ibu.

    BalasHapus
  9. Peluuuk dari jauh... yang sabar ya Mbak. Semangat selalu.. :)
    Ibu pasti senang, punya putri yang begitu membanggakan.

    BalasHapus
  10. mbaa... pelukk.. saya tak bisa melewatkan satu barispun dari tulisan mba. Menyentuh. Membuat rasa rindu akan Amak makin membuncah. Amak, Mama, Ibu adalah perempuan yang tak akan pernah habis dalam ingatan kita. Bahkan meski telah berbeda dunia.

    Alfatiha untuk Mama Mba Hervi

    BalasHapus
  11. Semoga ibunya mba Yervi mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Amin.

    BalasHapus
  12. untaian katanya berasal dari hati maka sampainya juga ke hati, jadi nangis bacanya buk, tetap semangat buk :)

    BalasHapus
  13. Ini reminder buat saya utk lebih sering tanya kabar ke rumah :(

    BalasHapus