Laman

Ramadhan Ceria Bersama Busy Bag El-Hana

ramadhan, busy bag, el-hana


Ramadhan Ceria Bersama Busy Bag El-Hana - Tak terasa bulan Ramadhan datang lagi ya... Si kembar dari beberapa hari yang lalu sudah heboh mau ikut berpuasa.  Maklum ini bulan puasa pertama saat mereka sudah di bangku taman kanak-kanak.

" Dhila ikut puasa juga, Mi". Dhila antusias banget mau ikutan berpuasa. Kalau kembarannya Thiya kelihatan sebaliknya. Ha..ha..

"Nanti gak boleh makan dan minum. Kalau haus gimana, Dhi?" tanya Thiya.

" Kalau masih anak kecil, puasanya boleh cepat berbuka." ujar si kakak Nessa.

Memang mengenalkan ajaran agama sepatutnya sudah sedari dini diajarkan. Terlepas mau dilaksanakan penuh atau tidak. Nah, salah satu tips dari mbak Ophi Ziadah dalam tulisannya Mendampingi Si Kecil Menyambut Ramadhan menyebutkan bahwa kita orangtua mesti mempersiapkan anak secara mental dalam pelaksanaan puasa. Memberikan pemahaman kenapa mereka harus menahan makan dan minum serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Terlebih buat si kembar yang merupakan 'uji coba' puasa pertama mereka.

Saya sendiri sangat ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan hari pertama puasa si kembar. Tadi malam kakek sudah menyarankan kalau Dhila gak sanggup sampai magrib, puasanya boleh dibatalkan. Tapi Dhila kekeuh ingin puasa sampai magrib. Dan ternyata walaupun keduanya bangun sahur, ternyata Thiya tidak mau berpuasa. Nanti ga tahan haus katanya. Mari lanjut bagaimana puasa Dhila di hari pertama.

Sayangnya sekolah TK sikembar libur hingga tanggal 28 Mei. Libur sekolah artinya si kembar hanya di rumah saja. Dan di rumah artinya gangguan TV dan Hp begitu mengganggu aktifitas mereka. Maklum maminya sok sibuk, sibuk di rumah dan di luar.

Kadang yang menjadi permasalahan dalam pengasuhan anak-anak adalah minimnya ketersediaan waktu bermain bersama dengan mereka bagi orangtua. Melepas anak-anak bermain sendiri, rayuan HP dan TV itu lebih kencang daripada buku dan sejenisnya. Padahal dalam tulisannya mbak Ophi menggarisbawahi bahwa penting bagi orangtua untuk mendampingi si kecil yang sedang dalam belajar berpuasa.

Alhamduliah Ramadhan ini, kami di rumah sekarang punya Busy Bag dari El-Hana yang berisikan berbagai permainan edukatif keislamian. Anak-anak senang sekali begitu petugas kurir pengiriman datang. Yang ditunggu-tunggu telah sampai ke rumah.

Apa Aja Yang Ada di Busy Bag El-Hana?

1. Bunting Flag Ramadhan.

Kegembiaraan Ramadhan semakin ceria dengan adanya hiasan bunting flag di mushola rumah. Permainannya asyik. Anak-anak bermain dengan ceria sambil mengelompokkan tulisan WELCOME untuk flag pertama dan RAMADAN untuk flag kedua.

Mereka pun asyik memilah-milah warna yang akan digunakan. Kartu-kartu hanya perlu dilipat sedikit di bagian atas dan di lem menempel pada benang yang akan dijuntaikan.

Tralala...Bunting Flag telah dipasang di pembatas mushola.


2. Poster Aktivitas Ramadhan

Poster aktivitas Ramadhan sudah langsung dinamai oleh kak Nessa. Karena kak Nessa sekarang sudah SD, biasanya pembuatan aktifitas ramadhan dilakukan di dalam buku. Tahun sekarang poster aktivitas Ramadhan sudah ditempel di dinding sebagai pengingat bagi kak Nessa supaya disiplin dalam menjalankan ibadah ramadhan.

Ada kategori sholat lima waktu, membaca Al Quran, sholat tarawaih ke Masjid dan mendengarkan ceramah ustad.


3. Ramadhan Chart

Uniknya, khusus untuk berpuasa poster dibuat dalam bentuk puzzle yang bisa ditempel. Setelah berpuasa selama 30 hari, puzzle tersebut akan lengkap dan membentuk sebuah gambar. Asyikkan..

Jadi nambah penyemangat sikembar untuk berpuasa. Oh ya jangan khawatir nanti hasil puzzle-nya bakal salah dalam penempelan. Karena udah ada nomornya yang disesuaikan dengan hari keberapa berpuasa.

4. Menentukan hilal berpuasa.


Kapan kita berpuasa, Mi? Apa penanda orang berpuasa? Bagaimana cara tahu bulan berpuasa sudah masuk?

Sederet pertanyaan kak Nessa tentang Hilal. Nah dalam busy bag ini ada alat peraga berbentuk spinner yang bisa menggambarkan perubahan wujud bulan dalam memberikan informasi kapan berpuasa akan dimulai.

5. Kartu Amalan Ramadan

Another tips dari mbak Ophi adalah kita orangtua melengkapi pemahaman anak terhadap ibadah ramadhan. Kartu Amalan Ramadhan dari El-Hana ini mengajak anak-anak untuk belajar pengetahuan Agama Islam dengan cara bermain. Cara bermainnya pun mudah, kartu yang sudah dikocok disusun dan diletakkan dengan gambar di bawah. Selanjutnya anak-anak harus mencari pasangan kartu dengan cara membuka dua kartu secara bersamaan. Apabila kartu tersebut memiliki gambar yang berbeda, kartu harus ditutup kembali. Ketika anak-anak menemukan dua kartu yang berpasangan, kartu tersebut bisa diambil.

Jadi kita sebagai orangtua dengan mudah bisa mengenalkan amalan-amalan yang bisa dilakukan dalam rangka membersamai bulan Ramadhan. Semoga amalan-amalan tersebut bisa menambah pahala kita.


6. Batal atau Tidak

"Ngorek-ngorek kuping membatalkan puasa ya, Mi? tanya Nessa. Salah satu permainan edukatif lain di Busy Bag El-hana juga mengajarkan anak-anak untuk membedakan aktifitas mana yang bisa membatalkan puasa atau tidak.

Kita sebagai orangtua juga akan dipermudah untuk memberikan pemahaman mengenai hal-hal yang membatalkan puasa dari kartu-kartu El-Hana.


7. Kartu Pop Up Idul Fitri

Busy Bag El-Hana juga dilengkapi dengan kartu lebaran pop-up yang bisa dibuat sendiri oleh anak-anak. Tinggal di gunting dan ditempel.

Kartu tersebut bisa dikirimkan ke sanak-saudara atau teman yag diinginkan. Karena sekarang sudah ada media sosial, jadi sudah tidak ada penjualan kartu-kartu lebaran. Nessa sangat suka dengan kartu lebaran pop up ini.

Berapa Harga Busy Bag El-Hana dan dimana bisa dibeli?

Seorang teman menanyakan harga busy bag tersebut via wa. Harganya cukup murah kok. Dengan nilai Rp 150.000 ada tujuh permainan edukatif yang bisa dilakukan oleh anak-anak di rumah selama Ramadhan ini. Sangat bermanfaat bukan?

Nah bagi yangberminat membeli set busy bag El-Hana bisa membelinya melalui website el-Hana di  http://elhanalearningkit.com/ Bisa juga dihubungi Fanpage resmi el Hana Learning Kit  dan akun Instagram: @learning_kit

Beragam permainan lain yang disesuaikan dengan usia anak, dapat dijumpai di website El-Hana.

Saat ini El Hana  sedang mengadakan program donasi BUY ONE DONATE ONE di mana setiap pembelian Busy Bag Ramadhan melalui website el-Hana akan langsung disalurkan produk yang sama kepada anak-anak muslim lainnya di beberapa wilayah. Jadi, kita tidah hanya bermain dan belajar bersama anak-anak tetapi kita juga bersedekah berbagi kebahagiaan dengan anak lainnya. Busy Bag Ramadan dari program donasi ini akan diberikan kepada murid Paud khusus anak-anak pemulung dan peserta kajian Ramadhan for Kids.

Tips terakhir dari mbak Ophi dalam mendampingi anak-anak agar menciptakan Ramadhan yang ceria adalah dengan menghargai usaha yang telah dilakukan dengan mengapresiasi anak. Bisa dengan membuatkan menu kesukaan, memberi kejutan-kejutan istimewa seperti membelikan Busy Bag Ramadhan El-Hana dan sebagainya.  So, para orangtua jangan khawatir untuk Ramadhan kali ini. Ada El-Hana yang akan menemani anak-anak beraktifitas dan semoga kita dapat membersamai waktu beribadah dengan anak-anak di rumah. Happy Fasting
Read More

Kiat untuk Pilih yang Tepat di Tempat Jual Sofa Bed

kiat, pilih, sofa bed


Untuk mempercantik isi rumah, diperlukan beberapa perlengkapan seperti properti. Ada beberapa jenis properti yang bisa dipilih seperti sofa yang dapat dibeli di toko properti konvensional yang ada di sekitar tempat tinggal Anda atau membelinya langsung secara online di toko online terpercaya pilihan Anda. Dalam memiliki properti, seperti sofa minimalis untuk rumah kecil Anda, pemilihan sofa bed di tempat jual sofa harus tepat sehingga tidak menyebabkan ruangan Anda terkesan penuh atau sesak.

Pertama adalah tentukan lebih dahulu dimana Anda akan menempatkan sofa tersebut.

Jika Anda hendak meletakkan sofa bed di ruang keluarga, Anda bisa memilih sofa bed sehingga nantinya ketika ada keluarga atau teman Anda yang tiba-tiba datang ke rumah Anda dan kamar penuh, sofa tersebut bisa menjadi tempat tidur alternatif. Jika di ruang tamu, pilih yang berbentuk “L” atau sofa memanjang agar tempat di ruang tamu tidak terlihat penuh.

Kedua adalah sesuaikan ukuran sofa dengan ukuran ruangan dimana Anda akan meletakkan properti tersebut.

Jangan sampai sofa yang Anda beli terutama di toko online dimana Anda tidak bisa menilai secara langsung, memiliki ukuran yang hampir sama dengan lebar dari ruangan tempat Anda akan meletakkan properti tersebut. Selain bisa membuat ruangan menjadi penuh dan sesak namun juga bisa mengurangi nilai estetika interior. Untuk mengantisipasinya, Anda bisa mengukur terlebih dahulu ruangan Anda akan meletakkan sofa tersebut dan menanyakannya langsung ke penjual apa ada sofa dengan ukuran yang kecil dan cocok untuk ditempatkan di ruangan tersebut atau membandingkan dengan ukuran yang tertera.

Ketiga adalah pertimbangkan kerangka dari properti yang dibeli di tempat jual sofa.

Ada 2 pertimbangan terkait dengan pertimbangan rangka, yaitu:

Material rangka: jenis bahan apa yang digunakan untuk membuat kerangka sofa tersebut, apakah menggunakan kayu solid dan hindari dari bahan kayu daur ulang seperti papan kayu partikel atau jenis plywood standar karena kurang kuat dan tidak tahan lama walaupun harganya lebih murah.
Konstruksi rangka yang kuat dan kokoh. Hindari memilih sofa yang menggunakan baut, lem, penghubung besi yang berfungsi untuk menyatukan 2 buah kayu karena bisa membuat rangka menjadi lebih rentan rusak dan patah.

Keempat adalah pertimbangan apakah akan memilih suspensi atau per.

Suspensi tersebut berfungsi untuk membuat duduk menjadi terasa nyaman dan sedikit memantul di bagian penyangga busa. Masing-masing perusahaan atau pabrikan memiliki tipe suspensi sendiri sehingga bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan Anda. Untuk mengeceknya, Anda bisa menggunakan prinsip eight-way hand-tied yaitu dengan cara menekan sandaran sofa dan nantinya Anda bisa merasakan pantulan per yang terpisah yang ada di antara kain sofa. Jika sofa tersebut memiliki harga yang menengah ke bawah, Anda bisa menggunakan prinsip sinuous spring untuk mengecek kualitas furniture.

Kelima adalah melihat busa dudukannya.

Ada beberapa busa dudukan yang menggunakan material serat polyester dan ada yang terbuat dari bahan yang lainnya. Hal yang harus diingat adalah semakin kencang busa tersebut maka bentuk atau body sofa akan lebih bagus dan bisa lebih tahan lama. Hindari untuk memilih sofa di tempat jual sofa yang terlalu empuk atau terlalu. Di bagian sandaran sofanya, pilih yang ketebalan sandaran lebih tipis dari busa dudukan dan sebaiknya pilih yang diisi oleh serat polyester atau dengan polyester kombinasi busa serta pastikan tidak ada bulu atau serat yang keluar dan tidak rapi.

Dari lima pertimbangan di atas, semoga membantu anda dalam memilih sofa-sofa yang akan mempercantik ruangan anda kala lebaran datang. Selamat berbelanja.
Read More

Buku Di Mata Mahasiswa Era Digital

mahasiswa, buuku, digital
Sumber : Pixabay.com

Saya masih ingat ketika masih jadi mahasiswa, dua puluh tahun yang lalu, buku-buku textbook yang dipakai umumnya hasil beli sendiri atau ngopy dari buku yang dipunyai oleh senior. Jaman dulu keberadaan buku amat terbatas. Kalau tidak ada di toko buku, berarti sumber lain hanya didapat dari perpustakaan dan pinjaman dosen.

Namun sepertinya karena keterbatasan keadaan, mahasiswa dulu sangat memuja buku. Rak atau lemari pajangan dengan buku buku tebal walaupun hasil copyan, tetap membawa kebanggaan bagi pemiliknya.

Pemahaman bahan kuliah, ya sumbernya dari buku. Untuk mengerjakan tugas-tugas, pedomannya ya buku. Jimat ujian, ya dari resume buku.

Tapi di era digital ini, sepertinya telah terjadi pergeseran di mahasiswa. Walaupun saya tidak menyatakan itu untuk mahasiswa secara keseluruhan, tetapi sejauh pengamatan saya sebagai dosen, saya menangkap fenomena ini.

Power Point...Si Biang Kerok

Kalau dulu buku yang menjadi sumber ilmu mahasiswa dalam belajar, namun di era digital ini posisinya sudah digantikan oleh power point dari dosennya. Jaman dulu ketika belum ada laptop, dosennya ya menerangkan dengan menggunakan spidol atau paling canggih saat itu pakai infocus dengan proyektor untuk memantulkan tulisan dosen melalui media plastik yang ditulis dengan spidol warna-warni.

Gak bisa dicopykan ya...atau dosennya yang gak mau minjamin. Karena kalau hilang resikonya tulis tangan lagi.

Sekarang, mahasiswa sudah punya file perkuliahan dosennya. Kadang ada dosen yang baik hati, selalu memberi bahan perkuliahan dalam bentuk file power poin langsung. Mahasiswa mungkin menyangka, bahan perkuliahan itu akan tetap begitu seiring waktu. Gak akan di-update sama dosennya.

Ada yang bilang, dengan penyampaian seperti ini dosen menjadi tidak berpower dan sebenarnya tidak dapat poin-poinnya. Tapi buat mahasiswa gak papa. Yang penting power poin menjadikan perkuliahan menjadi simpel. Gak perlu bawa tas bawa catatan. Cukup lihat power point dosen. Segalanya sudah ada disana.

Hardcopy vs Softcopy

Digitalisasi juga merambah ke produk buku. Banyak situs-situs yang menawarkan penjualan buku tidak dalam bentuk fisik. Belum lagi situs-situs tertetnu yang juga menyediakan buku digital secara gratis.

Cukup dalam satu klik, mahasiswa sudah punya bukunya. Puluhan buku bisa dipunyai dari unduhan yang hanya butuh koneksi data.

Tapi apakah dengan buku nonfisik ini, akan semakin mempermudah mahasiswa? Dalam sisi penyediaan mungkin. Tapi mungkin juga tidak dalam hal elaborasi pemahaman bahan atau topik ajar.

Satu hari, saya memberikan softcopy buku ajar kepada mahasiswa sebagai buku pedoman. Dari sana saya ingin melihat perilaku mahasiswa terhadap buku nonfisik ini. Ternyata memang sesuai dengan duugaan saya. Hanya satu dua mahasiswa yang mencetak kembali softcopy buku tersebut dan mayoritas menyatakan disimpan di dalam laptop masing-masing.

Keduanya punya kelebihan dan kekurangan sih. Dengan buku fisik, mungkin agak susah untuk membawanya berpindah tempat apalagi kalau bukunya tebal dan berat. Tapi dengan buku fisik, produktifitas baca akan lebih tinggi dibandingkan mebaca dalam wujud buku nonfisik.

Tanya saja sama Mbah Gugel

Berbicara produktifitas baca textbook bagi mahasiswa, salah satu hal yang yang membuat penurunan kebiasaan membaca mahasiswa adalah karena keberadaan mbah gugel. Hanya perlu ketik apa yang dicari, semua informasi yang berdekatan akan langsung tersaji. Mahasiswa tidak perlu repot membaca keseluruhan.

Namun apakah bahan yang tersaji di setiap laman gugel itu akan dibaca. Kebanyakan juga tidak. Lalu lahirnya kebiasaan copy paste tanpa menelaah terlebih dahulu.

Jadi kalau mahasiswa disuruh membuat makalah dari beberapa sumber referensi, maka makalah itu akan menyajikan gaya bahasa sesuai dengan jumlah sumber referensinya. Mahasiswa tidak terlatih untuk menseleksi maupun melakukan sintesa terhadap literatur rujukannya.

Ada kisah miris saat saya membawa sebuah buku ke hadapan mahasiswa saya di dalam kelas. Saya menunjukkan buku tersebut dan mempersilahkan kalau ada mahasiswa yang ingin mengcopy-nya. Saya yakin tidak ada yang mempunyai buku itu karena buku terbitan luar negeri. Ternyata hingga selesai perkuliahan, tidak satu pun dari mahasiswa saya yang tertarik untuk meminjamnya. Akhirnya buku tersebut saya bawa pulang kembali.

Mungkin inilah yang dimaksud era disrupsi pada kebiasaan membaca mahasiswa. Teknologi meninabobokan, tidak hanya untuk membantu. Namun saya juga percaya masih ada mahasiwa yang tidak tergoda dengan budaya instan. Karena sesungguhnya setiap proses akan menghasilkan output yang berbeda. Hasil tidak akan pernah mengkianati usaha.



Read More