Laman

Kupas Tuntas Tentang Tahu dan Hubungannya Dengan Kanker Payudara


Hai, jumpa lagi di trigger yang ketiga program kolaborasi Blogger KEB. Kali ini di trigger yang ketiga mbak Heni Puspita membahas tentang resep kreasi tahu berupa Tahu Masak Pindang. Kirain cuma ikan yang bisa dimasak pindang ya, ternyata tahu juga bisa. Bagi yang pengen tahu resepnya, sila klik link berikut.

Nah, omong-omong tentang tahu, saya jadi ingat sesuatu. Bertepatan dengan bulan Oktober yang merupakan bulan kepedulian tentang Kanker Payudara, kali ini saya pengen bahas hubungan tahu dengan kanker payudara.

Manfaat Tahu (Baca : Kedelai) Bagi Tubuh

Tahu, tempe, susu kedelai dan makanan lain olahan dari kedelai ternyata tidak hanya menjadi sumber vitamin E serta kedelai dipercaya dapat menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan stamina. Selain bernutrisi tinggi, kedelai merupakan sumber minyak nabati yang kaya akan protein lengkap, karbohidrat, serat, lemak sehat, dan sejumlah vitamin dan mineral penting untuk kesehatan. Di dalam satu biji kedelai terkandung sejumlah besar asam fitat, asam alfa-Linolenat, isoflavon genistein dan daidzein.

Banyak riset telah membuktikan bahwa kedelai juga bisa menjadi pencegah kanker, khususnya kanker payudara. Di tahun 2008, The British Journal of Cancer menemukan fakta bahwa wanita Asia yang mengkonsumsi kedelai atau makanan yang berbahan dasar kedelai seperti tahu, tempe ataupun susu kedelai setiap hari memiliki resiko terkena kanker payudara lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsinya.

Di tahun 2009, American Journal of Clinical Nutrition mengadakan penelitian kepada sekitar 74.000 wanita di Cina yang berusia 40-70th. Para wanita yang mengkonsumsi kedelai setiap hari dalam kecenderungan terkena kanker payudara lebih kecil. Apalagi di masa premenopouse, jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi kedelai sama sekali. Jadi agar anda terhindar dari kanker payudara, maka rutinlah menkonsumsi kedelai dan olahannya.

Bolehkah Penderita Kanker Payudara Memakan Kedelai?

Kedelai merupakan kacang-kacangan yang paling populer dari 12.000 jenis kacang-kacangan. Namun kandungan fitoestrogen dalam kedelai justru dicurigai akan memicu kembali munculnya kanker payudara bagi pasien yang sudah menjalani treatment pengobatan.

Mengapa demikian?

Faktor hormon estrogen dan progesteron merupakan salah satu faktor receptor terhadap kanker payudara. Tubuh yang terpapar hormon dari injeksi ataupun tubuh yang terpapar hormon estrogen semenjak dini (menstruasi dini) akan menambah resiko terhadap kanker payudara.

Baca juga : 5 facts about breast cancer you have to know

Nah, fitoestrogen di dalam kedelai dinilai mempunyai rantai kimia dan sifat yang mirip dengan estrogen. Dalam penelitian yang dilakukan terhadap mencit di laboratorium diketahui fitoestrogen bisa memicu pertumbuhan sel kanker payudara. Tetapi dalam penelitian terhadap manusia para ilmuwan tidak menemukan bahwa diet tinggi kedelai memicu kanker payudara, justru sebaliknya.

Penelitian bertahun-tahun yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition terhadap lebih dari 10.000 penyintas (survivor) kanker payudara di Amerika Serikat, ditemukan hasil mereka yang rutin mengonsumsi kedelai risikonya mengalami kekambuhan kanker lebih rendah.
 
Penelitian lain yang dilakukan oleh Cancer Research UK, National Cancer Institute of the USA, dan National University of Singapore tahun 2002 juga membuktikan bahwa konsumsi kedelai tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Penelitian ini menghubungkan konsumsi kedelai dan dampaknya pada jaringan payudara. Hasilnya menunjukkan bahwa wanita dengan diet tinggi kedelai memiliki jaringan payudara padat yang lebih rendah dibandingkan dengan wanita dengan diet rendah kedelai. Jaringan payudara padat yang lebih tinggi berhubungan dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi.
 
Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of the National Cancer Institute tahun 2014 yang berjudul Eating Soy May Turn on Genes Linked To Cancer Growth, menunjukkan bahwa konsumsi suplemen kedelai dalam jumlah tinggi dapat mengaktifkan gen yang dapat mendorong pertumbuhan kanker pada wanita dengan kanker payudara stadium awal. Jadi jika anda pernah mengidap kanker payudara, anda tetap bisa mengonsumsi kedelai tetapi makanlah dalam jumlah sedang. Menurut American Institute for Cancer Research, konsumsi kedelai jalam jumlah sedang (1-2 porsi per hari) tidak akan meningkatkan risiko kanker payudara, justru dapat menurunkan risiko kanker payudara.


Sumber : Dari berbagai sumber
Read More

Kuarungi Selat Melaka Demi Menaklukkan Rasa Takutku


Ketakutan itu harus dikalahkan!
Dulu waktu SMA saya pernah diseret arus balik gelombang air laut pantai Air Manis Padang. Semenjak itu saya menjadi pobia dengan laut.
Tapi seperti kata bijak bilang bahwa ketakutan terkadang membatasi kita untuk bertindak.
Aha! Hari ini, ketakutan itu berhasil saya taklukkan.

Dahulu kala, laut bagi saya adalah taman bermain. Sejak dari TK hingga SD. Outing ketika TK, ya ke pantai. Pentas Musik daerah, ya di pantai. Bermain bersama-sama teman, enaknya di pantai. Karena memang kota ketika saya kecil dulu berada di pesisir pantai. Pernah dengar Pantai Carocok gak yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kalau belum, sila gugling dan temukan keindahan pantai di Teluk Painan tersebut.

Melihat aktivitas nelayan di pelelangan ikan dan bermain-main di Pulau Kereta yang airnya tengah surut ketika pasang tiba, adalah sebuah kenikmatan masa kecil. Lalu berlari terburu-buru kembali ke darat, ketika air mulai datang menggenang ketika pasang naik air laut adalah sebuah keseruan.
Foto terakhir bermain di Pulau Kereta ketika SMA


Lalu, kegembiraan dan kesukacitaan saya dengan laut berhenti ketika remaja.

Berawal ketika saudara-saudara dari kampung datang ke Padang dan beberapa teman dimasa kecil di Painan juga datang. Lalu kami bersama-sama berencana untuk menikmati keambali kegembiraan di masa kanak-kanak dengan bermain di pantai.

Pantai Air Manis Padang yang terkenal dengan legenda Si Malin Kundang, yang dipilih karena memang saudara dari kampung belum pernah kesana. Pagi itu semua bersuka cita. Kami memutuskan melewati rute yang tidak biasa ditempuh kendaraan. Ya, kami memulainya dengan menyeberangi sungai Batang Arau dengan menggunakan sampan. Lalu melanjutkan dengan menyisir perbukitan dari kawasan Gunung Padang hingga mencapai Pantai Air Manis.

Pantai Air Manis merupakan pantai yang landai serta lebar.Tidak terlalu berombak besar sehingga ombak hanya berupa buih air laut ketika mencapai pantai. Namun ternyata pantai ini menyimpan bahaya yang tidak terduga.

Bermula dari datangnya ombak yang besar yang seakan-akan menyapu kami semua ke laut. Kami tertawa senang. Tapi ombak kali cukup ganjil. Volume airnya lebih banyak dari biasa dan jangkauan ombaknya lebih lebar ke arah pantai.

Lalu dengan sebuah kekuatan arus balik ombak, kami semua merasakan daya tarik ombak yang luar biasa menyeret kami ke laut. Kami semua berteriak. "Mama...mama..." pekik saya pada mama. Mama pun bingung akan memegang siapa, karena posisi kami tidak terlalu berdekatan. Tapi untunglah tidak lama kemudian, ombak kembali menghalau kami ke arah pantai. Sendal-sendal yang tadinya ditaruh di bibir pantai, sekarang posisinya sudah tercampak kemana-mana.

Dan sejak itu, saya takut dengan laut. Tidak berani lagi main-main ombak di pantai. Kalaupun datang ke pantai, hanya untuk melihat pemandangannya saja.

Lalu, Melaka Mengubah Segalanya 

Belasan tahun berlalu dan saya masih takut dengan laut. Kebayang gimana nestapanya saya melihat foto teman-teman berkeliling pulau-pulau cantik di Sumatera Barat. Padahal saya sangat senang dengan pariwisata Sumbar...padahal saya sangat senang traveling . Namun ketakutan dengan laut menaklukkan keinginan saya untuk mencoba berwisata di puau-pulau cantik tersebut.

Dan tibalah masanya saya harus sering bolak balik ke Melaka untuk pengobatan penyakit saya. Dan berbicara tentang Melaka, rasanya sayang hanya mengunjungi kota itu untuk berobat saja. Sebagai Heritage City yang sudah diakui UNESCO, amat banyak hal yang bisa dieksplorasi.

Suatu hari, dalam perjalanan keliling kota Melaka, sehabis pengobatan saya melihat sebuah kendaraan terparkir yang bentuknya cukup unik.


<
A post shared by Yervi Hesna (@yervihesna) on
/div>

Berbentuk kapal tetapi mempunyai roda. Setelah tanya-tanya ternyata adalah sebuah moda transportasi yang dipergunakan untuk pariwisata kota Melaka. Yup, sebuah bekas kendaraan amphibi, yang diubah fungsinya.

Tapi saat itu saya masih takut laut. Saya hanya melongo melihat kendaraan tersebut wara-wiri di dalam kota Melaka yang membawa turis menuju Selat Melaka. Pengen sekali menjadi salah satu penumpangnya. Namun, ketakutan akan laut dan diseret ombak masih membekas dalam.

Keinginan tersebut hanya saya pendam di hati. Hingga kedatangan saya lagi ke kota Melaka pada November 2016. Kali ini entah mengapa, ada perasaan yang begitu kuat untuk mendorong saya untuk mencoba menaiki Melaka Duck Tour.

Walaupun masih ada perasaan dag dig dug, saya memberanikan diri untuk pergi ke counter pelayanan dan bertanya ini itu. Ada pelampung bagi setiap pelancong. Serta prosedur-prosedur keamanan lainnya. Dan sepertinya alam mendukung saya saat itu. Saya dapat segera berangkat, karena lima menit lagi Melaka Duck Tour akan memulai perjalanannya. Perlu diketahui bahwa Melaka Duck Tour berangkat setiap satu jam sekali. Jadi saya tidak perlu menunggu lama, yang mana setiap saat perasaan takut dapat mengalahkan keinginan.

Rombongan Pelancong Menaiki Kendaraan Amphibi


Berwisata dengan menggunakan Melaka Duck Tour menyenangkan. Di setiap tempat yang dilalui oleh kendaraan, maka akan ada audio yang akan memberikan informasi berkenaan dengan tempat tersebut. Sayangnya bunyi mesin begitu menderu, sehingga kita menjadi kurang fokus.

Saya betul-betul menikmati setiap momen perjalanan. Begitu nervous namun excited ketika kendaraan sudah menuju ke Pulau Melaka, sebuah pulau buatan sebagai tempat wisata dan bisnis. Dari Pulau Melaka inilah nanti, Melaka Duck Tour akan mengarungi Selat Melaka untuk menikmati keindahan kota Melaka dari laut.


AHA! Saya Bisa

I got my Aha Moment!

Ada sebuah keharuan...kebahagian begitu saya berhasil menaklukkan ketakutan yang bertahun-tahun menaungi. Begitu deru ombak laut berdecak karena hantaman haluan depan Melaka Duck Tour, saya berteriak dalam hati. Aha! Saya bisa mengalahkannya. Alhamdulillah. Sebuah petualangan yang mengasyikkan, sekaligus mendebarkan.

Oh ya dengan menggunakan Melaka Duck Tour kita bisa menikmati kawasan pinggiran kota Melaka, bangunan-bangunan uni di Pulau Melaka dan pastinya Mesjid Selat, mesjid terapung yang menjadi ikon Pulau Melaka dan kota Melaka. Yuk simak video dibawah.


How To Get Melaka by Using Skyscanner?

Bagi kamu yang juga ingin mengeksplor Melaka sebagai tempat kamu menghabiskan liburan, jangan khawatir. Sekarang sudah ada situs yang membantu anda untuk mewujudkan impian tersebut. Yup, pakai Skyscanner dong. Masak masih datang ke biro travel konvensional kayak dulu.

Sekarang kan zamannya online. Apa-apa bisa dilakukan dengan hape dan ujung jari. Nah kalau kamu pake aplikasi Skyscanner kamu gak hanya bisa booking tiket pesawat dan hotel, kayak kompetitor lainnya. Tapi kamu juga bisa sewa mobil sekalian. Asyikkan. Jadi buat yang belum pernah ke Melaka dan bingung cari kendaraan umumnya dari Bandar Udara, Skyscanner adalah solusi yang tepat.

Interface website Skyscanner

Trus apalagi kemudahannya?

Situs Skyscanner merupakan situs terpercaya di seluruh dunia. Menampilkan harga yang jujur. Harga yang tertera merupakan harga yang anda bayar. Disamping itu pastinya hemat waktu. Iya dong karena sekarang Skyscanner juga sudah ada dalam platform aplikasi di gadget. Jadi bisa lebih ringkas.

Nah, misalkan gini. Jadwal kontrol saya berikutnya ke Melaka adalah di bulan November. Disitus akan menampilan semua opsi-opsi yang bisa dengan mudah anda pilih, kayak di bawah.

Disamping itu Skyscanner juga menampilkan informasi, harga tiket pada penyedia jasa lainnya. Jadi kita bisa dengan mudah dapat informasi dan gak perlu ngabisin waktu buka dan search di tiap situs penyedia.


Nah, gimana sekarang kamu sudah yakin dengan Skyscaner. Biar lebih afdol yuk tonton vlog dibawah.

</div>

Selamat menggunakan skyscanner ya dan selamat menciptakan dan mendapatkan #ahamoments dalam setiap perjalanan kamu. Happy travel....

Tulisan ini diikutkan dalam lomba #SKYSCANNERINDONESIA
Untuk mengikutinya bisa mengklik #AHASKYSCANNER
Read More