Laman

Kuarungi Selat Melaka Demi Menaklukkan Rasa Takutku


Ketakutan itu harus dikalahkan!
Dulu waktu SMA saya pernah diseret arus balik gelombang air laut pantai Air Manis Padang. Semenjak itu saya menjadi pobia dengan laut.
Tapi seperti kata bijak bilang bahwa ketakutan terkadang membatasi kita untuk bertindak.
Aha! Hari ini, ketakutan itu berhasil saya taklukkan.

Dahulu kala, laut bagi saya adalah taman bermain. Sejak dari TK hingga SD. Outing ketika TK, ya ke pantai. Pentas Musik daerah, ya di pantai. Bermain bersama-sama teman, enaknya di pantai. Karena memang kota ketika saya kecil dulu berada di pesisir pantai. Pernah dengar Pantai Carocok gak yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kalau belum, sila gugling dan temukan keindahan pantai di Teluk Painan tersebut.

Melihat aktivitas nelayan di pelelangan ikan dan bermain-main di Pulau Kereta yang airnya tengah surut ketika pasang tiba, adalah sebuah kenikmatan masa kecil. Lalu berlari terburu-buru kembali ke darat, ketika air mulai datang menggenang ketika pasang naik air laut adalah sebuah keseruan.
Foto terakhir bermain di Pulau Kereta ketika SMA


Lalu, kegembiraan dan kesukacitaan saya dengan laut berhenti ketika remaja.

Berawal ketika saudara-saudara dari kampung datang ke Padang dan beberapa teman dimasa kecil di Painan juga datang. Lalu kami bersama-sama berencana untuk menikmati keambali kegembiraan di masa kanak-kanak dengan bermain di pantai.

Pantai Air Manis Padang yang terkenal dengan legenda Si Malin Kundang, yang dipilih karena memang saudara dari kampung belum pernah kesana. Pagi itu semua bersuka cita. Kami memutuskan melewati rute yang tidak biasa ditempuh kendaraan. Ya, kami memulainya dengan menyeberangi sungai Batang Arau dengan menggunakan sampan. Lalu melanjutkan dengan menyisir perbukitan dari kawasan Gunung Padang hingga mencapai Pantai Air Manis.

Pantai Air Manis merupakan pantai yang landai serta lebar.Tidak terlalu berombak besar sehingga ombak hanya berupa buih air laut ketika mencapai pantai. Namun ternyata pantai ini menyimpan bahaya yang tidak terduga.

Bermula dari datangnya ombak yang besar yang seakan-akan menyapu kami semua ke laut. Kami tertawa senang. Tapi ombak kali cukup ganjil. Volume airnya lebih banyak dari biasa dan jangkauan ombaknya lebih lebar ke arah pantai.

Lalu dengan sebuah kekuatan arus balik ombak, kami semua merasakan daya tarik ombak yang luar biasa menyeret kami ke laut. Kami semua berteriak. "Mama...mama..." pekik saya pada mama. Mama pun bingung akan memegang siapa, karena posisi kami tidak terlalu berdekatan. Tapi untunglah tidak lama kemudian, ombak kembali menghalau kami ke arah pantai. Sendal-sendal yang tadinya ditaruh di bibir pantai, sekarang posisinya sudah tercampak kemana-mana.

Dan sejak itu, saya takut dengan laut. Tidak berani lagi main-main ombak di pantai. Kalaupun datang ke pantai, hanya untuk melihat pemandangannya saja.

Lalu, Melaka Mengubah Segalanya 

Belasan tahun berlalu dan saya masih takut dengan laut. Kebayang gimana nestapanya saya melihat foto teman-teman berkeliling pulau-pulau cantik di Sumatera Barat. Padahal saya sangat senang dengan pariwisata Sumbar...padahal saya sangat senang traveling . Namun ketakutan dengan laut menaklukkan keinginan saya untuk mencoba berwisata di puau-pulau cantik tersebut.

Dan tibalah masanya saya harus sering bolak balik ke Melaka untuk pengobatan penyakit saya. Dan berbicara tentang Melaka, rasanya sayang hanya mengunjungi kota itu untuk berobat saja. Sebagai Heritage City yang sudah diakui UNESCO, amat banyak hal yang bisa dieksplorasi.

Suatu hari, dalam perjalanan keliling kota Melaka, sehabis pengobatan saya melihat sebuah kendaraan terparkir yang bentuknya cukup unik.


<
A post shared by Yervi Hesna (@yervihesna) on
/div>

Berbentuk kapal tetapi mempunyai roda. Setelah tanya-tanya ternyata adalah sebuah moda transportasi yang dipergunakan untuk pariwisata kota Melaka. Yup, sebuah bekas kendaraan amphibi, yang diubah fungsinya.

Tapi saat itu saya masih takut laut. Saya hanya melongo melihat kendaraan tersebut wara-wiri di dalam kota Melaka yang membawa turis menuju Selat Melaka. Pengen sekali menjadi salah satu penumpangnya. Namun, ketakutan akan laut dan diseret ombak masih membekas dalam.

Keinginan tersebut hanya saya pendam di hati. Hingga kedatangan saya lagi ke kota Melaka pada November 2016. Kali ini entah mengapa, ada perasaan yang begitu kuat untuk mendorong saya untuk mencoba menaiki Melaka Duck Tour.

Walaupun masih ada perasaan dag dig dug, saya memberanikan diri untuk pergi ke counter pelayanan dan bertanya ini itu. Ada pelampung bagi setiap pelancong. Serta prosedur-prosedur keamanan lainnya. Dan sepertinya alam mendukung saya saat itu. Saya dapat segera berangkat, karena lima menit lagi Melaka Duck Tour akan memulai perjalanannya. Perlu diketahui bahwa Melaka Duck Tour berangkat setiap satu jam sekali. Jadi saya tidak perlu menunggu lama, yang mana setiap saat perasaan takut dapat mengalahkan keinginan.

Rombongan Pelancong Menaiki Kendaraan Amphibi


Berwisata dengan menggunakan Melaka Duck Tour menyenangkan. Di setiap tempat yang dilalui oleh kendaraan, maka akan ada audio yang akan memberikan informasi berkenaan dengan tempat tersebut. Sayangnya bunyi mesin begitu menderu, sehingga kita menjadi kurang fokus.

Saya betul-betul menikmati setiap momen perjalanan. Begitu nervous namun excited ketika kendaraan sudah menuju ke Pulau Melaka, sebuah pulau buatan sebagai tempat wisata dan bisnis. Dari Pulau Melaka inilah nanti, Melaka Duck Tour akan mengarungi Selat Melaka untuk menikmati keindahan kota Melaka dari laut.


AHA! Saya Bisa

I got my Aha Moment!

Ada sebuah keharuan...kebahagian begitu saya berhasil menaklukkan ketakutan yang bertahun-tahun menaungi. Begitu deru ombak laut berdecak karena hantaman haluan depan Melaka Duck Tour, saya berteriak dalam hati. Aha! Saya bisa mengalahkannya. Alhamdulillah. Sebuah petualangan yang mengasyikkan, sekaligus mendebarkan.

Oh ya dengan menggunakan Melaka Duck Tour kita bisa menikmati kawasan pinggiran kota Melaka, bangunan-bangunan uni di Pulau Melaka dan pastinya Mesjid Selat, mesjid terapung yang menjadi ikon Pulau Melaka dan kota Melaka. Yuk simak video dibawah.


How To Get Melaka by Using Skyscanner?

Bagi kamu yang juga ingin mengeksplor Melaka sebagai tempat kamu menghabiskan liburan, jangan khawatir. Sekarang sudah ada situs yang membantu anda untuk mewujudkan impian tersebut. Yup, pakai Skyscanner dong. Masak masih datang ke biro travel konvensional kayak dulu.

Sekarang kan zamannya online. Apa-apa bisa dilakukan dengan hape dan ujung jari. Nah kalau kamu pake aplikasi Skyscanner kamu gak hanya bisa booking tiket pesawat dan hotel, kayak kompetitor lainnya. Tapi kamu juga bisa sewa mobil sekalian. Asyikkan. Jadi buat yang belum pernah ke Melaka dan bingung cari kendaraan umumnya dari Bandar Udara, Skyscanner adalah solusi yang tepat.

Interface website Skyscanner

Trus apalagi kemudahannya?

Situs Skyscanner merupakan situs terpercaya di seluruh dunia. Menampilkan harga yang jujur. Harga yang tertera merupakan harga yang anda bayar. Disamping itu pastinya hemat waktu. Iya dong karena sekarang Skyscanner juga sudah ada dalam platform aplikasi di gadget. Jadi bisa lebih ringkas.

Nah, misalkan gini. Jadwal kontrol saya berikutnya ke Melaka adalah di bulan November. Disitus akan menampilan semua opsi-opsi yang bisa dengan mudah anda pilih, kayak di bawah.

Disamping itu Skyscanner juga menampilkan informasi, harga tiket pada penyedia jasa lainnya. Jadi kita bisa dengan mudah dapat informasi dan gak perlu ngabisin waktu buka dan search di tiap situs penyedia.


Nah, gimana sekarang kamu sudah yakin dengan Skyscaner. Biar lebih afdol yuk tonton vlog dibawah.

</div>

Selamat menggunakan skyscanner ya dan selamat menciptakan dan mendapatkan #ahamoments dalam setiap perjalanan kamu. Happy travel....

Tulisan ini diikutkan dalam lomba #SKYSCANNERINDONESIA
Untuk mengikutinya bisa mengklik #AHASKYSCANNER

27 komentar:

  1. Pengalaman tiap traveling orang emang beda-beda ya Uni. Takut laut bisa jadi inspirasi. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengalaman Siti ke Georgia juga tidak kalah menarik. tq ya

      Hapus
  2. Lucu ya mobilnya. Itu bisa buat di darat dan di laut ya, mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Antung, bekas amphibi soalnya

      Hapus
  3. Alhamdulillah..teratasi dengan indahnya yaa..alat transportnya lucu juga ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang masih ada takutnya dikit mb Dian, tapi tidak separno dulu

      Hapus
  4. Hebat, berani menghadapi ketakutan :)

    BalasHapus
  5. perjalanan menyenangkan. alat transportasinya unik ya

    BalasHapus
  6. Melaka duck tour ini lucu banget kendaraannya, ya. Penasaran pengen cobain bagaimana rasanya :)

    BalasHapus
  7. Ih lucu ya, kendaraan amphibi ini. Warnanya kuning ngejreng. Ini kalau mengajak anak-anak pasti senang sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak...anak-anak pasti senang

      Hapus
  8. Wah bener, untuk menaklukkan trauma, kita memang harus menghadapinya, alih-alih menghindari.
    Good thought, Evi

    BalasHapus
  9. Kendaraannya lucu banget ya mbak.. Pengen cobain juga duh.. ^^
    Makasih udah menginspirasi, hebat banget mbak berani menaklukkan rasa takut.. ^^

    BalasHapus
  10. Nice sharing Mbak.. harus banyak belajar dari Mbak juga. Trauma tapi dapat menaklukkan trauma. ^.^

    BalasHapus
  11. Kendaraannya lucuuuuk. Jadi pengen nyobak. Seru ya jalan2nya. Salam kenal dari urang awak :)

    BalasHapus
  12. Duck tour-nya seru ih! Kalau enggak salah di Singapore ada juga, tapi aku belum pernah naik.
    Aku selalu pengen ke Malaka, tapi bukan untuk berobat semoga (soalnya kalau berobat malah pengennya ke Penang). Aku ingin ke Malaka cuma gara-gara drama Asia, yang bercerita di Malaka jaman penjajahan Jepang dulu.
    Selamat sudah bisa menaklukan trauma ya, Mbak! Semoga segera diberi kesembuhan.

    BalasHapus
  13. Perjuangan banget ini perjalanannya ya mbak. AHA Moments beneranlah!
    Semoga sukses lombanya yaa

    BalasHapus
  14. Seru ya..aku jadi pengen nyobain Melaka Duck Tour nya

    BalasHapus
  15. Belum pernah makai Skyscanner ini sih mbak. Nampaknya asyik juga dicoba untuk liburan sama keluarga nanti, sekalian cek2 tiket, sekalian kalau sewa mobil di destinasi ah hehe TFS :D

    BalasHapus
  16. wih foto SMA masih ada. Hebat, Mbak! Eh duck tour gini aku pernah coba waktu di Singapore. Di Melaka juga ada ya. Seru terutama saat mau nyebur ke air.

    BalasHapus
  17. Wah, sempat PTSD juga ya mbak setelah kejadiaan semasa SMA itu? syukurlah sudah terobati sekarang, soalnya saya pribadi merasa rugi kalo ke Pantai tapi nggak 'nyicip' main airnya hehe Saya jadi ingin jalan-jalan ke Malaka, padahal lumayan dekat dari Riau :)

    BalasHapus
  18. Hemat waktu ya pake skyscanner kalo mau bandingin harga tiket dr berbagai situs. Traveler makin dimudahkan nih

    BalasHapus
  19. Terima kasih ya sudah ikutan Blog Competition "Aha Moments" Skyscanner Indonesia. Good luck :)

    BalasHapus
  20. Jejak. Terima kasih sudah berpartisipasi. :)

    BalasHapus
  21. Wah ternyata di Melaka juga ada Duck Tour. Saya pikir hanya ada di Singapura saja :)

    BalasHapus