Laman

Ramadhan Ceria Bersama Busy Bag El-Hana

ramadhan, busy bag, el-hana


Ramadhan Ceria Bersama Busy Bag El-Hana - Tak terasa bulan Ramadhan datang lagi ya... Si kembar dari beberapa hari yang lalu sudah heboh mau ikut berpuasa.  Maklum ini bulan puasa pertama saat mereka sudah di bangku taman kanak-kanak.

" Dhila ikut puasa juga, Mi". Dhila antusias banget mau ikutan berpuasa. Kalau kembarannya Thiya kelihatan sebaliknya. Ha..ha..

"Nanti gak boleh makan dan minum. Kalau haus gimana, Dhi?" tanya Thiya.

" Kalau masih anak kecil, puasanya boleh cepat berbuka." ujar si kakak Nessa.

Memang mengenalkan ajaran agama sepatutnya sudah sedari dini diajarkan. Terlepas mau dilaksanakan penuh atau tidak. Nah, salah satu tips dari mbak Ophi Ziadah dalam tulisannya Mendampingi Si Kecil Menyambut Ramadhan menyebutkan bahwa kita orangtua mesti mempersiapkan anak secara mental dalam pelaksanaan puasa. Memberikan pemahaman kenapa mereka harus menahan makan dan minum serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Terlebih buat si kembar yang merupakan 'uji coba' puasa pertama mereka.

Saya sendiri sangat ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan hari pertama puasa si kembar. Tadi malam kakek sudah menyarankan kalau Dhila gak sanggup sampai magrib, puasanya boleh dibatalkan. Tapi Dhila kekeuh ingin puasa sampai magrib. Dan ternyata walaupun keduanya bangun sahur, ternyata Thiya tidak mau berpuasa. Nanti ga tahan haus katanya. Mari lanjut bagaimana puasa Dhila di hari pertama.

Sayangnya sekolah TK sikembar libur hingga tanggal 28 Mei. Libur sekolah artinya si kembar hanya di rumah saja. Dan di rumah artinya gangguan TV dan Hp begitu mengganggu aktifitas mereka. Maklum maminya sok sibuk, sibuk di rumah dan di luar.

Kadang yang menjadi permasalahan dalam pengasuhan anak-anak adalah minimnya ketersediaan waktu bermain bersama dengan mereka bagi orangtua. Melepas anak-anak bermain sendiri, rayuan HP dan TV itu lebih kencang daripada buku dan sejenisnya. Padahal dalam tulisannya mbak Ophi menggarisbawahi bahwa penting bagi orangtua untuk mendampingi si kecil yang sedang dalam belajar berpuasa.

Alhamduliah Ramadhan ini, kami di rumah sekarang punya Busy Bag dari El-Hana yang berisikan berbagai permainan edukatif keislamian. Anak-anak senang sekali begitu petugas kurir pengiriman datang. Yang ditunggu-tunggu telah sampai ke rumah.

Apa Aja Yang Ada di Busy Bag El-Hana?

1. Bunting Flag Ramadhan.

Kegembiaraan Ramadhan semakin ceria dengan adanya hiasan bunting flag di mushola rumah. Permainannya asyik. Anak-anak bermain dengan ceria sambil mengelompokkan tulisan WELCOME untuk flag pertama dan RAMADAN untuk flag kedua.

Mereka pun asyik memilah-milah warna yang akan digunakan. Kartu-kartu hanya perlu dilipat sedikit di bagian atas dan di lem menempel pada benang yang akan dijuntaikan.

Tralala...Bunting Flag telah dipasang di pembatas mushola.


2. Poster Aktivitas Ramadhan

Poster aktivitas Ramadhan sudah langsung dinamai oleh kak Nessa. Karena kak Nessa sekarang sudah SD, biasanya pembuatan aktifitas ramadhan dilakukan di dalam buku. Tahun sekarang poster aktivitas Ramadhan sudah ditempel di dinding sebagai pengingat bagi kak Nessa supaya disiplin dalam menjalankan ibadah ramadhan.

Ada kategori sholat lima waktu, membaca Al Quran, sholat tarawaih ke Masjid dan mendengarkan ceramah ustad.


3. Ramadhan Chart

Uniknya, khusus untuk berpuasa poster dibuat dalam bentuk puzzle yang bisa ditempel. Setelah berpuasa selama 30 hari, puzzle tersebut akan lengkap dan membentuk sebuah gambar. Asyikkan..

Jadi nambah penyemangat sikembar untuk berpuasa. Oh ya jangan khawatir nanti hasil puzzle-nya bakal salah dalam penempelan. Karena udah ada nomornya yang disesuaikan dengan hari keberapa berpuasa.

4. Menentukan hilal berpuasa.


Kapan kita berpuasa, Mi? Apa penanda orang berpuasa? Bagaimana cara tahu bulan berpuasa sudah masuk?

Sederet pertanyaan kak Nessa tentang Hilal. Nah dalam busy bag ini ada alat peraga berbentuk spinner yang bisa menggambarkan perubahan wujud bulan dalam memberikan informasi kapan berpuasa akan dimulai.

5. Kartu Amalan Ramadan

Another tips dari mbak Ophi adalah kita orangtua melengkapi pemahaman anak terhadap ibadah ramadhan. Kartu Amalan Ramadhan dari El-Hana ini mengajak anak-anak untuk belajar pengetahuan Agama Islam dengan cara bermain. Cara bermainnya pun mudah, kartu yang sudah dikocok disusun dan diletakkan dengan gambar di bawah. Selanjutnya anak-anak harus mencari pasangan kartu dengan cara membuka dua kartu secara bersamaan. Apabila kartu tersebut memiliki gambar yang berbeda, kartu harus ditutup kembali. Ketika anak-anak menemukan dua kartu yang berpasangan, kartu tersebut bisa diambil.

Jadi kita sebagai orangtua dengan mudah bisa mengenalkan amalan-amalan yang bisa dilakukan dalam rangka membersamai bulan Ramadhan. Semoga amalan-amalan tersebut bisa menambah pahala kita.


6. Batal atau Tidak

"Ngorek-ngorek kuping membatalkan puasa ya, Mi? tanya Nessa. Salah satu permainan edukatif lain di Busy Bag El-hana juga mengajarkan anak-anak untuk membedakan aktifitas mana yang bisa membatalkan puasa atau tidak.

Kita sebagai orangtua juga akan dipermudah untuk memberikan pemahaman mengenai hal-hal yang membatalkan puasa dari kartu-kartu El-Hana.


7. Kartu Pop Up Idul Fitri

Busy Bag El-Hana juga dilengkapi dengan kartu lebaran pop-up yang bisa dibuat sendiri oleh anak-anak. Tinggal di gunting dan ditempel.

Kartu tersebut bisa dikirimkan ke sanak-saudara atau teman yag diinginkan. Karena sekarang sudah ada media sosial, jadi sudah tidak ada penjualan kartu-kartu lebaran. Nessa sangat suka dengan kartu lebaran pop up ini.

Berapa Harga Busy Bag El-Hana dan dimana bisa dibeli?

Seorang teman menanyakan harga busy bag tersebut via wa. Harganya cukup murah kok. Dengan nilai Rp 150.000 ada tujuh permainan edukatif yang bisa dilakukan oleh anak-anak di rumah selama Ramadhan ini. Sangat bermanfaat bukan?

Nah bagi yangberminat membeli set busy bag El-Hana bisa membelinya melalui website el-Hana di  http://elhanalearningkit.com/ Bisa juga dihubungi Fanpage resmi el Hana Learning Kit  dan akun Instagram: @learning_kit

Beragam permainan lain yang disesuaikan dengan usia anak, dapat dijumpai di website El-Hana.

Saat ini El Hana  sedang mengadakan program donasi BUY ONE DONATE ONE di mana setiap pembelian Busy Bag Ramadhan melalui website el-Hana akan langsung disalurkan produk yang sama kepada anak-anak muslim lainnya di beberapa wilayah. Jadi, kita tidah hanya bermain dan belajar bersama anak-anak tetapi kita juga bersedekah berbagi kebahagiaan dengan anak lainnya. Busy Bag Ramadan dari program donasi ini akan diberikan kepada murid Paud khusus anak-anak pemulung dan peserta kajian Ramadhan for Kids.

Tips terakhir dari mbak Ophi dalam mendampingi anak-anak agar menciptakan Ramadhan yang ceria adalah dengan menghargai usaha yang telah dilakukan dengan mengapresiasi anak. Bisa dengan membuatkan menu kesukaan, memberi kejutan-kejutan istimewa seperti membelikan Busy Bag Ramadhan El-Hana dan sebagainya.  So, para orangtua jangan khawatir untuk Ramadhan kali ini. Ada El-Hana yang akan menemani anak-anak beraktifitas dan semoga kita dapat membersamai waktu beribadah dengan anak-anak di rumah. Happy Fasting
Read More

Kiat untuk Pilih yang Tepat di Tempat Jual Sofa Bed

kiat, pilih, sofa bed


Untuk mempercantik isi rumah, diperlukan beberapa perlengkapan seperti properti. Ada beberapa jenis properti yang bisa dipilih seperti sofa yang dapat dibeli di toko properti konvensional yang ada di sekitar tempat tinggal Anda atau membelinya langsung secara online di toko online terpercaya pilihan Anda. Dalam memiliki properti, seperti sofa minimalis untuk rumah kecil Anda, pemilihan sofa bed di tempat jual sofa harus tepat sehingga tidak menyebabkan ruangan Anda terkesan penuh atau sesak.

Pertama adalah tentukan lebih dahulu dimana Anda akan menempatkan sofa tersebut.

Jika Anda hendak meletakkan sofa bed di ruang keluarga, Anda bisa memilih sofa bed sehingga nantinya ketika ada keluarga atau teman Anda yang tiba-tiba datang ke rumah Anda dan kamar penuh, sofa tersebut bisa menjadi tempat tidur alternatif. Jika di ruang tamu, pilih yang berbentuk “L” atau sofa memanjang agar tempat di ruang tamu tidak terlihat penuh.

Kedua adalah sesuaikan ukuran sofa dengan ukuran ruangan dimana Anda akan meletakkan properti tersebut.

Jangan sampai sofa yang Anda beli terutama di toko online dimana Anda tidak bisa menilai secara langsung, memiliki ukuran yang hampir sama dengan lebar dari ruangan tempat Anda akan meletakkan properti tersebut. Selain bisa membuat ruangan menjadi penuh dan sesak namun juga bisa mengurangi nilai estetika interior. Untuk mengantisipasinya, Anda bisa mengukur terlebih dahulu ruangan Anda akan meletakkan sofa tersebut dan menanyakannya langsung ke penjual apa ada sofa dengan ukuran yang kecil dan cocok untuk ditempatkan di ruangan tersebut atau membandingkan dengan ukuran yang tertera.

Ketiga adalah pertimbangkan kerangka dari properti yang dibeli di tempat jual sofa.

Ada 2 pertimbangan terkait dengan pertimbangan rangka, yaitu:

Material rangka: jenis bahan apa yang digunakan untuk membuat kerangka sofa tersebut, apakah menggunakan kayu solid dan hindari dari bahan kayu daur ulang seperti papan kayu partikel atau jenis plywood standar karena kurang kuat dan tidak tahan lama walaupun harganya lebih murah.
Konstruksi rangka yang kuat dan kokoh. Hindari memilih sofa yang menggunakan baut, lem, penghubung besi yang berfungsi untuk menyatukan 2 buah kayu karena bisa membuat rangka menjadi lebih rentan rusak dan patah.

Keempat adalah pertimbangan apakah akan memilih suspensi atau per.

Suspensi tersebut berfungsi untuk membuat duduk menjadi terasa nyaman dan sedikit memantul di bagian penyangga busa. Masing-masing perusahaan atau pabrikan memiliki tipe suspensi sendiri sehingga bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan Anda. Untuk mengeceknya, Anda bisa menggunakan prinsip eight-way hand-tied yaitu dengan cara menekan sandaran sofa dan nantinya Anda bisa merasakan pantulan per yang terpisah yang ada di antara kain sofa. Jika sofa tersebut memiliki harga yang menengah ke bawah, Anda bisa menggunakan prinsip sinuous spring untuk mengecek kualitas furniture.

Kelima adalah melihat busa dudukannya.

Ada beberapa busa dudukan yang menggunakan material serat polyester dan ada yang terbuat dari bahan yang lainnya. Hal yang harus diingat adalah semakin kencang busa tersebut maka bentuk atau body sofa akan lebih bagus dan bisa lebih tahan lama. Hindari untuk memilih sofa di tempat jual sofa yang terlalu empuk atau terlalu. Di bagian sandaran sofanya, pilih yang ketebalan sandaran lebih tipis dari busa dudukan dan sebaiknya pilih yang diisi oleh serat polyester atau dengan polyester kombinasi busa serta pastikan tidak ada bulu atau serat yang keluar dan tidak rapi.

Dari lima pertimbangan di atas, semoga membantu anda dalam memilih sofa-sofa yang akan mempercantik ruangan anda kala lebaran datang. Selamat berbelanja.
Read More

Buku Di Mata Mahasiswa Era Digital

mahasiswa, buuku, digital
Sumber : Pixabay.com

Saya masih ingat ketika masih jadi mahasiswa, dua puluh tahun yang lalu, buku-buku textbook yang dipakai umumnya hasil beli sendiri atau ngopy dari buku yang dipunyai oleh senior. Jaman dulu keberadaan buku amat terbatas. Kalau tidak ada di toko buku, berarti sumber lain hanya didapat dari perpustakaan dan pinjaman dosen.

Namun sepertinya karena keterbatasan keadaan, mahasiswa dulu sangat memuja buku. Rak atau lemari pajangan dengan buku buku tebal walaupun hasil copyan, tetap membawa kebanggaan bagi pemiliknya.

Pemahaman bahan kuliah, ya sumbernya dari buku. Untuk mengerjakan tugas-tugas, pedomannya ya buku. Jimat ujian, ya dari resume buku.

Tapi di era digital ini, sepertinya telah terjadi pergeseran di mahasiswa. Walaupun saya tidak menyatakan itu untuk mahasiswa secara keseluruhan, tetapi sejauh pengamatan saya sebagai dosen, saya menangkap fenomena ini.

Power Point...Si Biang Kerok

Kalau dulu buku yang menjadi sumber ilmu mahasiswa dalam belajar, namun di era digital ini posisinya sudah digantikan oleh power point dari dosennya. Jaman dulu ketika belum ada laptop, dosennya ya menerangkan dengan menggunakan spidol atau paling canggih saat itu pakai infocus dengan proyektor untuk memantulkan tulisan dosen melalui media plastik yang ditulis dengan spidol warna-warni.

Gak bisa dicopykan ya...atau dosennya yang gak mau minjamin. Karena kalau hilang resikonya tulis tangan lagi.

Sekarang, mahasiswa sudah punya file perkuliahan dosennya. Kadang ada dosen yang baik hati, selalu memberi bahan perkuliahan dalam bentuk file power poin langsung. Mahasiswa mungkin menyangka, bahan perkuliahan itu akan tetap begitu seiring waktu. Gak akan di-update sama dosennya.

Ada yang bilang, dengan penyampaian seperti ini dosen menjadi tidak berpower dan sebenarnya tidak dapat poin-poinnya. Tapi buat mahasiswa gak papa. Yang penting power poin menjadikan perkuliahan menjadi simpel. Gak perlu bawa tas bawa catatan. Cukup lihat power point dosen. Segalanya sudah ada disana.

Hardcopy vs Softcopy

Digitalisasi juga merambah ke produk buku. Banyak situs-situs yang menawarkan penjualan buku tidak dalam bentuk fisik. Belum lagi situs-situs tertetnu yang juga menyediakan buku digital secara gratis.

Cukup dalam satu klik, mahasiswa sudah punya bukunya. Puluhan buku bisa dipunyai dari unduhan yang hanya butuh koneksi data.

Tapi apakah dengan buku nonfisik ini, akan semakin mempermudah mahasiswa? Dalam sisi penyediaan mungkin. Tapi mungkin juga tidak dalam hal elaborasi pemahaman bahan atau topik ajar.

Satu hari, saya memberikan softcopy buku ajar kepada mahasiswa sebagai buku pedoman. Dari sana saya ingin melihat perilaku mahasiswa terhadap buku nonfisik ini. Ternyata memang sesuai dengan duugaan saya. Hanya satu dua mahasiswa yang mencetak kembali softcopy buku tersebut dan mayoritas menyatakan disimpan di dalam laptop masing-masing.

Keduanya punya kelebihan dan kekurangan sih. Dengan buku fisik, mungkin agak susah untuk membawanya berpindah tempat apalagi kalau bukunya tebal dan berat. Tapi dengan buku fisik, produktifitas baca akan lebih tinggi dibandingkan mebaca dalam wujud buku nonfisik.

Tanya saja sama Mbah Gugel

Berbicara produktifitas baca textbook bagi mahasiswa, salah satu hal yang yang membuat penurunan kebiasaan membaca mahasiswa adalah karena keberadaan mbah gugel. Hanya perlu ketik apa yang dicari, semua informasi yang berdekatan akan langsung tersaji. Mahasiswa tidak perlu repot membaca keseluruhan.

Namun apakah bahan yang tersaji di setiap laman gugel itu akan dibaca. Kebanyakan juga tidak. Lalu lahirnya kebiasaan copy paste tanpa menelaah terlebih dahulu.

Jadi kalau mahasiswa disuruh membuat makalah dari beberapa sumber referensi, maka makalah itu akan menyajikan gaya bahasa sesuai dengan jumlah sumber referensinya. Mahasiswa tidak terlatih untuk menseleksi maupun melakukan sintesa terhadap literatur rujukannya.

Ada kisah miris saat saya membawa sebuah buku ke hadapan mahasiswa saya di dalam kelas. Saya menunjukkan buku tersebut dan mempersilahkan kalau ada mahasiswa yang ingin mengcopy-nya. Saya yakin tidak ada yang mempunyai buku itu karena buku terbitan luar negeri. Ternyata hingga selesai perkuliahan, tidak satu pun dari mahasiswa saya yang tertarik untuk meminjamnya. Akhirnya buku tersebut saya bawa pulang kembali.

Mungkin inilah yang dimaksud era disrupsi pada kebiasaan membaca mahasiswa. Teknologi meninabobokan, tidak hanya untuk membantu. Namun saya juga percaya masih ada mahasiwa yang tidak tergoda dengan budaya instan. Karena sesungguhnya setiap proses akan menghasilkan output yang berbeda. Hasil tidak akan pernah mengkianati usaha.



Read More

Ingin Tampil Feminin? Yuk Pakai Jenis Sepatu Wanita Ballet Flat Ini

feminim, sepatu, wanita, ballet flat shoes

Jenis Sepatu Wanita - Sepatu merupakan item fashion yang sangat menunjang penampilan seorang wanita. Dengan pemakaian baju kasual atau dress, pastinya pemakaian sepatu akan akan menjadi suatu pembeda pula. Ada banyak jenis sepatu wanita  yang beredar di pasaran, salah satunya adalah jenis sepatu ballet dengan bentuk flat. Kenapa dinamakan sepatu ballet? Karena jenis sepatu seperti ini biasa digunakan untuk penari ballet saat menari. 

Jenis sepatu wanita ballet flat ini tidak memiliki hak, sehingga akan nyaman di gunakan setiap hari. Apalagi, dengan sentuhan desain yang simpel membuatnya jauh terlihat lebih simpel dari jenis sepatu wanita kebanyakan. Hal ini kiranya akan membuat kakimu nyaman serta tidak pegal.

Jenis Sepatu Wanita Ballet Flat untuk Tampil Feminin

Ingin tampil feminin? Kamu bisa memilih sepatu ballet flat sebagai alternatif. Entah digunakan saat acara formal maupun non-formal, jenis sepatu wanita ini memang menjadi pilihan banyak wanita. Namun, ada beberapa tips untuk membantumu dalam memilih jenis sepatu wanita dengan model ballet flat ini.

Pertama, pilihlah sepatu ballet dengan material yang lembut sehingga tidak akan membuat kaki lecet.

Kedua, pilih ukuran yang tepat sesuai ukuran kakimu, jika ingin menggunakannya lebih lama maka ambil satu nomor di atasnya.

Ketiga, pilih sepatu sesuai dengan tujuan, ingin memilih sepatu ballet flat untuk bersantai ataupun untuk acara yang lebih formal. Untuk kamu yag bertubuh kurang tinggi, pemilihan jenis sepatu wanita dengan model ini mungkin bukan pilihan yang tepat.

Selain itu, ada juga beberapa pilihan merk sepatu ballet flat yang sedang hype di dunia fashion serta akan membantumu tampak lebih terlihat feminin. Beberapa merek tersebut adalah Kate Spade, Tory Burch, Jessica Simpson, Melissa dan Asos.

Kate spade, merek ini memang terkenal dalam mengeluarkan jenis sepatu wanita ballet flat. Sepatu ini memiliki aksen pita yang lebih besar daripada sepatu ballet flat lainnya dan ditambah dengan materialnya yang bening seperti kaca, akan membuat kakimu semakin cantik maksimal. Kamu bisa mendapatkannya dengan harga Rp 2 jutaan saja. Meskipun agak mahal, namun akan sebanding dengan betapa mempesonanya kamu ketika memakai sepatu ballet flat Kate Spade ini.

Tory Burch, merek ini menghadirkan jenis sepatu wanita ballet flat yang berdesain cukup unik. Jika Kate Spade menggunakan material yang bening, Tory Burch ini menggunakan sulaman dan sentuhan bohemmian yang semakin menawan. Dengan material kulit dan tambahan warna emas metalik juga membuat sepatu ini terlihat lebih glamour. Produk ini ditawarkan seharga Rp 3,8 juta yang sangat pantas untuk dikenakan menghadiri acara santai di malam hari.

Selanjutnya adalah Jessica Simpson, merek ini mengeluarkan sepatu ballet flat dengan dilengkapi strap di bagian pergelangan seperti ballerina pada umumnya. Namun, strap tersebut dibuat lebih minimalis agar tidak terlalu mencolok. Ini akan membuatmu tampil feminin tanpa harus berlebihan.

Selain Jessica Simpson, ada pula Melissa. Brand ini cukup banyak menawarkan jenis sepatu wanita dengan desain dan detail yang manis. Salah satunya adalah sepatu ballet flat yang dihargai sekitar Rp 2 jutaan. Melissa berkolaborasi dengan desainer ternama, Vivian Westwood yang menghasilkan sepatu ballet flat dengan warna merah cerah yang sangat menarik perhatian. Sepatu ini bermaterial plastik dan dipercantik dengan detail logo Viviane Westwood berwarna emas. Sungguh cantik bukan?

Yang terakhir adalah Asos. Jika kamu ingin tampil feminin namun tetap terlihat kasual, ini pilihan yang tepat. Sepatu ballet flat ini bermaterial suede yang bertuliskan OOH dan LALA yang anti-mainstream. Ditambah dengan pita kecil di bagian depan, sepatu ini dipatok dengan harga Rp 400 ribuan.

Jadi, mana nih jenis sepatu wanita ballet flat yang menjadi pilihan kamu untuk tampil cantik dan feminin? Jangan lupa sesuaikan dengan budget yang kamu miliki ya!
Read More

3 Tempat Wisata Keluarga Ramah Anak Di Pekanbaru

pekanbaru, wisata, keluarga, ramah, anak


Selama ini Pekanbaru, Riau identik dengan industri sawitnya. Namun, tak banyak yang tahu bahwa Pekanbaru memiliki banyak destinasi wisata yang menarik. Asyiknya, sejumlah objek wisata diklaim ramah anak. Dengan begini, Anda bisa mengajak si kecil untuk bersenang-senang.

                                                               (sumber : dolanyok.com)

Adapun rekomendasi tempat wisata keluarga terbaik yang patut Anda kunjungi selama berlibur di Pekanbaru, antara lain sebagai berikut.

1.    Riau Fantasi, Labersa Water Park & Theme Park
Ingin bermain air bersama anak? Datanglah ke Riau Fantasi, Labersa Water Park & Theme Park di Jalan Labersa, Tanah Merah, Siak Hulu, Kampar, Riau.

Meski masih tergolong baru, tetapi Riau Fantasi sukses menarik minat masyarakat Riau dan sekitarnya. Destinasi wisata ini menawarkan berbagai wahana air yang sangat sayang jika dilewatkan.
Di arena basah, ada sejumlah permainan menarik, seperti Adventure Pool, Crocodile River, Adult Pool, Baby Pool, dan Lazy Pool. Adventure Pool cocok untuk dimainkan si kecil karena dilengkapi dengan berbagai permainan anak, sedangkan Lazy Pool menawarkan permainan air dengan arus ringan yang sangat asyik untuk menikmati suasana.

Anda yang menyukai tantangan bisa memilih wahana Crocodile River yang menyuguhkan permainan race slide dan big jump slide dengan ketinggian 15 meter. Bagi Anda yang masih memiliki anak balita, ajaklah si kecil untuk bermain air dengan perahu mini di wahana Baby Pool.
Wahana di arena kering pun tak kalah seru, Anda bisa bermain Family Swinger, Perahu Kora-kora, Komedi Putar, atau Kereta Wisata bersama si kecil.

2.    Kebun Binatang Sang Kulim
Kebun Binatang Sang Kulin merupakan salah satu destinasi wisata yang selalu ramai dikunjungi keluarga di akhir pekan. Umumnya, anak-anak akan merasa antusias jika diajak melihat-lihat beragam jenis hewan yang ada, seperti harimau, gajah, singa, kuda, penyu, dan buaya.

Selain senang, anak pun akan belajar banyak mengenai keberagaman makhluk hidup. Wawasan si kecil semakin luas, rasa simpati dan empati pun akan terbentuk dengan sendirinya. Tak heran jika kebun binatang selalu berada di daftar teratas wisata favorit keluarga.
Kebun binatang ini terletak di Jalan Haji Usman, Kubang Raya, Siak Hulu, Kampar, Riau. Untuk mencapai Kebun Binatang Sang Kulim dari pusat kota Pekanbaru membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit berkendara.

3.    Perpustakaan Seoeman H. S.
Ajaklah si kecil ke Perpustakaan Soeman H. S. yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman No. 462, Jadirejo, Sukajadi, Pekanbaru. Di perpustakaan ini, ada banyak sekali jenis buku yang dapat Anda baca. Buah hati Anda pun akan merasa nyaman dan senang berkat adanya fasilitas Children Library dan Kids Corner.

Tak hanya itu saja, perpustakaan berdesain unik layaknya rehal Alquran ini juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya, seperti AC, musala, kafe, kantin, dan WiFi.
Disadari atau tidak dengan mengajak si kecil ke perpustakaan, secara tidak langsung Anda telah mengajarkan anak untuk gemar membaca sedari kecil. Kegiatan ini sangat baik bagi tumbuh kembang buah hati Anda. 

Perpustakaan Soeman H. S. buka setiap hari Senin sampai Jumat sejak pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Di hari Sabtu dan Minggu, perpustakaan buka lebih singkat, yakni mulai pukul 09.00 WIB sampai 14.00 WIB.

Itulah sejumlah tempat wisata keluarga yang dapat Anda kunjungi selama berlibur di Pekanbaru. Pastikan untuk melakukan pemesanan hotel di Pekanbaru melalui aplikasi Airy Rooms yang dapat diunduh melalui Google Play dan App Store.


Nikmati kamar bersih dengan beragam fasilitas gratis, mulai dari peralatan mandi, hot shower, pendingin ruangan, TV layar datar, air minum, dan WiFi. Pembayarannya pun praktis, bisa melalui transfer bank atau menggunakan kartu kredit.

Jika Anda berasal dari luar kota Pekanbaru, Anda bisa menggunakan pesawat menuju kota Pekanbaru dengan membeli tiket pesawat di Airy. Tunggu apa lagi, yuk liburan!
Read More

Maker Fest bersama Tokopedia Dorong Kreator Lokal Jadi Brand Nasional yang Mendunia



Maker Fest Bersama Tokopedia Dorong Kreator Lokal Jadi Brand Nasional Yang Mendunia - Pada tanggal 18 Maret 2018 lalu di Jakarta, Maker Fest, sebuah gerakan independen untuk pemberdayaan kreator lokal, secara resmi diluncurkan. Udah tau kan, dewasa ini industri kreatif sangat menarik untuk dikembangkan karena industri kreatif mampu menggerakkan ekonomi regional.

Namun terkadang, bagi kreator-kreator pemula, start-up start-up pemula kadang ngamang juga di fase-fase awal karena kurangnya dukungan secara komunitas. Namun jangan khawatir, gerakan Maker Fest hadir untuk mencari, mengedukasi, menginspirasi, dan memberikan panggung offline & online bagi para kreator Indonesia untuk merealisasikan dan mengembangkan ide usaha kreatif 
mereka, hingga bisa menjadi brand-brand masa depan Indonesia yang mendunia. Maker Fest jadi panggung online dan offline bagi kreator muda lokal untuk kembangkan ide usaha kreatif. Maker Fest jembatani kreator lokal dengan berbagai pengetahuan agar bisa akselerasi skala bisnis. Maker Fest bertujuan agar lebih banyak lagi bisnis kreatif lokal yang dapat berkembang menjadi IKM bahkan brand nasional, sehingga dapat mendukung Indonesia untuk jadi produsen di ekonomi digital global. Keren kan?

Apa Aja Yang Ada Di Maker Fest

 

Rangkaian Maker Fest terdiri dari berbagai workshop, sharing session dan kompetisi ini akan diselenggarakan di delapan kota selama 2018. Nah kota Padang, akan memulai kegiatan Maker Festpada hari Sabtu hingga Minggu 21-22 April 2018 di Lapangan Imam Bonjol Padang.

Chairman Maker Fest 2018 William Tanuwijaya menjelaskan bahwa kelahiran Maker Fest terinspirasi oleh hasil karya para kreator lokal di seluruh Indonesia. “Dalam perjalanan saya membangun Tokopedia, saya berkesempatan menyaksikan dengan dekat perjalanan banyak kreator Indonesia dengan visi dan misi serta produk yang bagus, namun sayangnya banyak yang mentok hanya di level UMKM. Saya yakin sebenarnya dengan ekosistem yang tepat, para kreator lokal dapat berkembang dari usaha kecil menjadi industri, dan dari industri menjadi brand-brand masa depan Indonesia yang mendunia. Untuk membangun ekosistem ini, Maker Fest hadir menjadi panggung penghubung dari para pemangku kepentingan terkait dimana para maker, platform marketplace, logistik, perbankan, investor, dan pemerintah berkolaborasi mewujudkan cita-cita besar ini bersama.”

Karenanya, Maker Fest hadir secara independen. Gerakan ini berkolaborasi dengan Tokopedia dan didukung oleh institusi-institusi pemerintahan sekaligus pelaku industri Indonesia, yaitu Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika serta JNE. Meski diselenggarakan bersama Tokopedia, namun Maker Fest inklusif dan terbuka bagi seluruh kreator lokal di Indonesia yang memiliki passion untuk mengembangkan diri dan produknya.

Selain menyediakan panggung, Maker Fest juga membantu mengakselerasi bisnis para kreator lokal tanah air melalui pengembangan keahlian dan pengetahuan.

“Selama ini, sebagai salah satu startup teknologi di Indonesia kami sering ditanya, kapan IPO? Bagi kami, justru indikator keberhasilan kami adalah para kreator lokal bisa lebih dulu IPO dibandingkan kami,” respon William terhadap target Maker Fest ke depan.

Siapa Yang Menjadi Target Dari Maker Fest


Target utama Maker Festadalah anak muda. Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menjelaskan bagaimana milenial bisa menjadi motor pertumbuhan kreator lokal Indonesia. “Lebih dari 30 persen pengusaha ekonomi kreatif di Indonesia adalah generasi milenial. Sebagai populasi terbesar, anak muda Indonesia masih memiliki potensi besar untuk turut mengembangkan ekonomi kreatif Indonesia. Melalui program seperti Maker Fest, kami berharap ke depannya lebih banyak lagi pelaku bisnis kreatif Indonesia yang dapat memperluas skala usahanya, sehingga mampu memberikan dampak lebih besar terhadap lapangan pekerjaan dan kesejahteraan ekonomi, serta mampu memberikan inspirasi kepada generasi muda lainnya,” ungkap Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.


Salah satu yang akan hadir berbagi pengalaman di Maker Fest 2018 adalah Lizzie Parra, CEO dan pendiri By Lizzie Parra (BLP), brand kosmetik lokal yang sudah dikenal luas secara nasional. “Memutuskan menjadi pengusaha apalagi di industri kreatif memang tidak mudah. Sukses tidak terjadi dalam semalam. Banyak fase jatuh bangun yang harus saya lalui dalam membangun brand kosmetik sendiri. Namun jika didasari passion, semua prosesnya dapat menjadi lebih mudah dan nikmat untuk dijalani. Semoga pengalaman saya dapat menginspirasi dan mendorong para kreator lokal agar berani berkarya dan mengembangkan passion-nya secara produktif di dunia bisnis,“ jelas Lizzie.

Rugi Kalau TIdak Ikutan Maker Fest


Maker Fest 2018 akan dilaksanakan pada April-Desember 2018 di Medan, Padang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar dan Makassar. Di tiap kota, akan diselenggarakan berbagai kegiatan edukasi, workshop dan sesi sharing keterampilan. Para kreator juga dapat berkonsultasi dengan pelaku usaha, konsultan bisnis serta pengusaha ekonomi kreatif skala nasional mengenai tantangan dan solusi yang dihadapi dalam mengembangkan bisnis mereka. Termasuk dalam hal pengembangan SDM, inovasi, strategi pemasaran, branding, hingga akses ke permodalan.

Di setiap kota juga akan dilaksanakan Local Maker Competition 2018, kompetisi berkreasi untuk para kreator lokal yang ingin mengenalkan dan mengembangkan bisnisnya. Pemenang dari tiap kota akan diterbangkan ke Jakarta untuk mengikuti Festival Maker Fest 2018 di Jakarta pada bulan Desember mendatang. Dari 24 peserta skala nasional, 10 finalis terbaik akan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan bisnisnya dan memberikan sesi workshop di depan para juri dan pengunjung Festival Maker Fest 2018.

Tiga juara terbaik Local Maker Competition 2018 akan mendapatkan reward masing-masing sebesar Rp 1 Milyar, Rp 300 juta, dan Rp 200 juta sebagai modal untuk mengembangkan usahanya. Selain itu, pemenang juga mendapatkan reward lainnya berupa konsultasi kreatif dan produksi untuk branding dan marketing campaign, kolaborasi eksklusif dengan pelaku industri kreatif nasional dan kesempatan berpartisipasi dalam pameran internasional, serta mengakses jalur distribusi ke ritel internasional.

Nah, bener kan rugi banget kalau tidak ikutan? Udah bertabur hadiah, dapat ilmu dan memperkuat jejaring.

Daftar quote dari berbagai institusi yang mendukung Maker Fest 2018 :


●    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara: Ekonomi digital memberikan ruang luas bagi anak muda Indonesia untuk berinovasi menciptakan peluang bisnis. Guna memaksimalkan peluang tersebut perlu keselarasan antara teknologi terkini dengan kompetensi sumber daya manusia yang tinggi. Untuk itu pemerintah, pemain bisnis, dan pelaku kunci lainnya dalam ekosistem kewirausahaan harus bersinergi dalam mendukung pertumbuhan kreator lokal yang unggul dan berdaya saing tinggi. Merekalah yang akan menjadi penggerak Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020.

●    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto: Generasi muda menjadi aset penting dalam membangun masa depan Indonesia untuk menjadi Negara Industri Tangguh, terutama karena pertumbuhan para kreator muda yang tersebar di berbagai daerah dapat mendukung percepatan pembangunan industri ke seluruh wilayah Indonesia. Saat ini sudah semakin banyak brand lokal hasil karya anak muda yang tidak kalah dengan brand internasional. Agar mampu menjadi produsen di era ekonomi digital, kita perlu memunculkan lebih banyak lagi kreator muda yang inovatif, berbasis teknologi dan berdaya saing global, sehingga siap menghadapi era industri 4.0.

  • Presiden Direktur JNE M. Feriadi : UKM berperan besar dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal, apalagi dengan pesatnya pertumbuhan e-commerce saat ini. Untuk itu, dengan kapabilitasnya sebagai perusahaan pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE berkomitmen dalam mendukung kemajuan bisnis UKM, terutama dalam hal penjualan dan pengiriman. Melalui Maker Fest 2018, JNE ingin berperan lebih jauh lagi. Bukan hanya dukungan dalam pemberdayaan UKM, namun juga menjadikan kreator muda lokal memiliki daya saing dan kualitas produk yang diterima pasar luas. Baik di Indonesia hingga ke luar negeri. Kami juga menyediakan program khusus yang bisa dinikmati oleh seluruh kreator lokal yang berpartisipasi dalam Maker Fest.
***


Narahubung:
Eliza Viyantina
PR Committee Maker Fest (IDEA Group)
eliza.viyantina@ideagroup.co.id /+6281288955961
Read More

Eksotisme Sawahlunto : Tambang Batubara, dan Kenangan Jejak-jejak Imigran Belanda dan Jawa

sawahlunto, kota tambang, batubara, de greve
Courtesy : Minang Tourism
Hier rust de mijn ingenieur W.H de Greve den 12 October 1872 door een ongelekkig toeval alhier omgekomen R.I.P (Di sini beristirahat dengan tenang insinyur pertambangan W.H de Greve yang pada tanggal 22 Oktober 1872 meninggal karena kecelakaan).
Sumber : Minanglamo.blogspot.com
Makamnya hanya ditandai dengan nisan berukuran 107 cm x 88 cm. Tak ada ornament lain. Begitu sederhana. Terletak di tempat yang tidak biasa. Di kaki bukit, di pinggir sungai Kuantan  Jorong Koto Hilia Nagari Durian Gadang Sawahlunto.  Dipayungi pohon nangka, ditutupi oleh semak-semak dan rumput liar. Apa yang membuat seorang Belanda Willem Hendrik De Greve dimakamkan di tempat seperti  ini?

Demikian risalah baris demi baris dalam buku Jejak  de Greve Dalam Kenangan Sawahlunto yang ku baca. Begitu menggelorakan, begitu menakjubkan. Buku ini sudah ada sekitar dua tahun di rumah, namun baru kali ini aku berkesempatan untuk membacanya.

Emas Hitam

Berawal dari ambisi besar kerajaan Belanda dalam pencarian sumber-sumber energy untuk mendukung revolusi industry yang tengah marak di Eropa hingga mengantarkan seorang seorang insinyur pertambangan W.H de Greve hingga sampai ke Padangsche Bovenlanden, sebutan untuk daerah Minangkabau oleh Belanda.

Berbekal petunjuk dari penyelidikan awal yang dilakukan oleh C.De Groot van Embden, sembilan tahun sebelumnya.  Setelah mengkaji beberapa petunjuk, mengumpulkan beberapa benda uji dan mengujinya, pada tahun 1868 secara meyakinkan  de Greve menyatakan bahwa keberadaan batu bara di wilayah Ombilin itu benar-benar ada.

Batu bara dengan kalori terbaik dengan cadangan deposit hingga mencapai 200 juta ton. De Greve bahkan bisa memetakan wilayah sebarannya. Tapi de Greve belum puas.

Bagaimana pendistribusian batu bara itu nantinya hingga sampai ke negeri Belanda. Sawahlunto berada di tengah bentang pulau Sumatera. Satu-satunya cara adalah dengan menggunakan transportasi air. Inilah yang tengah di rintisnya, dijelajahinya kemungkinan jalur transportasi air hingga mencapai pantai timur Sumatera. Bagaimana menemukan jalur dari Batang (sungai) Ombilin, bertemu dengan Batang Kuantan, Sungai Kampar dan sungai Siak di Riau hingga berakhir di pertemuan sungai Indragiri dan Selat Melaka.

Namun takdir telah menemukan bahwa ekspedisi transportasi de Greve harus berakhir dengan sebuah kecelakaan di Batang Kuantan. Masih belum separuh jalan. Namun temuan de Greve di Ombilin kelak menjadi cikal bakal peradaban kota Sawahlunto.

Infrastruktur di Ranah Minang, Semua Berawal Dari Batubara


Kerajaan Belanda menanamkan modal berjuta Gulden untuk membangun infrastruktur di Sumatera Barat. Eksploitasi batu bara di Ombilin Sawahlunto membutuhkan banyak dukungan. Berbagai sarana dan prasarana dibutuhkan untuk memuluskan jalur logistic batu bara.

Proyek Tiga Serangkai dicanangkan oleh Kerajaan Belanda. Eksploitasi batu bara di Ombilin menjadi langkah awal dibangunnya sistem transportasi kereta api dari Sawahlunto hingga Padang dan dimulainya pembangunan pelabuhan Emmahaven (pelabuhan Teluk Bayur sekarang).Tidak hanya di Sawahlunto, tapi hingga menyebar ke berbagai daerah lain di Ranah Minang. Akhirnya terbangunlah sistem transportasi kereta api yang terintegrasi dari Pulau Air Padang - Padang Panjang- Bukittinggi - Solok - Muaro Kalaban - Sawahlunto - Teluk Bayur. Semua berawal dari batubara.

‘The Little Dutch’ Sawahlunto


Terletak di lembah Soegar, dikelilingi oleh perbukitan bukit barusan. Belantara hutan, persawahan dan areal lainnya dalam sekejap berubah menjadi kota industry. Gedung-gedung bernuansa kolonial Belanda dan China banyak dibangun, yang hingga kini masih terawat.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap didirikan untuk mendukung pertambangan. Lembah Soegar tidak lagi gelap di malam hari. Mana ada di Indonesia pada awal abad ke-20 listrik terang benderang di malam hari. Batu-bara telah mengubah segalanya. Sawahlunto telah menjadi daerah penting dalam geopolitik ekonomi Kerajaan Belanda di Hindia Belanda, Indonesia sekarang.

Dulu disebut sebagai gedung Societeit. Dibangun pada tahun 1910 yang digunakan oleh petinggi tambang sebagai bangunan entertainment. Kini gedung ini difungsikan sebagai Pusat Kebudayaan Sawahlunto.
Kerlap-kerlip Lampu Gedung Societeit di Malam Hari (Sumber : Sawahlunto A Journey Into The Past)
Tampilan Gedung Societeit Kini

Senjakala Sawahlunto dan Transformasi Kota


Sejak penambangan pertama kali di Sungai Durian pada tahun 1891 yang membuahkan hasil produksi satu tahun berikutnya, kota Sawahlunto praktis bertumpu pada batu bara. Berduyun-duyun berbagai etnis berpindah hidup ke sini. Suku Jawa, Melayu, Batak dan lain sebagainya. Puluhan tahun masyarakatnya menumpukan kehidupannya pada batubara. Tambang batubara Ombilin merupakan tambang batubara terbesar di Indonesia pada masanya.

Menjelang tahun 1998, PT Bukit Asam sebagai BUMN yang bertindak sebagai operator tambang batubara Ombilin Sawahlunto, memindahkan kegiatan eksplorasinya karena cadangan yang sudah tidak ekonomis untuk ditambang. Denyut kehidupan mulai kembang kempis dan Sawahlunto terancam menjadi kota mati. Ribuan orang eksodus dari Sawahlunto hingga menjelang tahun 2002.

Kemudian datanglah seorang pengusaha Ir Amran Nur, putra daerah yang menjadi Walikota. Potret suram Sawahlunto direvitalisasi pada tahun 2005. Kota itu kini tidak lagi mengandalkan sektor pertambangan, tetapi dari pariwisata. Sawahlunto bangkit dengan menjual kisah masa lalunya.

Sawahlunto, A Cultural Tourism City

Yang kuingat dari memori kanak-kanak ketika pertama kali aku ke Sawahlunto adalah kota ini berbeda dari kota-kota lainnya yang pernah kukunjungi. Tidak terlalu besar, dikelilingi oleh perbukitan, bangunan-bangunan ‘aneh’ dan suasana yang ‘lain’.

Tak pernah lagi kukunjungi Sawahlunto hingga besar. Agustus tahun 2016 akhirnya aku kembali ke kota ini untuk suatu keperluan riset. Hari itu kota Sawahlunto  tengah bersiap-siap menggelar hajat Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa) yang kedua. Sebuah gelaran dalam rangka ekspose Songket Silungkang kepada dunia internasional. Songket Silungkang merupakan salah satu kekayaan kultural nagari Silungkang Sawahlunto. Industri kreatif ini mampu mendukung geliat pariwisata Sawahlunto. Dengan menggunakan  mesin tenun tradisional, songket Silungkang dihasilkan dari tangan-tangan terampil nan lincah.

Aku senang sekali bisa menyaksikan kegiatan SISCa ini. Ratusan peserta datang dari berbagai daerah di dalam dan luar propinsi Sumatera Barat. Peserta parade berjalan mengelilingi daerah kota tua untuk mempromosikan songket Silungkang dan pariwisata Sawahlunto. Berharap gaungnya bisa menyamai Jember Fashion Carnival di tahun-tahun mendatang.
Berpose Di Depan Parade SISCa

Inilah masterpiece Songket Silungkang yang dipamerkan dalam gelaran Sawahlunto Internasional Songket Carnival tahun 2016. Dengan panjang hampir mencapai 20 meter lebih, perlu beberapa orang untuk merentangkannya. . .

Jejak-jejak Imigran Belanda dan Jawa 

Karena gelaran SISCa baru dimulai pukul dua siang, sehabis waawancara untuk keperluan riset, aku dan tim menyempatkan berkunjung ke beberapa destinasi yang menarik. Tujuan pertama kami adalah Lubang Mbah Soero.
Aku dan Tim berpose di mulut Lubang Soero
Lubang Soero merupakan saksi bisu sejarah panjang pertambangan batubara di Sawahlunto. Lubang Soero merupakan terowongan pertama yang digali untuk penambangan batubara. Dibuka pada tahun 1898. Terowongan ini mempunyai tiga level. Pada gambar di bawah merupakan level pertama dari terowongan. Dulunya terdapat rel pada jalan sekarang ditutup dengan paving block, untuk mendistribusikan batu bara dari tempat galian ke atas. Setelah 30 tahun beroperasi terowongan ini akhirnya ditutup karena terjadi rembesan dari Batang Lunto.
Intersection di Dalam Tunnel (Sumber Sawahlunto A Journey Into The Past)
Dua puluh ribu pekerja dari seluruh Indonesia dengan mayoritas dari Jawa didatangkan untuk menggali terowongan ini. Sebagian besar dari mereka merupakan orang tahanan. Satu grup pekerja terdiri dari sekitar tujuh orang pekerja yang diawasi oleh satu pengawas. Soerono merupakan salah satu pengawas lokal pertama dalam penggalian terowongan batubara ini. Namanya diabadikan sebagai branding destinasi wisata ini.

Orang rantai, demikian masyarakat menyebutnya. Pekerja-pekerja tambang dalam keadaan kaki di rantai dipaksa bekerja menggali terowongan dan batubara untuk memenuhi target dari pengawas. Tak jarang karena beban kerja yang berlebihan, banyak diantara mereka akhirnya menemukan ajal di sini.  Pemerintah Belanda hanya membuat nomor identifikasi pekerja pada batu nisannya. Tidak ada informasi yang lain.

Replikas Batu Nisan Orang Rantai Di Museum Gudang Ransum

Hingga sekarang di Sawahlunto sudah terjadi akulturasi kebudayaan jawa pada kehidupan masyarakatnya. Nama-nama penduduk yang berbau Jawa hingga diadakannya kegiatan pewayangan dan kuda lumping pada waktu-waktu tertentu.

Beranjak dari Lubang Soero, lalu kami menyinggahi Museum Gudang Ransum yang letaknya tidak begitu jauh dari Lubang Soero.

Museum Gudang Ransum memiliki kaitan erat dengan penambangan batubara. Disebut Gudang Ransum karena bangunan ini menyediakan konsumsi setiap harinya untuk ribuan pekerja tambang. Dibangun pada tahun 1918, kompleks bangunan Gudang Ransum merupakan sebuah konsep dapur masakan yang terintegrasi.

Terdapat enam bangunan di komplek ini. Ada bangunan yang memproduksi panas dari uap batubara dan mengalirkannya melalui pipa ke bangunan dapur untuk memasak. Terdapat juga gudang makanan yang memiliki tujuh ruangan untuk menyimpan tujuh jenis bahan makanan yang berbeda. Disamping itu juga ada bangunan yang khusus untuk memproduksi Es Krim dan penggilingan padi.
Bangunan Tungku Pembakaran



Periuk-periuk Raksasa Yang Digunakan Untuk Memasak
Berada di dalam Museum Gudang Ransum ini, aku membayangkan kesibukan di dapur umum dalam menyediakan konsumsi untuk pekerja. Hawa panasnya, riuh ramai suara pekerja di dapur diringi dengan asap yang menyeruak hingga keluar dapur. Semua peralatan memasak digunakan dalam ukuran besar dan dalam jumlah yang banyak. Dan dilengkapi dengan tiang-tiang tinggi yang menggunakan sistem katrol untuk mengangkat penutup periuk ketika memasak. Begitu terintegrasi, begitu terencana sistem logistik yang digunakan dalam gudang ransum ketika itu.

How To Get  Sawahlunto by SkyScanner


Sawahlunto berjarak sekitar 115 km dari Padang, ibukota Sumatera Barat. Traveler bisa menggunakan bus antar kota maupun jasa penyewaan mobil maupun mobil-mobil travel dengan durasi perjalanan berkisar 2.5 jam. Terletak di ketinggian 250 - 650 di atas permukaan laut.

Bagi Traveler yang juga ingin mengeksplor Sawahlunto sebagai tempat untuk menghabiskan liburan, jangan khawatir. Sekarang sudah ada situs yang membantu kamu untuk mewujudkan impian tersebut. Yup, pakai Skyscanner dong. Masak masih datang ke biro travel konvensional kayak dulu.

Sekarang kan zamannya online. Apa-apa bisa dilakukan dengan hape dan ujung jari. Nah kalau kamu pake aplikasi Skyscanner kamu gak hanya bisa booking tiket pesawat dan hotel, kayak kompetitor lainnya. Tapi kamu juga bisa sewa mobil sekalian. Jadi buat yang belum pernah ke Sawahlunto dan bingung cari kendaraan umumnya dari Bandar Udara Minangkabau, Skyscanner adalah solusi yang tepat.
Tampilan antar muka web Skyscanner

Oh ya maskapai apa aja yang bisa kamu gunakan kalau mau ke Sawahlunto? Banyak dong. Hampir semua maskapai brand dalam negeri membuka rute penerbangan ke Padang. Bagi kamu yang memilih Garuda Indonesia, kamu yang berangkat dari Jakarta terdapat tujuh kali penerbangan ke Padang, dan dari Batam sekali penerbangan sehari. Tiket Pesawat Garuda Indonesia pun bisa kamu dapatkan di Skyscanner.

Trus apalagi kemudahannya?

Situs Skyscanner merupakan situs terpercaya di seluruh dunia. Menampilkan harga yang jujur. Harga yang tertera merupakan harga yang anda bayar. Disamping itu pastinya hemat waktu. Iya dong karena sekarang Skyscanner juga sudah ada dalam platform aplikasi di gadget. Jadi bisa lebih ringkas.


Disamping itu Skyscanner juga menampilkan informasi, harga tiket pada penyedia jasa lainnya. Jadi kita bisa dengan mudah dapat informasi dan gak perlu ngabisin waktu buka dan search di tiap situs penyedia.

Kembali Ke Sawahlunto Dalam Impianku

Petang membatasi aku menjelajahi Sawahlunto pada hari itu. Aku dan rombongan harus kembali lagi ke Padang. Masih banyak tempat lagi yang belum aku kunjungi.

Ada Masjid Nurul Islam, masjid kebanggaan masyarakat Sawahlunto. Sepintas tidak ada yang istimewa dari masjid yang dibangun tahun 1952 ini. Selain fasad bangunannya yang memang mencirikan arsitektur jaman lampau dan jumlah kubahnya yang banyak. Aku belum belihat seperti apa di dalamnya, seperti apa cantik tegelnya.

Tapi lihatlah dari dekat kedua gambar di bawah ini. Sepertinya keduanya memiliki kemiripan. Hey coba pandangi kedua tiang tinggi yang terdapat di kedua gambar itu.
Kompleks PLTU Sawahlunto dulu (Sumber : Sawahlunto A Journey Into The Past)

Masjid Nurul Islam Sawahlunto (Sumber Beritanuansa.wordpress.com)
Benar kawan, itu adalah benda yang sama namun dengan fungsi yang berbeda. Cerobong asap dari pembakaran batubara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang dibangun pemerintah Belanda pada tahun 1894. Gedung instalasi pembangkit listriknya memang sekarang sudah tidak ada lagi. Sudah digantikan oleh bangunan fisik masjid. Namun tiang tinggi cerobong asapnya masih ada, dan difungsikan sebagai menara masjid. Menakjubkan bukan?

Masih ada Museum Kereta Api yang merupakan satu dari dua museum kereta api di Indonesia. Aku membayangkan suatu hari bisa menaiki kereta wisata dari Sawahlunto ke Muaro Kalaban yang ditarik oleh lokomotif Mak Itam, lokomotif uap peninggalan masa lampau. Ah betapa menyenangkan menyaksikan bentang alam sambil sesekali diselingi jeritan lokomotif uapnya.

Di Sawahlunto masih terdapat areal pemakaman Belanda, satu-satunya di Sumatera Barat. Terletak di Lubang Panjang sekitar dua kilometer dari pusat kota. Dengan luas areal 7000 m2 kamu bakal menyaksikan kuburan dengan ornamen-ornamen kolonial yang elegan.

Courtesy : @rizaanggraini
Sawahlunto bertabur bangunan-bangunan kolonial bergaya art deco. Keberadaannya hingga sekarang masih dapat kita jumpai. Bagi kamu yang suka selfie-selfie, Sawahlunto adalah tempatnya.
Kantor Pusat PT Bukit Asam (courtesy Minangtourism.com)
Berada di Sawahlunto seakan-akan membawa aku kembali ke masa lampau. Bangunan-bangunan kuno yang masih tegak berdiri, memberi tahu betapa hebatnya peradaban masa lampau. Tugas kitalah untuk menjaganya. Bukan berarti kita melestarikan kekuatan imperialis di bumi pertiwi ini, namun bangunan-bangunan itulah yang menjadi sebentuk penghubung dari masa sekarang dengan masa lampau. Yang bisa kita gunakan sebagai telaah berpikir untuk rencana di masa depan.

Menyusuri eksotisme Sawahlunto mengingatkanku betapa banyak peluh keringat bangsaku dalam membangun kota ini. Yang bahkan tidak hanya cukup diberikan dengan tenaga dan airmata, karena banyak dari mereka akhirnya menemui kematiannya disini.

Sawahlunto kaya dengan hasil bumi. Sawahlunto berlimpah kerajinan kreatif. Dan yang tidak kalah penting, Sawahlunto kaya akan sejarah perjuangan bangsa. Sudah sepantasnyalah kamu memilih Sawahlunto sebagai destinasi wisatamu. Skyscanner nanti yang akan membantumu.

Ah, Sawahlunto. Aku tak sabar untuk kembali bertemu denganmu...

                                                                        **AV**


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner


Referensi :
1. Yonni Saputra, Jejak de Greve Dalam Kenangan Sawahlunto, Penerbit Ombak Yogyakarta, 2011
2. Yenny Narny, Sawahlunto A Journey Into The Past, Pemerintah Daerah Sawahlunto
3. https://minanglamo.blogspot.co.id/2013/04/wh-de-greve-explorer-1840-1872.html?m=1
Read More

Melahirkan Bayi Kembar Secara Normal? Bisa! Simak Pengalaman Saya

melahirkan, bayi, kembar, pengalaman

Melahirkan Bayi Kembar Secara Normal? Bisa! Simak Pengalaman Saya - Pandangan dan tatapan mata penasaran dan takjub selalu mengiringi saya dan suami ketika menggendong bayi kembar kami di depan umum. Bagaimana tidak, dua sosok bayi imut dan lucu dengan penampakan wajah yang mirip dan selalu menggunakan pakaian dan aksesoris yang sama?

Tak cukup hanya itu. Orang-orang akan selalu bertanya meminta konfirmasi tentang dua bayi kami.

“Kembar ya, Bu?”

“Iya,”jawab saya.

“Ih lucunya.”

Selalu begitu. Pun tak lupa kejadian yang sama terjadi lagi ketika kami membawa sikembar ke dokter untuk imunisasi. “Dulu lahiran sikembar operasi, Bu?”tanya ibu yang duduk di sebelah saya penasaran. “Gak kok, persalinan spontan .” Si Ibu tercegang tak percaya. “Oh, bisa ya melahirkan bayi kembar dengan normal?”

Itulah pertanyaan yang selalu saya tanyakan kepada dokter kandungan ketika pemeriksaan kehamilan dulu.

Teringat Awal-awal Diberitahu Hamil Kembar

“Selamat ya, Bu, Pak. Bayinya kembar,” begitu dulu dokter kandungan menyampaikan. “Tuh lihat kantong kehamilannya ada dua.” Saya dan suami malah sempat bengong tidak percaya. Kembar? Masa iya?

Iya, kami sama sekali tidak pernah membayangkan bakal punya anak kembar karena memang tidak punya garis keturunan langsung yang kembar. Sebuah nikmat Allah SWT yang tidak diduga-duga. Alhamdulillah.

Tidak ada yang berbeda antara kehamilan kembar ini dengan kehamilan sebelumnya. Saya tidak rewel pun demikian juga dengan  calon bayi di kandungan saya. Perkembangannya selalu sesuai dengan umur kehamilan saya. Hingga saya menyadari bahwa pada usia kehamilan enam bulan, baju-baju hamil saya terdahulu sudah tidak muat lagi untuk dipakai.

“Bu Dokter, gimana apa saya bisa melahirkan normal?” tanya saya ke dokter Kiki, dokter kandungan saya. “InsyaAllah bisa, Bu. Mudah-mudahan nanti posisi kepala bayinya bagus.”

Saya memang selalu cemas menghadapi persalinan nanti. Banyak dapat cerita kalau amat jarang orang yang melahirkan normal pada bayi kembar. Belum lagi teman kuliah saya yang juga kebetulan juga hamil kembar, juga memilih untuk melahirkan secara cesar bayinya. “Gak enak banget melahirkan Cesar. Ngilu di bekas operasi sebulan gak hilang-hilang” cerita teman saya tersebut. Makin takutlah saya.

Memasuki trimester terakhir, ukuran perut makin bertambah besar. Strechmark ada dimana-mana. Belum lagi kulit perut yang teregang sempurna hingga hanya menyisakan kulit tipis mengkilat pelapis perut. Makan sudah tidak bisa banyak-banyak. Sedikit makan, perut langsung terasa penuh dan berat. Demikian juga kaki sudah tidak kuat menopang tubuh berjalan. Sedikit melangkah, perut bagian bawah terasa sakit. Saya baru menyadari bahwa ternyata minggu-minggu akhir menjelang melahirkan , saya malah makin kurus.

Tidak bisa banyak makan pun juga tidak bisa banyak gerak. Saya makin cemas dengan masa persalinan saya. Bagaimana bisa melahirkan normal tanpa ada persiapan sama sekali. Mau ikut senam hamil, udah capek duluan karena tempatnya jauh. “Bisa gak ya Pa, Mama melahirkan normal nanti,” tanya saya pada suami.

“Serahkan sama Yang Maha Kuasa saja, Ma. Mudah-mudahan ada pertolongan dari Allah nanti,” nasehat dari suami.

Minggu-minggu terakhir kehamilan

Minggu-minggu terakhir menunggu proses persalinan, merupakan sebuah penantian yang melelahkan. Ukuran perut bertambah besar yang membuat mobilitas tubuh terganggu. Tidak itu saja. Besarnya perut ternyata berefek ke kenyamanan tidur. Tidur hanya bisa di bagian tepi dari tempat tidur. Mau bergeser sedikit saja, sungguh susahnya. Pantat sudah tidak sanggup lagi bergeser ke tengah tempat tidur karena bobot perut yang besar.  Dengan posisi tidur di tepi seperti ini, kaki tinggal dijuntaikan saja ke lantai yang memudahkan untuk bangkit dari tempat tidur. Jangan coba-coba untuk tidur telentang. Bisa-bisa tidak akan sanggup untuk duduk kembali.

Jadi bagaimana posisi yang nyaman untuk tidur? Saya bilang bahwa tidak ada posisi yang benar-benar nyaman. Sebentar tertidur dengan miring ke kiri, lalu kemudian pegal. Namun untuk berpindah miring ke kanan, itu bukan sebuah proses yang mudah. Belum lagi di setiap perpindahan posisi, kita harus menyertakan pemindahan bantal untuk mengganjal perut. Ya memang, perut di setiap perpindahan posisi harus diganjal dengan bantal. Itu keadaan nyamannya.

“Pa, masukin dong baju-baju dan semua persiapan mama melahirkan nanti ke kopernya”.

“ Entar aja deh, Ma. Masih lama juga, sebulan lagi.”

“ Sekalian gitu, Pa. Cek-cek apa yang masih kurang.”

Tapi akhirnya, barang-barang persiapan melahirkan tersebut baru dimasukkan ke dalam koper di saat-saat injury time. Kami abai dalam menyikapi nasehat dokter.

“ Karena hamilnya kembar, biasanya melahirkan gak sampai umur kandungan 38 bulan lho, Bu. Jadi bu Evi mesti siap-siap,” kata dokter Kiki pada saya suatu hari.

“Kenapa bisa gitu, Dokter?” tanya saya.

“ Karena dengan bayi kembar, bobot dari kedua bayi dan perangkatnya akan menekan leher rahim lebih berat. Dan itu bisa memicu kelahiran lebih awal.”

Saya masih ingat malam sebelum melahirkan bayi kembar saya. Tidak ada yang spesial pada hari itu. Saya makan dengan porsi makan sebagaimana biasa. Saya beraktifitas di rumah seperti biasa. Tidak ada yang mencurigakan dengan kondisi kehamilan saya kala itu walaupun saat itu sudah masuk minggu ke-35. Walaupun dokter kandungan saya sudah memprediksi kelahiran yang lebih cepat, namun hingga minggu ke-35 tersebut, saya belum memiliki feeling akan melahirkan. Kontraksi palsu terjadi seperti biasa sebagai persiapan rahim untuk melahirkan.

Saya tertidur pulas malam itu. Hingga saya menyadari bahwa tubuh bagian kanan sudah pegal yang menkitakan saya terlalu lama tidur dengan posisi miring ke kanan. Pelan-pelan saya ubah posisi dari miring ke kanan menjadi telentang. Bersiap-siap untuk ganti posisi miring ke kiri.

Lalu tiba-tiba, saya merasakan sesuatu merembes di celana dalam. Pipiskah saya? Bagaimana bisa pipis sedangkan saya masih dalam posisi setengah tertidur. Pun tidak ada perasaan ingin buang air kecil. Karena kaget saya secara otomatis berdiri karena ingin melihat sesuatu yang merembes tersebut.

Oh la la. Begitu saya berdiri tegak, air berwarna putih dengan bau khas mengucur melewati sela-sela kedua paha saya.  Ketuban saya telah pecah pada pukul 03.30 dinihari pada tanggal 5 Januari 2012. Saya membangunkan suami dan segera suami juga membangunkan kedua orangtua saya. Saya hanya bisa duduk dengan kaki rapat untuk menahan laju kucuran air ketuban keluar lebih banyak.

“Pa, kita belum jadi memasukkan perlengkapan melahirkan ke koper,”ujar saya cemas. Ini pengalaman pertama kehamilan dengan pecahnya ketuban.

“ Mama tenang aja,” suami menimpali. “Tinggal dimasukin aja kok ke koper dari kantong-kantong belanjanya.”

“Jangan sampai ada yang ketinggalan, Pa,” saya mengingatkan.

Rasanya waktu bergerak dengan lambat pagi itu. Menit ke menit waktu berganti terasa lama. Saya cemas dengan banyaknya air ketuban yang keluar. Apa yang terjadi kalau air ketuban yang keluar terlalu banyak. Bagaimana cara menghentikannya. Saya sama sekali tidak tahu dan tidak mempersiapkan diri kalau semua ini akan terjadi. Pembalut wanita yang saya pakai dengan cepat penuh dengan air. Akhirnya saya memakai pembalut nifas yang lebih besar dan volume tampungnya lebih banyak  daripada pembalut biasa.

“Evi, makan dulu sedikit,” saran Mama pada saya. “Biar tambah tenaga untuk melahirkan.

“Nanti aja, Ma. Ke rumah sakit aja dulu. Evi cemas, banyak sekali air ketubannya keluar.”

“Iya makan aja sedikit dulu. Nanti siapa tahu udah ga selera makan, “ kata mama meyakinkan saya.
Subuh jam 04.30 pagi kami berangkat ke rumah sakit. Untungnya Nessa, putri pertama saya tidak rewel dibangunkan menuju rumah sakit.  Dia masih terheran-heran dengan situasi yang terjadi. Maklum umurnya baru tiga tahun kala itu.

 Saya segera disuruh tidur dan tidak banyak gerak, begitu sampai di rumah sakit. “Semakin Ibu banyak bergerak, nanti air ketubannya makin banyak keluar,” demikian perawat tersebut menjelaskan.

Perawat segera menelepon dokter Kiki untuk melaporkan situasi saya. Saya dipasangi infus untuk menyuplai cairan ke rahim sebagai pengganti air ketuban yang keluar dan juga dipasangi kateter. Perawat pun memeriksa apakah sudah ada bukaan pada leher rahim. Pukul 05.30 subuh perawat tersebut memberi tahu bahwa ternyata saya belum ada bukaan.

“Kami akan memasang induksi ya, Bu, “ kata perawat pada saya.

“Mengapa gitu, Suster?“ saya cemas karena kabarnya dengan induksi kontraksi makin terasa sakit.

“Dokter Kiki bilang supaya mempercepat bukaan Ibu. Terlalu lama bayi dalam kandungan dengan air ketuban yang keluar, bisa menyebabkan bayi kekeringan,” ujar perawat menjelaskan.

Saya hanya bisa menyetujui tindakan yang dilakukan perawat. Percaya dan pasrah dengan intruksi yang diberikan dokter Kiki. Mudah-mudahan itu jalan terbaik yang diberikan Allah SWT untuk saya. Dan menunggu memang pekerjaan yang tidak mengenakkan dan terasa membosankan. Waktu terasa pelan berjalan begitu kita fokus mengikuti geraknya. Tak ada yang bisa saya lakukan, melainkan hanya menunggu dan menanti. Saya mensyukuri saran dari Mama untuk langsung makan saat subuh tadi. Sudah tidak ada nafsu makan memang dalam kondisi seperti ini. Mudah-mudahan dengan bekal yang tidak banyak itu membantu menambah tenaga buat saya.

Satu jam berlalu setelah diinduksi. “Masih belum ada bukaan, Bu,” ujar perawat pada saya. Saya resah, punya perasaan kalau proses induksi ini akan memakan waktu yang lama. Sementara badan udah mulai pegal-pegal karena kelamaan dalam posisi tidur. Berpindah-pindah posisi sudah tidak nyaman. Disamping tempat tidurnya yang sempit yang membuat saya serasa akan jatuh, tangan kiri saya juga dipasangi infus.

Dua jam berlalu. Namun saya tetap belum ada bukaan. Saya bertambah cemas. Saya mulai dihinggapi perasaan tidak akan kuat berlama-lama dengan kondisi perut buncit dengan posisi telentang.

“ Mohon ampun pada Allah SWT dan mohon pertolongan dan perlindungan-Nya agar prosesnya mudah dan lancar,” nasehat Mama ketika pamit mau absen ke kantor beliau. Saya mengikuti nasehat Mama. Berdoa memohon kelancaran terhadap proses persalinan dan mengucapkan Istighfar. Ternyata memang, doa yang khusyuk dapat menjadi obat mujarab mengusir kegelisahan. Hati pun menjadi tenang. Saya percaya dengan pikiran yang tenang, tubuh pun akan merespon dengan baik setiap doa-doa yang kita panjatkan.

Jam 09 pagi. Alhamdulillah saya sudah mulai merasakan sedikit sakit kontraksi di perut. Bukaan satu telah terjadi. Sebuah pertkita alamiah bahwa rahim sudah mulai bersiaga untuk mengeluarkan bayi kembar saya.

Walaupun begitu yang namanya perasaan ada saja syetan pengganggunya. Tangan kiri saya yang sudah hampir tiga jam lebih dipasangi infus terasa kesemutan. Belum lagi punggung rasanya mau rontok karena menopang tubuh dalam posisi terlentang yang lama. Saya sudah mulai dihinggapi ketidakyakinan akan kekuatan saya sendiri. Kontraksi perut masih bisa ditahan sakitnya. Namun kelelahan dengan kondisi fisik yang serba terbatas gerak menurunkan daya juang saya untuk persalinan normal.

“Pa, rasanya gak kuat lama-lama kayak gini,” imbuh saya pada suami. “Cesar aja deh, Pa. Berapa harga paketnya kalau Cesar?”

“Jangan menyerah gitu dong, Ma. Mama pasti bisa,” ujar suami menyemangati. “Papa selalu mendampingi Mama kok, disini.”

“Tapi capek lama-lama kayak gini, Pa. Mama gak kuat”

“Ayo kita sama-sama berdoa yuk, semoga Mama diberi kekuatan oleh Allah SWT dalam menjalani persalinan ini.”

Jam 10 wib sudah mulai ada kemajuan. Saya sudah dalam posisi bukaan tiga. Sakit kontraksi sudah mulai terasa lebih sering dan lebih sakit dari sebelumnya. Mama menyuruh saya agar senantiasa mengucapkan Alhamdulillah kala sakit kontraksi menyerang. Dengan begitu, pertkita kita mensyukuri jalan kelahiran akan semakin dekat. Rasa sakit yang menyerang merupakan cara rahim untuk membantu bayi dalam proses kelahirannya.

“Suster, dokter Kiki kok belum juga datang,”tanya saya. Sudah sekian jam saya di ruang bersalin sejak kedatangan, namun dokter kandungan tersebut belum juga muncul.

“Ibu kan masih bukaan tiga. Masih lama kok, Bu,” jawab perawat tersebut. “Dokter Kiki selalu kami kabarkan kok mengenai perkembangan kondisi Ibu.”

Ibu mertua dan kakak ipar saya juga akhirnya datang dari Bukittinggi menjelang siang. Walaupun bukan merupakan cucu pertama beliau, namun proses kelahiran ini disambut dengan gembira karena  bakal mempunyai cucu kembar. Sementara itu rasa sakit kontraksi semakin sering datang dan semakin dalam. Benar saja yang diucapkan orang-orang. Persalinan dengan induksi jauh lebih sakit kontraksinya dibandingkan dengan tidak diinduksi. Rasa sakit yang mendera, yang membuat kita hanya mampu meresponnya dengan erangan kesakitan dan meringis memejamkan mata.

“Percepatlah proses ini, ya Allah. Berilah kekuatan pada hamba.” Tak putus-putusnya saya berdoa ditengah sakit. Entah mana yang lebih sakit, ketika melahirkan anak pertama dengan sekarang.

Harusnya karena ini persalinan kedua, sakit kontraksi tidak akan sesakit ketika kelahiran normal pertama. Entahlah, saya hanya merasakan sakit yang teramat sangat.

Terkadang menunggu bukaan kelahiran yang prosesnya lama dan tidak menentu memang butuh kesabaran tingkat tinggi. Siapa yang tidak ingin proses melahirkan cepat dan gampang. Kalau bisa lebih cepat kenapa harus menunggu lama. Tapi ini adalah tubuh, makhluk hidup yang butuh proses dalam setiap tahapannya. Bukan mesin yang selalu mencetak produk dengan cepat. Kita harus bisa sabar terhadap setiap reaksinya. Proses melahirkan normal adalah proses yang butuh waktu. Jadi tidak bisa instan.

Yang bisa kita lakukan adalah berdoa dan bersabar dalam setiap tahapannya. Buang jauh-jauh semua erangan, keluhan dan emosi-emosi negatif lainnya. Karena itu hanya akan memakan cadangan energi kita. Padahal menunggu proses bukaan belumlah puncak perjuangan kita. Siapa yang tidak merasakan sakit ketika kontraksi makin menyiksa. Tapi rasakan secukupnya saja. Yakinilah bahwa pertolongan Allah SWT akan datang masanya.

Perawat memeriksa kembali bukaan leher rahim saya. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 siang. Ternyata saya sudah mencapai bukaan 8. Rasa sakit makin sering datang dan bertambah hebat. Saya sudah berfirasat bahwa akan melahirkan dalam waktu yang tidak lama.

“Kenapa dokter Kiki belum datang juga, Suster,” tanya saya .

“Iya sedang kami telepon, Bu.”

Tapi saya makin khawatir karena dari ruangan sebelah, terdengar suara kepala perawat menginformasikan bahwa dokter Kiki tidak mengangkat-angkat pesawat Handphone-nya.

“Coba telepon nomor rumah beliau,” saran dari perawat lain.

Lalu terdengar bunyi pesawat telepon kembali ditekan-tekan nomornya. “Kata orang di rumah, dokter Kiki visite ke RSUP M. Djamil,” terdengar kembali suara kepala perawat menginformasikan.

“Aduh, gimana ini, Pa?” saya demikian cemas membayangkan bakal melahirkan tanpa didampingi dokter.

“Sabar sayang,” mama menenangkan, “perawat di sini kan juga bidan yang bisa membantu pasien melahirkan.”

Kepala perawat kemudian menginformasikan kalau dari bagian kebidanan dan kandungan RSUP M. Djamil Padang di dapat kabar kalau dokter Kiki pergi ke Fakultas Kedokteran Universitas Kitalas. Mendengar itu, saya makin hopeless dengan keberadaan dokter Kiki, dokter kandungan saya. Sementara itu rasa sakit kontraksi frekuensinya sudah makin sering dan hampir-hampir tidak berhenti.

“Bukaan hampir lengkap,” ujar perawat yang memeriksa saya setengah berteriak.

“Tahan dulu, Bu. Jangan mengejan dulu.”

Saya panik. Bagaimana mungkin bisa melawan dorongan bayi yang mau keluar. “Sama bidan aja. Tolong bantu saya melahirkan,” teriak saya putus asa.

Saya benar-benar kecewa dengan dokter Kiki. Bagaimana bisa saya pasiennya, yang hamil kembar, dalam posisi akan melahirkan namun keberadaannya tidak jelas. Sedari awal sudah saya sampaikan bahwa saya ingin didampingi ketika melahirkan nanti. Bagaimanapun ini kelahiran yang tidak biasa.
Lalu kepala perawat datang dengan tergopoh-gopoh ke ruangan bersalin.

 “Ayo, segera disiapkan. Dokter Kiki sedang menuju kemari,”ujarnya memberi instruksi. Kaki saya ditaruh digantungan dan diikat. Saya pasrah saja. Ini terasa menakutkan karena dulu tidak seperti ini.
Saya sudah tidak sanggup menahan dorongan untuk mengejan. Disaat yang tepat dokter Kiki akhirnya tiba di ruang bersalin.

 “Aduh maafkan saya, HP saya silent karena sedang mengajar,”ujarnya. “Saya tidak menduga prosesnya cepat.”

“Mari, Bu. Kita mulai sekarang,” kata dokter Kiki memandu.

Ternyata walaupun ini bukan persalinan yang pertama buat saya, saya masih tidak kuat mengejan. Setelah beberapa kali mengejan, akhirnya bayi pertama terlahir ke dunia. Alhamdulillah, kami sama-sama mengucapkan rasa syukur atas nikmat dan kekuasaan Allah SWT. Hilang sudah semua rasa sakit begitu melihat bayi yang baru terlahir.

“Ayo, Bu. Kita siap-siap yang kedua,” instruksi dari dokter Kiki. Ternyata saya harus persalinan lagi untuk yang kedua kali. Dokter Kiki sama sekali tidak menunggu jeda untuk mengisi kembali tenaga yang telah terkuras.

“Mulut rahimnya masih terbuka lebar sekarang,” katanya memberi penjelasan. Saya bersiap-siap kembali untuk mengejan. Saya pikir ini tidak akan susah karena ini bayi kedua. Tentunya jalan kelahiran akan lebih mudah karena sudah dibukakan oleh bayi pertama. Ternyata sama saja dan bahkan lebih terasa sakit. Disebabkan bayi kedua ini dalam posisi sungsang. Saya mencoba untuk kembali untuk mengejan dengan sisa-sisa kekuatan yang ada. Begitu kaki dari bayi kedua keluar, dokter Kiki segera membantu kelahirannya dengan cara menariknya keluar. Bukan main terasa sakit di panggul dan vagina. Alhamdulilah bayi kembar saya terlahir selamat dan sempurna.

***

Saya langsung menangis, begitu Mama masuk ke ruang bersalin untuk melihat kedua cucunya yang baru lahir. “Sst gak boleh nangis,” kata Mama, “Alhamdulilah sudah selesai.”

“Sakit sekali, Ma,” kata saya sesegukan.

Selesai sudah perjuangan saya hari ini. 5 Januari 2012 mendekati jam 14 wib kedua puteri kembar saya terlahir. Sungguh saya tidak menyangka proses kelahirannya kurang dari 12 jam sejak pertama kali ketuban pecah. Apalagi saat ketuban pecah, bukaan sama sekali belum ada.

Saya pikir tadi akan berakhir di meja operasi. Saya sama sekali tidak yakin dengan kekuatan fisik saya. Kondisi sudah teramat tidak mengenakkan. Tubuh bagian bawah sudah basah karena air ketuban tetap keluar walaupun saya sudah dalam posisi tidur dan tidak bergerak. Tulang punggung rasanya sudah remuk menahan tekanan beban dari perut. Belum lagi keberadaan dokter Kiki yang tidak bisa dihubungi.

Namun kuasa Allah SWT memang maha besar. Tak disangka melewati bukaan 8, proses bukaan berjalan dengan cepat. Disaat-saat genting saya sudah dalam posisi siap untuk melahirkan, dokter Kiki akhirnya berhasil dihubungi. Saya percaya itu sudah menjadi scenario dari-Nya. Manusia hanya diminta menjalankan dengan sabar dan ikhlas. Yakinilah pertolongan dari Allah SWT itu akan selalu hadir di saat yang tepat terhadap hamba-Nya yang selalu meminta pertolongan.

Satu proses kelahiran saja, sudah sedemikian menguras energi. Apalagi untuk kelahiran bayi kembar, energi yang dibutuhkan menjadi berlipat gkita. Kadang ditengah rasa sakit kontraksi, saya dihinggapi perasaan tidak akan mampu dan kuat melahirkan bayi kembar saya secara normal. Ternyata kita mempunyai kekuatan yang jauh debih dasyat dari yang kita perkirakan. The strength you never know you have. Allah SWT telah mentakdirkan saya hamil bayi kembar. Allah jugalah nantinya yang akan mengatur dan membantu kelahiran bayi kembar tersebut dengan kuasa-Nya.

Namun bagaimana sesungguhnya dunia kedokteran menyikapi kelahiran bayi kembar secara normal?
Selama kondisi kedua bayi normal dan tidak ada gangguan kehamilan lain, ibu bisa melahirkan bayi kembarnya dengan normal meskipun tercatat sebanyak 6 dari 10 bayi kembar dilahirkan melalui operasi caesar. Posisi bayi dalam kandungan menjadi salah satu faktor penentu proses persalinan yang akan dijalani ibu.

Persalinan normal dapat dilakukan jika setidaknya kembaran yang akan lahir pertama berada dalam posisi kepala di bawah dan plasenta tidak menghalangi leher rahim. Bayi kembarnya juga bukan merupakan kembar identik, sehingga tidak berbagi plasenta yang sama.

Beberapa rumah sakit akan merekomendasikan operasi caesar untuk ibu dengan bayi kembar dalam satu plasenta. Pasalnya, kembar identik berisiko mengalami komplikasi selama kelahiran.
Calon orangtua akan dianjurkan untuk melahirkan bayi kembar di rumah sakit atau klinik bersalin dengan fasilitas yang memadai, bukan di rumah. Ini karena persalinan bayi kembar memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi daripada persalinan satu bayi.

Apapun keputusan yang akan dijalani, keselamatan ibu dan bayi akan diawasi secara ketat. Persalinan normal untuk bayi kembar tentunya memerlukan penanganan yang lebih intensif daripada persalinan normal untuk satu bayi. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan operasi caesar demi keselamatan ibu dan anak. Pada beberapa kasus, salah satu bayi kembar dapat dilahirkan secara normal, sementara bayi yang lain diangkat melalui operasi caesar.

Para ahli memperkirakan bahwa setengah kasus bayi kembar akan dilahirkan premature. Ada banyak alasan mengapa banyak bayi kembar lahir prematur. Misalnya karena rahim sudah berkontraksi, air ketuban sudah pecah, atau leher rahim sudah membuka. Hamil anak kembar memang meningkatkan risiko persalinan lebih cepat.

Sekarang puteri kembar saya sudah berusia enam tahun. Setelah besar mereka tak lagi terlihat seperti anak kembar. Memang mereka bukanlah kembar identik yang mempunyai sifat dan kemiripan wajah. Bahkan sekarang mereka sudah tidak suka lagi memakai baju-baju yang sama. Masing-masing sudah mempunyai keinginan yang berbeda terhadap sesuatu.

Tapi buat saya, mereka tetaplah anak kembar saya. Dua bayi yang saya kandung dalam waktu sekaligus. Begitu banyak keajaiban yang saya rasakan semenjak kehamilannya. Suatu pengalaman hidup yang maha dasyat yang tidak semua orang miliki. Menjadi ibu kembar dengan kelahiran normal.

                                                                              ++ AV ++
Read More