Laman

Mencapai Indonesia Sehat Dengan Germas, Apa Yang Harus Dilakukan?

germas, indonesia, sehat, 7 kegiatan
Copyright : Mitra Kesehatan Masyarakat

Mencapai Indonesia Sehat Dengan Germas, Apa Yang Harus Dilakukan?- Sebagai peserta JKN, saya terperangah ketika membaca berita yang mewartakan bahwa BPJS mengalam deficit dalam pembiayaan. Bagaimana tidak dari tahun ke tahun, BPJS menanggung pembiayaan pengobatan pasien yang terus merangkak naik. Hingga September 2017 BPJS sudah membayarkan klaim pengobatan senilai lebih dari 12 Milyar. Dan itu didominasi oleh penyakit katastropik yang merupakan penyakit tidak menular seperti  jantung, kanker, diabeter, sirosis, leukemia dan lain-lain.

Dalam suatu riset menyebutkan Indonesia telah mengalami transisi epidemologi. Jika dibandingkan data penyakit yang signifikan terjadi pada tahun 1990 dengan 2015, telah terjadi perubahan polanya. Tahun 1990 56% penyakit yang sering menjangkiti adalah penyakit menular seperti TB, diare, ispa dll sedangkan tahun 2015 sekitar 57% penyakit merupakan penyakit tidak menular. Saya berhipotesis PTM ini lebih didominasi faktor individu terkait gaya hidup dan faktor perilaku. Berbeda dengan penyakit menular yang banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang tidak bisa dikontrol.

Derajat Kesehatan dan Teori HL Blum

Faktor apa yang mempengaruhi derajat kesehat masyarakat? Pakar kesehatan HL Blum mengeluarkan teori bahwa ada empat faktor utama yang mempengaruhi derajat kesehatan.
Seingga dengan demikian bagaimana respon kita terhadap penyakit? Pilihannya Cuma dua : menjaga agar selalu sehat atau mengobati.

Inisiasi Indonesia Sehat Dengan Germas dan Bagaimana Mencapainya?

Presiden Jokowi sudah mengeluarkan Instruksi Presiden no 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Germas ini merupaka suatu tindakan sistematis dan terencana  yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa  dengan kesadaran, kemauan dan kemampuanberprilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Dengan adanya Germas diharapkan lingkungan menjadi bersih sehingga kesehatan terjaga, sehingga masyarakat produktif bekerja dan tercapainya pengurangan biaya berobat.

Siapa Saja Yang Melaksanakan Germas?

Seluruh masyarakat diharapkan dapat mengaplikasikan germas dalam kehidupannya sehari-hari baik sebagai individu, keluarga atau pun masyarakat.  Institusi dan organisasi juga diharapkan menjadi penggerak kegiatan germas ini dan ditunjang oleh pemerintah pusat dan daerah dalam menyediakan beberapa layanan terkait dengan germas.

Apa Saja Bentuk Kegiatan Germas?

Tujug kegiatan Germas
Germas dimulai dengan 3 fokus kegiatan yaitu meningkatkan aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur dan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). Namun untuk lebih mensukseskan tujuan gerakan masyarakat sehat dan meningkatkan kebiasan pola hidup sehat, ada 4 kegiatan tambahan yang bisa dilakukan.

1.    Aktivitas Fisik

Banyak dijumpai masyarakat usia produktif yang terserang penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, serangan jantung, obesitas, kolesterol tinggi, diabetes dan hipertensi akibat dari kurangnya aktivitas fisik dan pola hidup yang tidak sehat seperti merokok.

Meningkatkan aktivitas fisik setiap hari menjadi salah satu kegiatan Germas untuk menghindari dan mencegah timbulnya berbagai penyakit yang disebabkan karena obesitas atau penumpukan lemak dalam tubuh.

Kita juga bisa melakukan aktifitas fisik di sela-sela kegiatan kantor dengan melakukan senam ringan selama beberapa menit.

2. Konsumsi Buah dan Sayur

Buah dan sayur juga mengandung antioksidan yang mampu mencegah proses oksidasi molekul lain yang menghasilkan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel dalam tubuh. Kalori yang terdapat pada buah dan sayur cukup rendah dan bebas dari lemak jahat sehingga sangat baik untuk mencegah kelebihan kalori dalam tubuh.

Hampir semua buah-buahan dan sayuran kaya akan vitamin, mineral. serat, antioksidan yang berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menghindari berbagai jenis penyakit secara alami.

3. Rutin Memeriksa Kesehatan

Pemeriksaan kesehatan atau medical chekup dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi kesehatan secara berkala. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat mendeteksi lebih dini penyakit yang ada dalam tubuh, khususnya penyakit-penyakit tidak menular yang berbahaya dan mematikan, sehingga kondisi penyakit yang lebih parah dapat dicegah.

Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan memiliki banyak manfaat diantaranya mengetahui kondisi kesehatan tubuh secara dini, juga dapat menekan biaya pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup seperti cita-cita Germas.

4. Membersihkan Lingkungan

Menjaga lingkungan agar selalu bersih menjadi salh satu kegiatan Germas yang harus dilaksanakan oleh setiap lapisan masyarakat. Tidak hanya lingkungan rumah sendiri namun juga lingkungan sekitar. Di Indonesia masalah lingkungan bersih masih sering dijumpai dan dapat menjadi sumber penyakit.

5. Menggunakan Jamban Sehat

Penggunaa jamban sehat dan bersih sangat diperlukan untuk mencegah penularan berbagai penyakit diantara penggunanya akibat bakteri dan virus. Pada umumnya jamban digunakan secara umum atau bersama-sama yang berpotensi meningkatkan angka penularan penyakit.

6. Tidak Merokok

Dampak buruk rokok dapat menyerang berbagai organ tubuh manusia, seperti otak, mulut dan tenggorokan, paru-paru, lambung, tulang, kulit dan organ reproduksi. Selain itu, rokok juga dapat meningkatkan tingkat stres dan sangat dapat menjadi sumber penyakit bagi lingkungan disekitarnya.

7. Tidak Mengkonsumsi Alkohol

Banyak dampak buruk yang diakibatkan oleh konsumsi alkohol seperti meningkatnya kadar trigliserida (suatu jenis lemak yang terdapat dalam darah) dan meningkatkan tekanan darah tinggi. Selain itu, mengkonsumsi alkohol juga berdampak pada psikologi yang menyebabkan hilangnya kesadaran sehingga sulit mengendalikan pikiran, perasaan dan tindakan.

Dengan 7 kegiatan Germas diatas kualitas hidup sehat dan tingkat kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Masyarakat sehat dan sejahtera adalah landasan untuk mencapai Indonesia Sehat.

PS : Artikel Ditulis Berdasarkan Paparan dr. Osca Primadi MPH  Irjen Kemenkes RI pada acara Temu Blogger Kesehatan di Padang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar