Laman

Sukses Membina Relasi Suami Isteri Ala Nyak Rotun

relasi,suami,isteri,rotun

Mengapa Relasi Suami Isteri Itu Penting?

Kelanggengan dan kesuksesan sebuah rumahtangga tak terlepas dari kesuksesan membina relasi atau hubungan suami isteri. Relasi antara suami dan isteri tentu berbeda jauh dengan relasi dengan sesama rekan kerja, relasi dengan atasan maupun relasi dengan tetangga. Relasi dengan rekan kerja maupun atasan, interestnya sama yakni pekerjaan. Tak dapat dipungkiri relasi dengan rekan kerja dan atasan juga bisa menimbulkan gesekan diantaranya. Namun kita masih dapat menghindarinya jika situasi memburuk. Karena pada prinsipnya relasi rekan kerja dan atasan hanya bersifat temporary, dipengaruhi karena kebersamaan pada tempat yang sama.

Lalu bagaimana relasi dengan suami? Apa urgensinya kita membina relasi dengan suami? Yuk sama-sama kita bahas bareng mbak Rotun Df atau yang lebih dikenal dengan Nyak Rotun, seorang mom blogger yang sekarang menatap di Palopo Sulawesi Selatan.
Nyak dan Anak-anak

Nyak Rotun sudah menikah selama tujuh tahun dengan dua orang anak. Walaupun usia pernikahan Nyak sudah tidak muda lagi, namun hingga kini dan akan datang relasi Nyak dengan suami tetap harus dibina. Menurut Nyak sendiri, relasi suami isteri harus dibina terus hingga akhir hayat karena memang suami/isteri merupakan pasangan/parter seumur hidup. Dalam sebuah pernikahan tentunya ada tujuan yang ingin dicapai oleh kedua pasangan. Dan tentu dibutuhkan kerjasama kedua belah pihak untuk mencapai tujuan tersebut.

Bagaimana mencapai kesuksesan relasi suami isteri?

Relasi suami isteri harus dibina dalam segala hal. Menurut Nyak Rotun ada tiga variabel yang sangat menuntut kerjasama dalam relasi suami isteri.

1.    Manajemen Keluarga

Dalam ilmu manajemen, ada tiga hal yang mesti diperhatikan yakni Planning atau perencanan, staffing atau pembagian PIC pekerjaan, directing dan controlling yang terkait dengan kepemimpinan dalam keluarga. Beberapa hal dalam rumah tangga yang perlu dimanajemi adalah keuangan dan pekerjaan rumah tangga. Suami isteri harus membuat perencanaan yang jelas dan pembagian kerja yang dikomunikasikan diantara keduanya. Siapa yang memegang kendali keuangan, apakah suami atau isteri dan bisa juga keduanya. Kalau suami isteri bekerja, bagaimana tanggungjawab terhadap pos-pos pengeluaran buat masing-masingnya.


Terhadap pekerjaan rumah tangga juga demikian. Meski diharapkan saling membantu, tapi tetap butuh pembagian yang jelas dan perlu dikomunikasikan. Tugas rumah tangga apa saja yang ada dan pada bagian mana suami bisa mengambil peran. Misalkan kalau isteri fokus memasak dan mengurus anak-anak, suami bisa mengambil peran di bagian kebersihan, cuci piring dan cuci baju. Pembagian tugas tersebut haruslah fleksibel, mungkin ada kalanya terjadi pergantian atau rotasi. Hal tersebut wajar terjadi.

2.    Pengasuhan

Kerjasama suami isteri juga dituntut dalam hal pengasuhan anak. Bahkan bunda Elly Risman menegaskan bagaimana pentingnya peran Ayah dalam pengasuhan anak. Beliau sendiri mengistilahkannya dengan Vitamin A, untuk menganalogikan peran seorang ayah.

Pendekatan ayah terhadap anak tentunya berbeda dengan pendekatan ibu. Dan anak mengambil nilai-nilai positif dari keduanya. Jadi gak jamannya lagi, pengasuhan anak merupakan tanggung jawab ibu semata. Banyak hal yang perlu diajarkan ayah ke anak-anak yang  mungkin tidak sempat/tidak bisa Ibu lakukan, seperti permainan fisik, logika dan sebagainya.

3.    Komunikasi sebagai Motor Relasi personal suami isteri

Relasi personal ini dimaksudkan pada tataran hubungan suami dan isteri sebagai individu dalam sebuah pernikahan. Dalam banyak kasus kegagalan pernikahan, dikarenakan gagalnya faktor komunikasi dalam menjembatani suami dan isteri.

Sering dengar permasalahan yang sebenarnya sederhana tapi seolah-olah begitu besar? Salah satu penyebabnya adalah gagap komunikasi yang menyebabkan banyak salah paham sehingga masalah yang ada semakin ruwet. Dengan keterampilan komunikasi, maka masalah yang mudah akan tetap mudah dan yang sulit akan lebih mudah.

Terus gimana dong kalau seandainya salah satu pasangan termasuk orang yang gagap dalam berkomunikasi? Susah mengutarakan apa yang dirasakan? Kabar baiknya adalah kemampuan komunikasi itu bukan sebuah bakat khusus yang hanya dimiliki oleh segelintir orang. Tapi komunikasi merupakan sebuah keterampilan yang bisa diperoleh dengan belajar dan mempraktekkan.

Latihannya berapa lama? Jawabannya relative, bisa 5 tahun, 6 tahun, atau bahkan 10 tahun, karena sembari berlatih, kita juga belajar mengenal dan memahami karakter suami kita. Dan harus diingat juga bahwa manusia merupakan makhluk yang fleksibel, sehingga karakter dan sifat bisa berubah seiring waktu.
Terakhir menurut Nyak, ada banyak media untuk berkomunikasi dengan suami. Komunikasi tidak melulu dengan cara verbal. Mungkin ada masanya ketika komunikasi lebih jalan ketika dilakukan melalui media surat. Pasangan lebih bisa menyampaikan isi hati dengan menuliskannya.



                                                                                 **AV**




9 komentar:

  1. Komunikasi yes banget mbak... Kunci utama menurut saya itu...

    BalasHapus
  2. Terimakasih tipsnya mba, sangat bermanfaat untuk saya.

    BalasHapus
  3. Menikah ini pada dasarnya belajar seumur hidup ya Mbak. Mesti terus mau berusaha menjalin relasi yang baik dan memupuknya. 😊

    BalasHapus
  4. Komunikasi antara suami dan istri penting banget ya mba. Biar makin langgeng :)

    BalasHapus
  5. Nyak Rotun keren tipsnya, sering main ke blognya juga :D

    BalasHapus
  6. Trims ya mba tips kece ini, salam nyak semoga sehat selalu

    BalasHapus
  7. bahagia rasanya ngeliat hubungan yg dibangun Nyak dan suaminya, salut karena mereka pasangan yg salut mensupport satu sama lain.

    BalasHapus
  8. Makasih Bundaaa, ulasannya. Aku juga belajar banyak dari Bunda Yervi :*

    BalasHapus