Laman

Booster ASI Itu Suatu Keharusan Atau Cuma Sugesti?

Booster, ASI, harus, sugesti

Bagi mama-mama muda yang baru melahirkan, sering gak sih dikasih dokter saat mau pulang ke rumah dari rumah sakit setelah bersalin, obat-obatan yang berfungsi untuk membantu pengeluaran ASI? Seringnya ini disebut sebagai booster ASI.

Saya juga lima tahun yang lalu, setelah melahirkan si kembar juga diresepkan oleh dokter karena khawatir ASI saya telat keluar padahal ada dua bayi yang harus disusui nih. Tentunya obat-obatan yang membantu sekresi ASI itu tidak murah di kantong.  Setelah habis, lalu saya mengganti dengan yang dijual bebas, dan pastinya  lebih murah.

Pertanyaannya apakah booster ASI diperlukan? 


"Alhamdulillah pumping ASI dah mulai banyak.yg tdnya cuma dapat 10 ml setiap pumping, setelah minum X ditambah minum soya Y dan madu Z skrg sekali pumping bisa dapet 90 - 100 ml bisa pumping 4-5 kali sehari."
Ini caption yang saya ambil dari salah satu akun salah seorang blogger di instagram. Industri memang tidak pernah kalah siap dalam mengambil peluang pasar. Melihat kesadaran kaum perempuan akan pemberian ASI pada bayi semakin meningkat dewasa ini, maka terciptalah berbagai produk yang diklaim dapat memperlancar proses pengeluaran ASI. Ada yang dalam bentuk makanan, ada juga dalam bentuk minuman. Bahkan ada juga madu yang diklaim bisa meningkatkan produksi Asi.Tentunya produk tersebut disambut dengan gembira ibu-ibu yang mengalami permasalahan dalam seputar pemberian ASI.
Fenugreek merupakan kandungan dari produk ini

Bahkan ada yang menyebutkan bisa menghasilkan produksi hasil ASI hingga sembilan kali lipat. Hebat ya. Namun sayangnya konsumsi Booster ASI yang dalam istilah medisnya Laktagog ini, tidak dibarengi dengan pemahaman akan mekanisme produksi ASI dan usaha untuk menjalankan manajemen laktasi yang baik.

Yang paling ditakutkan adalah bahwa booster ASI dianggap sebagai ‘The only way to resolve’ untuk setiap permasalahan menyusui tanpa perlu lagi untuk menganalisa apa yang menyebabkan permasalahan menyusui terjadi.

Kenapa memakai booster ASI?

Lagtagog yang dipercaya bisa meningkatkan produksi ASI adalah  daun katuk yang hasil penelitiannya telah dipublikasikan pada International Conference on Food Engineering & Biotechology tahun 2011. Disamping itu juga ada daun bangun-bangun, oatmeal, jantung pisang yang belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Ada lagi Fenugreek, yang dalam penelitiannya di Amerika Serikat masih simpang siur. Karena ada penelitian yang pro dan kontra akan manfaat Fenugreek untuk produksi Asi. Namun yang pasti, mengonsumsi Fenugreek memiliki efek samping walaupun masih dikategorikan cukup aman (moderately safe) [Sumber : Buku Pintar Asi dan Menyusui, F.B. Monika, Noura Books]

Tidak saja pada ibu-ibu yang baru melahirkan, booster ASI juga biasanya digunakan saat ibu menemukan bahwa produksi ASI-nya menurun. Biasanya hal ini diketahui ibu dengan adanya indikasi bahwa bayi sering merasa lapar/haus atau bayi lama menyusu karena dianggap tidak kenyang-kenyang. Disamping itu bagi ibu yang melakukan pumping untuk mendapatkan ASI perah, biasanya mendapatkan hasil perahan yang jauh dibawah jumlah produksi biasanya.
Kalau terjadi hal seperti ini,  ibu menyusui langsung panic. Lalu dicarilah produk-produk booster ASI yang banyak di pasaran? Apakah masalah akan selesai sampai disitu?

Hormon dan Mekanisme Produksi ASI

Sebelum menjawab apakah Booster ASI itu perlu atau tidak, sebaiknya ibu menyusui/ibu hamil harus tahu dulu tentang hormon-hormon yang bekerja yang mempengaruhi mekanisme produksi ASI. Ada dua hormon yang bekerja dalam proses menyusui yakni hormon Prolaktin dan hormon Oksitoksin.
Hormon Prolaktin diproduksi di kelenjar Pituitari Depan yang berfungsi untuk merangsang Alveoli di payudara memproduksi ASI. Isapan bayi saat menyusu menyebabkan sinyal dikirim ke Hipotalamus, selanjutnya Pituitari depan akan memproduksi hormone Prolaktin yang kemudian kan beredar di dalam darah.

Hormon berikutnya adalah hormone oksitoksin yang diproduksi kelenjar Pituitari Belakang. Setelah ASI di produksi karena beredarnya hormone Prolaktin dalam darah, kemudian rangsangan dari bayi juga menyebabkan hormone oksitoksin beredar di dalam darah, kemudian masuk ke payudara dan menyebabkan otot-otot di sekitar Alveoli berkontraksi dan membuat ASI mengalir di saluran ASI.
Sumber Buku F. B Monika
Pada awal-awal kelahiran, kolostrum yang sudah mulai diproduksi pada awal trimester ketiga diatur pengeluarannya oleh hormon endoktrin. Untuk itu salah besar, jika ada yang tidak menyusukan langsung bayinya dengan alasan ASI belum keluar dan bayi masih bisa bertahan dengan cadangan di tubuhnya selama 3x24 jam.

Pada hari ke-8 hingga hari ke-10 sistem kendali endoktrin berganti menjadi sistem kendali lokal, yang berarti produksi ASI dipengaruhi oleh permintaan, seberapa sering ASI dikeluarkan. Semakin sering payudara dikosongkan, akan menyebabkan ASI akan terus diproduksi.

Bagaimana Ibu Bisa Meningkatkan Produksi ASI?

Tidak ada cara lain untuk meningkatkan produksi ASI selain menyusui bayi sesering mungkin. Semakin sering menyusu, membawa rangkasan pada payudara yang akan diteruskan ke otak. Jika bayi tidak disusui, ASI tidak akan bertambah walaupun ibu sudah makan dan minum apa pun.

Ada anggapan, dengan sering beristirahat, banyak makan dan minum itu akan membuat produksi ASI meningkat. Namun harus diingat bahwa makan yang makan tidak dengan sendirinya akan menambah pasokan ASI. Makan makanan bergizi berguna untuk membangun kekuatan dan energinya. Kita tahu kan, proses menyusui terkadang itu membutuhkan waktu yang lama, terkadang Ibu menjadi kurang beristirahat. Nah disanalah fungsi makanan bergizi untuk menjaga stamina Ibu.

Hal kedua yang mesti Ibu evaluasi adalah posisi dan perlekatan dalam menyusui apakah sudah benar. Sebab posisi dan perlekatan yang benar dalam meyusui secara signifikan berpengaruh terhadap kelancaran ASI dan menyusui. Jadi kalaupun suatu produk Booster ASI mengklaim bisa meningkat Asi hingga 900 %, namun jika posisi dan perlekatan bayi menyusui pada ibunya tidak benar, maka bayi tidak akan menyusu secara efektif.

So, yang perlu Ibu pahami bahwa Lagtagog tidak berfungsi sebagai obat, yang ketika ibu mengalami kesulitan atau kendala lalu bisa menyelesaikannya. Lagtagog lebih kepada fungsi membantu seorang wanita merasa percaya diri dan rileks. Perasaan yang positif, misalnya perasaan senang terhadap bayi dsb akan membantu refleks oksitoksin bekerja yang membuat Asi mengalir. Sebaliknya perasaan negatif (khawatir, marah, sedih, dsb) akan menghambat refleks oksitoksin bekerja. Mengunjungi tempat-tempat yang menarik seperti pantai, akan membantu Ibu merasa lebih rileks yang mempercepat refleks oksitoksin bekerja. Sama halnya dengan ibu mengonsumsi lagtagog yang bikin dompet menipis. Jadi apakah masih perlu Booster Asi?


Salam, Yervi
Konselor Menyusui

11 komentar:

  1. Thank you postingannya mbak! Aku juga lagi ngasih ASI eksklusif. Semoga bisa tuntas yaa :)

    BalasHapus
  2. dulu aku cuma pakai daun katuk yang ternyata malah membuat kepalaku sering pusing.

    BalasHapus
  3. Saya sepakat dengan kalimat ini, "Tidak ada cara lain untuk meningkatkan produksi ASI selain menyusui bayi sesering mungkin".
    Karena menurut pengalaman pribadi, saat istri tidak menyusui secara langsung produksi ASInya tak sebanyak saat menyusui langsung.

    Keren tulisan ini. Bermanfaat banget.

    Salam bahagia dari Bondowoso..

    BalasHapus
  4. mak kalo anak kekurangan asi dan ga mau minum asi sebelum habis waktunya apakah punya dampak buruk dalam perkemangan anaknya kdepan?

    dalam kata laain mengandalkan susu botol/kaleng/yang lainnya?

    pencerahnnya dong..

    terima kasih

    BalasHapus
  5. ibu menyusui harus stay happy supaya ASI lancar :)

    BalasHapus
  6. Wow ASI again..
    Alhamdulliah ASI ku berlimpah sekali waktu menyusui, ga pake obat2 ato ramuan tradisional. Intinya bener tuh seperti di kalimat terakhir tulisan ini, selalu berpikiran positif deh..

    BalasHapus
  7. Saat nyusui dulu aku juga pakai booster ASI mbak, lumayan ngaruh sih kalau di aku :D

    BalasHapus
  8. aku pas menyusui belum tahu Booster ASI, jadi ggminum. Pun jamu, karena dokter enggak nyaranin...

    BalasHapus
  9. Makasih infonya mbak.
    Beberapa orang dikaruniani rejeki dg ASI melimpah. Tapi beberapa perlu bantuan booster ini. Semoga bermanfaat tulisannya.

    BalasHapus