Laman

Child Abuse Itu Berawal Dari Minimnya Pemahaman Anak Tentang Seks. Begini Cara Memulai Pembicaran Tentang Seks Dengan Anak


Kejahatan Seksual Pada Anak

Baru-baru ini kota Padang digegerkan oleh berita pelecehan seksual yang dilakukan terhadap beberapa anak-anak sekolah SD Al Azhar oleh satpan sekolah. Meskipun kedua terduga pelaku telah dipecat oleh pihak sekolah dan kabarnya kasus tersebut telah dilaporkan ke aparat keamanan, namun kegelisahan orangtua tentunya tidak berenti sampai disitu.

Sekolah sebagai rumah kedua bagi anak, sekarang pun tidak bisa memberikan keamanan menyeluruh bagi anak. Walaupun pola kejahatan sudah bisa mendeteksi bahwa pelaku kejahatan pada anak biasanya dari kalangan terdekat, namun fakta bahwa itu dilakukan di sekolah pastinya memprihatinkan kita.

Menurut data Komnas Perlindungan Anak adanya peningkatan jumlah laporan kasus kejahatan seksual pada anak sejak tahun 2010. Kejahatan seksual terhadap anak adalah suatu bentuk penyiksaan anak di mana orang dewasa atau remaja yang lebih tua menggunakan anak untuk rangsangan seksual. Kejahatan seksual, tidak hanya terjadi di luar rumah tetapi ada juga yang terjadi di dalam rumah di mana predatornya adalah orangtuanya sendiri, paman, kakak dan juga orang tua tiri.

Kejahatan seksual anak menjadi perkara yang sangat memilukan. Hal ini  dikarenakan  dampak traumatik yang dialami anak korban kekerasan seksual begitu mendalam dan sulit untuk disembuhkan. Dalam sebuah diskusi Kajian Ilmiah Perkembangan Anak di Yogyakarta dinyatakan bahwa trauma psikologi pada anak yang menjadi korban kejahatan seksual sulit dihilangkan dari ingatan, terutama jika pelaku masih berada dan tinggal tidak jauh dari lingkungan  anak. Sehingga langkah-langkah preventif dilakukan untuk melindungi anak-anak dari kejahatan seksual.

Pentingnya Pendidikan Seksual Pada Anak

Kasus SD Al Azhar di Padang terkuak setelah murid-murid kelas enam mempelajari tentang bagian-bagian tubuh lengkap dengan keterangan bahwa bagian vital tertentu tidak boleh dipegang oleh orang lain, terkecuali orangtua sendiri. Ramai-ramai murid tadi melaporkan ke orangtuanya akan tindak tanduk dua satpam tersebut, karena melakukan perbuatan yang sama.Kejadian seperti ini mengkonfirmasi tulisan oleh Swiandi Kumalasari dalam tulisan berjudul Lindungi Anak Dari Pelecehan Seksual Dengan Aturan Ini. Tidak ada rahasia antara kita, merupakan prinsip yang mesti diadopsi oleh seluruh orangtua untuk membuat anak dekat dengan orangtua.

Hal ini menandakan masih rendahnya pengetahuan seksual pada anak-anak. Tentunya ini didasari budaya ketimuran yang masih menabukan pembicaraan mengenai seksualitas dengan anak. Padahal seksualitas bukan hanya sebatas persoalan hubungan intim suami isteri.

Pendidikan seks sejak dini sebenarnya dibutuhkan agar anak bisa menjaga dirinya. Pendidikan seks sejak dini harus dilakukan oleh orangtua sebagai orang terdekat. Jika orangtua tidak mengajarkan pendidikan seks pada anak sejak dini, maka ia akan mencari tahu dari sumber lain yang belum tentu mampu memberikan pemahaman tepat. Namun terkadang kita sebagai orangtua bingung bagaimana dan kapan memulai untuk membicarakan pendidikan seksual dengan anak. Saya dulunya hanya berpesan untuk hati-hati dan menjaga diri ketika anak pertama saya, Nessa, harus tidur di sekolah karena ada Ramadhan Camp. Selalu bersama teman ketika ke kamar mandi dan memberi tahu guru serta mengunci pintu kamar mandi kalau pergi sendiri.

Berikut ini merupakan cara mengajarkan pendidikan seks pada anak.

1.    Memberikan edukasi sesuai usia anak

Untuk anak-anak berusia di bawah lima tahun, kita dapat memulainya dengan mengenalkan bagian-bagian tubuh dan mengajarkan bagian tubuh tertentu seperti alat kelamin. Beri tahu mereka bahwa alat kelaminnya merupakan bagian tubuh yang harus dilindungi dan tidak sembarang orang dapat menyentuh bagian tubuh tersebut. Kita pun harus memberikan jawaban dari pertanyaan mereka sesuai usianya.

Nessa yang sudah berusia sembilan tahun dan mempunyai sepupu yang sudah Haid, sudah saya beritahu tentang perkembangan fisik manusia. Perkembangan fisik anak berkaitan erat dengan masalah seks. Anak laki-laki akan mengalami mimpi basah, perubahan suara, tumbuhnya jakun dan bulu halus di tubuhnya. Anak perempuan akan mengalami, menstruasi dan membesarnya payudara yang berdampak pada kestabilan emosinya. Dan ini bisa dihubungkan dengan ajaran agama terkait kondisi bahwa anak sudah dalam fase Baligh.

Melalui pendidikan seks, kita bisa menjelaskan apa yang terjadi terhadap kondisi fisik mereka. Ini mendukung perkembangan fisik dan mental anak.

2.    Sering Ngobrol Dengan Mereka

Ketika anak bertanya, kita bisa menjelaskannya tanpa rasa sungkan. Oh ya, cari tahu juga dari mana mereka mendengarnya. Lewat cara tersebut kita bisa memperbaiki informasi yang mereka terima bila memang keliru. Bagi anak yang pemalu atau sungkan bertanya biasanya cenderung enggan bertanya mengenai masalah seks pada orangtuanya. Sebagai orangtua sebaiknya jangan menunggu dan mulailah membuka obrolan seputar seks dari anda. Gunakan contoh dari alam, seperti reproduksi hewan.

Saya dulu ketika anak-anak masih balita, mereka bertanya bagaimana dulu mereka lahir. Karena masih kecil, saya hanya menjawab ‘sekedar’ memuaskan keingintahuan mereka. Ada yang saya bilang keluar lewat mulut. Lalu sikembar keluar dari hidung. Namun ternyata sekarang seiring mereka tumbuh di zaman youtube, mereka malah sudah menonton video orang melahirkan. Untuk itu ada baiknya kita jujur dengan anak-anak dalam memberikan pemahaman mengenai seks dan sekaligus dikaitkan dengan pemahaman agama dan kemahakuasaan Tuhan.

3.    Tetap Tenang

Suatu hari Nessa bertanya tentang mimpi basah. Dan tadi ketika melihat Panji lagi show di TV, dia bertanya tentang apa itu Gay.

Kita mungkin tidak akan menduga pertanyaan-pertanyaan mereka yang biasanya datang secara tiba-tiba. Nah, anda mesti tetap tenang dalam menjawab pertanyaan mereka seputar seks. Oleh karena itulah, kita harus mencari tahu informasi sebanyak mungkin agar dapat bicara secara luas. Dari percakapan itulah anak akan mulai mengerti beberapa hal yang memang sudah harus ia ketahui sesuai usianya. Harapannya, kita tidak akan takut lagi tentang berbagai infomasi yang diterima anak dari luar rumah. Anak sudah tahu sumber paling terpercaya, yaitu orangtuanya.

4.    Kenalkan rasa malu semenjak dini

Kenalkan anak pada rasa malu dengan tujuan menghargai diri sendiri. Misalnya, mengganti pakaian haruslah di tempat tertutup. Jangan memakai pakaian minim sekalipun di rumah. Nah bagi anda yang mempunyai anak laki-laki dan perempuan, sedapat mungkin sudah memisahkan tidur mereka semenjak mereka masih kecil. Hal ini untuk mendorong pemahaman seks mereka bahwa mereka berbeda secara fisik.

Dengan memberikan pemahaman seperti ini sama dengan Anda telah menghindarkan anak dari kekerasan seksual. Karena kejahatan seks pada anak juga didorong oleh adanya kesempatan.
Salah satu manfaat memberikan pendidikan seks kepada anak adalah anak menjadi lebih akrab dengan orantua. Kebiasaan berdiskusi dan berbincang akan membuat anak lebih terbuka kepada orangtua. Karena melalui diskusi, tanya jawab dengan anak, menanyakan seputar kegiatan sehari-hari serta menjelaskan perkembangan fisiknya akan menumbuhkan rasa percaya anak kepada orangtuanya. Anak-anak akan merasa mendapatkan dukungan dan perhatian dari orangtua.

Sumber : Meetdoctor.com

                                                         **AV**



Tidak ada komentar:

Posting Komentar