Laman

Menikmati Kejayaan Masa Lampau Kaum Baba Nyonya di Strait Chinese Jewellery Museum

Museum, Straits, chinese, jewellery, baba, nyonya

Melongok Kejayaan Masa Lampau Kaum Baba Nyonya - Bertepatan dengan Imlek, yuk kita jalan-jalan menyaksikan peradaban kaum baba nyonya di Melaka Malaysia. Kalau di Indonesia, kita sepertinya susah untuk dapat akses dan memang tidak banyak tempat seperti museum yang menyediakannya. Jadi kita gak punya kesempatan untuk menikmati kejayaan mereka.

Di Melaka Malaysia, sebenarnya ada dua museum yang bisa kita datangi untuk menjawab keingintahuan tentang kaum baba nyonya. Sudah tahu kan, kaum baba nyonya itu apa? Kaum baba nyonya aka cina peranakan Melaka yang merupakan perkawinan silang antara orang cina daratan dengan melayu, baik dari Indonesia maupun dari Thailand.

Museum pertama, yang saya datangi adalah Strait Chinese Jewellery Museum. Awalnya sebenarnya saya ingin mendatangi Baba Nyonya Heritage Museum, karena museum ini banyak sekali diulas berbagai situs pariwisata dunia dan mendapatkan rekomendasi dari tripadvisor. Namun ternyata sopir taxi-nya salah alamat. Belakangan saya tahu memang kedua museum tersebut letaknya tidak berjauhan dan masih berada pada jalan yang sama.
Tampak Depan Straits Chinese Jewellery Museum

Terletak kawasan kota tua yang dilindungi UNESCO tepatnya di jalan Tun Tan Cheng Lok No 108 Melaka ini, mulai dibuka menjadi museum pada tahun 2012. Seperti jenis-jenis rumah cina peranakan lainnya, museum ini terdiri dari dua lantai dengan dua buah open space untuk sirkulasi udara dan air, dan memanjang ke arah belakang.
Apa saja yang dapat kita nikmati disini?

1. Koleksi perhiasan

Museum, Chinese Jewellry, Melaka
Ruang Pamer Perhiasan
Buat saya, koleksi perhiasan inilah jawara-nya museum Strait Chinese Jewellery Museum yang tidak ada di museum lainnya. Koleksi perhiasannya banyak banget dan besar-besar.  Angle foto saya rada salah ya. Padahal di belakang furnitur segitiga tersebut, masih ada meja pajangan memanjang ke belakang yang memuat keseluruhan perhiasan yang dipamerkan. Biar kelihatan ruangannya seperti apa. Katanya jumlah perhiasannya mencapai 400 buah, dan itu emas semua lho.Bahkan kepala tudung saji pun terbuat dari emas.

Angle geser dikit. Itu emas semua yang dipajang.

Perhiasan Yang Pernah Dipakai
Keren kan? Bahkan sampai tiara pun terbuat dari emas. Ckck...tajirnya.

2. Arsitektur Rumah Baba Nyonya
Anchestral Hall


Secara arsitektur, rumah kaum baba nyonya di Melaka, membagi zonasi ruang berdasar fungsi dari ruangan tersebut. Umumnya setiap zonasi akan selalu dibatasi dengan adanya pintu. Jadi kalau kita masuk ke museum ini, yang denahnya memanjang ke belakang, maka akan ada sekitar empat zonasi.



Terdapat dua buah open space untuk sirkulasi udara dan untuk air. Pada lantai yang berada di open space, maka tinggi muka lantainya akan diturunkan sekitar 10 cm untuk menjaga supaya keseluruhan lantai tidak basah semuanya. Terdapat juga gentongan besar di lantai tersebut yang berfungsi untuk menampung air hujan. Pada titik titik tertentu dari lantai di bawah open space, terdapat saluran yang berfungsi untuk membuang air langsung ke sungai Melaka. Keren ya sistem drainasenya....

3. Barang-barang Antik

Di museum ini banyak sekali barang-barang antik yang dipamerkan. Mulai dari furniture, keramik, perabotan makan, hingga barang-barang atau perkakas yang dipermulakan untuk memasak di dapur.







4. Belajar Budaya Baba Nyonya

Di museum Straits Chinese Jewwllery ini banyak juga dipamerkan baju-baju yang dipakai oleh pemilik rumah di masa lampau. Baju baju dikelompokkan berdasarkan even atau acara yang berlangsung, seperti kematian, kelahiran pernikahan dan sebagainya.

 Yang saya takjub dari pintu ini, adalah bukan hanya satu-satunya pintu geser yang terdapat di museum ini, tapi lebih kepada fungsinya. Pintu ini memisahkan antara ruang keluarga dengan ruang tamu. Dan bagian atas pintu sebenarnya terbuat dari bahan kayu yang ada terawangnya. Sehingga pemilik rumah dapat melihat tamu yang datang tanpa ketahuan.

Kira-kira dipergunakan buat apa pintu ini? Dulu, gadis-gadis (baca nyonya) yang akan dijodohkan melihat calon suaminya melalui pintu ini. Jadi kaum baba nyonya ternyata 'taaruf' juga dalam mencari jodoh.



Ditemani oleh guide yang cukup mahir berbahasa inggris, tiket masuk seharga RM 10 (lupa-lupa ingat) worth it-lah dengan tur yang dinikmati. Sayangnya museum ini sepi dari pengunjung dibandingan dengan Baba Nyonya Museum. Bagi yang phobia kesepian, gak disarankan ke sini. Apalagi banyak foto-foto lama yang digantung di dinding.

Untuk dicatat, di Strait Chinese Jewellry Museum, kita diperbolehkan untuk mengambil gambar. Syaratnya pengambilan gambar setelah tur dilakukan. Kita gak diperbolehkan mengambil gambar, saat tour guide menerangkan. Karena saat itu cuma saya sendiri yang datang, jadinya gak maksimal foto-fotonya. Gak nyaman saja.

Bagi yang merencanakan untuk datang ke Strait Chinese Jewellry Museum, museum ini mulai dibuka pukul 10 hingga pukul 5 sore waktu Malaysia. Yuk, traveling to Melaka.


**AV**

21 komentar:

  1. HAi mba Yervi. Pas kemarin aku ke Melaka malah belum ke sini. Teryata bagus ya :)

    BalasHapus
  2. Aku seumur - umur belum pernah ke Melaka huhuhu tapi udah lama banget tau tentang rumah ini. Gila ya dalemnya bagus banget apalagi perhiasannya ya ampun!

    Anyway, enaknya kesana pagi, siang atau sore ya kak? Karena kayaknya daerahnya panas gitu :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama aja kayak Jakarta mb Putri. Tapi ga terlalu panas kok. Bisa jalan di trotoar yang hampir nyatu dengan teras rumah-rumah di pecinan tsb

      Hapus
  3. aku ini termasuk pobia museum yg sepi, rasanya patung2 dan aura dlm ruangannya kaya gimanaaa gitu.. tapi museum Straits itu eksotik yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget. Nanti mb Lia kesana bareng2 keluarga/teman. Kebetulan saya ngebolang kmrn

      Hapus
  4. Menarik sekali mba museumnya, pengen mampir deh. Saya suka sekali tour museum.. Selain nambah ilmu, bisa buat ajang foto-foto juga hehe :)

    BalasHapus
  5. Benaran emas murni tu perhiasannya mbak? Pasti dijaga super ketatlah museumnya jika disitu terdapat banyak emas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneran mb. Dijaga super ketat sih ga. Tapi klo kita lihat dr tampak depan rumah, yg ruangan pajangan koleksi emas, pas yg jendela tertutup di lantai 2. Lagian Melaka relatif aman. Gak ada PKL dan preman keluyuran

      Hapus
  6. Masih menggantung dalam angan untuk bisa menjejakkan kaki ke tanah Melaka ini. Memang benar segala pernak-pernik kaum Etnis China ini lsangat memesona dengan dominan warna merah bercamppur kuning (biasanya). Hiasan-hiasan pakaiannya juga indah dan sangat menarik. Tentang bangunan di Jakarta ada juga sih di daerah Kota tua, tapi bunda juga belum pernah ke situ, maksudnya masuk ke dalam, hanya liuhat dari luar doank. Memperkenalkan sebuah kota yang indah dengan pas di postingan ini.

    BalasHapus
  7. Di mana-mana itu pasti ada jejak pecinan ya, dan luarbiasanya indah untuk dijadikan wisata plus spot foto

    BalasHapus
  8. Aih Suka deh, saya penggemar museum. Tapi pas ke melaka ga kesana huhu. Thanks for sharing ya Yer

    BalasHapus
  9. sepertinya seruu ke museum seperti ini, sayang jauh bangett >.<
    bisa ngaak ya kesanaa :3

    BalasHapus
  10. Saya belum pernah ke Melaka, tapi saya pernah liat yang di Pulau Penang, keren juga. Itu gara-gara masuk di Amazing Race 2di pengen liat. Katanya yang di Medan juga keren Mak.... rumahnya masih asri

    BalasHapus
  11. Pingin banget ke Melaka tapi belum kesampaian nih mba. Semoga bisa segera ke Melaka dan mampir ke museum perhiasan ini.. :) RM 10 itu sudah termaauk tour guide-nya ya mba? Bangunan muswum dan kolwkainya jg bagua2 yaa..

    BalasHapus
  12. aku belum pernah kesini sewaktu ke KL masih seputaran KL saja belum ke Melaka, seru ya jadi wisata sejarah ini

    BalasHapus
  13. Bangunannya msh terawat bagus gtu ya mbak, luar biasa pemerintahnya

    BalasHapus