Laman

Ketika Kemoterapi Harus Dihadapi


Baca juga pengalaman Indah Nuria Savitri dalam kemoterapinya.

Ketika Kemoterapi Harus Dihadapi - Saya hampir saja menangis. Mata saya sudah panas. Tiba-tiba saja air mata terkumpul dengan cepat dan mendesak kelopak mata diatasnya. Sekuat tenaga saya mencoba untuk menahannya.

“Ibu jangan khawatir. Kemo disini tidak akan menyebabkan mual yang berlebihan,” demikian dokter saya berujar.
“Tapi saya tidak siap untuk botak, Dokter. Menyakitkan sekali terlihat sebagai seorang penyakitan.”

Saya memang memutuskan untuk melakukan kemoterapi walaupun dokter saya di Padang tidak memberikannya. Salah satu tujuan kemoterapi bukan hanya membunuh sel kanker, namun untuk memastikan kanker tidak kembali berulang.

Tapi entah kenapa, begitu dokter kedua melakukan second opinion dan menyatakan kemo lebih baik dilakukan, tak dinyana saya kecut juga. Beragam perasaan muncul. Yang terbayang adalah foto-foto pasien kemo yang banyak tersebar di dunia nyata. Rasanya tak sanggup membayangkan diri sendiri dalam keadaan lemah lunglai, kurus dak bisa makan dan beragam reaksi lainnya yang terjadi pasca kemoterapi.

Ketidaksiapan psikologis selalu mendera pasien kemoterapi. Bahkan ini mungkin merupakan faktor utama yang harus diperhatikan. Ketidaksiapan psikologis akan berfek kepada daya tahan fisik. Saya juga begitu. Saya ternyata tidak sekuat pasien-pasien lain. Bahkan Rika- sesama survivor kanker di Padang membiarkan kepalanya botak kembali dalam mendukung pasien kanker yang takut menjalani kemoterapi.

Saya putuskan untuk melakukan kemoterapi di rumah sakit MMC Melaka. Pertimbangannya adalah dokter menggaransi kemoterapi tidak akan terlalu berefek mual muntah. Efeknya hanya akan dirasa pada beberapa hari pertama sehingga saya masih bisa beraktifitas. Dan yang penting kemo di MMC juga memiliki penawar yang tidak menyebabkan rontok pada bulu-bulu di tubuh termasuk rambut. Tapi dengan konsekuensi, efektifitas kemoterapi mengalami penurunan/pengurangan dibanding kemo yang menyebabkan rambut rontok. Dan saya memilih ini.

Gak cuma PAUD yang daycare ya...


Persiapan Sebelum Kemoterapi Dilakukan

Setelah saya menyetujui untuk dilakukannya treatment kemoterapi, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengambilan darah di laboratorium. Untuk persiapan kemoterapi yang pertama ini ada banyak variabel yang diambil. Yakni Full Blood Count, Differential Count, Liver Function Test,Renat Profile, Lipid Profile, Diabetic Screen, Biochemistry, Thyroid Function, Tumour Marker Test dan Serology.

Enaknya di rumah sakit di negara tetangga ini, semua hasil tes laboratorium dapat selesai dalam kurang waktu 2 jam. Sehingga tidak perlu menunggu lama. Alhamdulillah dari hasil tes tersebut, saya dalam kondisi bagus dan siap untuk melakukan kemoterapi.


Bagaimana proses kemoterapi dilakukan ?

Secara umum peroses kemoterapi dilakukan dalam dua tahapan. Tahapan yang pertama adalah injeksi obat-obatan penawar.  Dan tahap yang kedua adalah proses injeksi obat-obatan kemoterapi. Semua injeksi dilakukan melalui pembuluh vena yang ada di telapak tangan atas.


Oh ya sudah tahu istilah The Golden Hand ya. Jadi karena payudara saya yang di mastektomi adalah payudara kanan, maka tangan kanan saya dianggap sebagai golden hand. Artinya tangan kanan tidak boleh dibebani secara berlebihan dan tidak boleh dipergunakan sebagai jalur transfusi obat-obatan. Jadinya tangan kiri yang selalu diubek-ubek, baik untuk pemeriksaan darah, penggunaan injeksi obat dan sebagainya. Sayangnya tenaga medis di Padang, ketika saya operasi dulu, sama sekali tidak menginformasikan tentang Golden Hand ini.

Tahapan pertama kemoterapi dengan memasukkan obat-obatan penawar berfungsi untuk mengurangi efek dari kemoterapi yang dilakukan. Obat penawar yang dimasukkan adalah obat anti mual dan obat maag. Sebelum keduanya dimasukkan, maka terlebih dahulu dimasukkan cairan pembersih yang terdiri dari larutan garam NaCl.

Begitu obat anti mual dimasukkan, akan ada terasa perih dan geli di kelamin. Saya masih ingat, saya menggoyangkan pantat sebagai reaksi adanya sensasi perih sekaligus geli pada kelamin.  Pemasukan obat-obat pada tahapan pertama ini tidak memerlukan waktu yang lama. Cukup dengan 15 hingga 20 menit kedua jenis obat selesai dimasukkan.

Tahapan kedua dilakukan tidak berapa lama setelah tahapan pertama.  Tahapan kedua ini merupakan tahapan intinya yakni memberikan obat-obat kemo-nya. Dokter memberikan terapi CMF buat saya. Bagi yang mau tahu CMF itu apa, monggo dibaca ==> CMF: Cyclophosphamide (Cytoxan) + Methotrexate (Rheumatrex) + 5- fluorouracil (Adrucil)

Ketiga jenis obat tersebut diberikan dalam satu tabung yang berbeda. Jika sudah selesai diberikan, maka sebelum pemberian tabung jenis obat yang kedua, terlebih dahulu diinjeksi cairan pembersih dari larutan garam NaCl lagi. Total durasi yang dibutuhkan untuk pemberian injeksi obat-obatan kemoterapi tersebut selama 3.5 jam.

Lama ya. Kalau kebelet pipis gimana dong? Jangan khawatir. Tiang injeksinya bisa dibawa kemana-mana kok. Gak mesti tiduran sebenarnya. Cuma untuk proses injeksi yang lancar, tangan diharapkan selalu tenang.

Boring gak selama proses kemonya? Untungnya gak karena tangan yang satunya masih boleh pegang hape. Juga di ruangan kemoterapi kan kita gak sendiri. Ada 14 kursi bagi pasien kemo yang disediakan. Kita bisa bercakap-cakap sambil tukar pikiran dan saling menguatkan. Kursinya juga ada sandaran kepala dan kaki. Dan yang penting ada televisi gantung yang bisa disa ditonton.

FAQs (Frequently Asking Questions) About Chemotherapy
1.    Apa itu Kemoterapi?
Kemoterapi merupakan pengobatan yang menggunakan obat-obatan cytotoxic yang bertujuan untuk membunuh sel kanker.

2.    Berapa kali Kemoterapi dilakukan?
Biasanya kemoterapi dilakukan secara 6 siklus, 12 siklus atau 24 siklus. Dokter yang akan menentukan siklus mana yang dipergunakan berdasarkan status penyakit pasien.

3.    Apakah ada efek samping dari Kemoterapi?
Efek samping dari kemoterapi bergantung terhadap kondisi setiap pasien dan dari jenis obat kemoterapi yang digunakan.

4.    Berapa lama jarak antar periode dilakukannya kemoterapi ?.
Kemoterapi dapat saja dilakukan dalam setiap periode tiga minggu sekali atau pun sekali sebulan bergantung dari diagnosis yang dilakukan dokter.

5.    Apakah rambut akan selalu rontok setelah kemoterapi?
Beberapa jenis obat kemoterapi memang akan menyebabkan rontok pada rambut karena sifatnya kemoterapi akan berefek pada jaringan sel-sel muda seperti rambut dan bulu-bulu pada tubuh. Begitu pengobatan selesai jangan khawatir rambut akan tumbuh kembali. Konsultasikan dengan dokter mengenai pemilihan jenis obat kemoterapi yang akan digunakan.

6.    Apakah setiap efek yang dirasakan harus selalu dilaporkan pada dokter?
Beberapa efek yang cukup berat seperti diare yang terus-menerus dapat disampaikan pada dokter pada kunjungan selanjutnya.

7.    Apakah harus dilakukan diet khusus
Selama menjalani proses kemoterapi penting untuk melakukan diet sehat dengan banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran. Dan jangan lupa harus minum dalam jumlah yang cukup. Pasien dapat saja melakukan konsultasi dengan ahli gizi untuk informasi lebih lanjut. Selama kemoterapi saya tetap menjalani diet Food Combining, namun dengan jumlah protein yang lebih banyak dari biasanya.

8.    Apakah kemoterapi harus dilakukan berbarengan dengan radioterapi?
Secara umum, dokter akan memberikan saran untuk melakukan kemoterapi terlebih dahulu sebelum dilakukannya radioterapi. Pada kasus-kasus tertentu, kemoterapi dapat juga dilakukan sebelum pelaksanaan mastektomi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ukuran dari massa kanker tersebut.

                                                                                
                                                                                 **AV**

9 komentar:

  1. Mba yervi orang padang? Melaka di mana mb? Syafakillah ya mba.. semoga menjadi penggugur dosa

    BalasHapus
  2. Wah biayanya pasti mahal ya Mbak berobat di luar negeri?
    Dari padang kenapa tidak ke Jkt aja berobatnya?

    Semoga sembuh sedia kala ya Mbak... Amin.
    Terima kasih sudah berbagi.saya jadi tahu tahapan dan gambaran kemoterapi di Malaka

    BalasHapus
  3. semoga dilindungi selalu dan diberi kesehatan oleh Allah ya mba :(
    kuat dan tegar wajib pokoknya. Hdapi setiap ujian yang diberikan olehNya.

    BalasHapus
  4. semangat mbak, tetap kuat!
    Dan hadapi dengan riang gembira yaa, jangan dibawa beban ^^
    supaya cepat pulih salam kenal dari saya :)

    BalasHapus
  5. Semangaaaat mbaaa!! tetep tekun berdoa dan berusaha yaa..
    salam kenal mba, see me on nopipon(dot)com

    BalasHapus
  6. Semangat Mbaak..! Kakak sepupu saya juga pernah kemo, memang rambutnya rontok. Tapi setelah selesai kemo-nya rambutnya kembali lagi. Jadi seperti biasa lagi.
    Syafakillah ya Mbak...ayo semangat terus. Peluuk jauh.

    BalasHapus
  7. Semangat teruuuus! Yang penting sekarang semuanya sudah kita lalui kaan :)

    BalasHapus
  8. Mba Yervii gimna kbrnya sekarang?

    BalasHapus
  9. Tante aku juga kemo mbak, sampe rambutnya rontok, tapi sekarang sudah baekan. Mbak Yervi tinggal di Padang ya mbak? Saya suka baca blog-nya mbak, salam kenal mbak.

    BalasHapus