Laman

Kisah Septi Dan Secercah Harapan Pengobatan Kanker Dari Imunoterapi

Kanker payudara, pengobatan, Imunoterapi, harapan

Septi memang sudah tiada satu tahun yang lalu. Tapi kisah semangat perjuangannya melawan keganasan kanker payudara, bagi saya tak pernah pudar. Dan imunoterapi menjadi harapan baru bagi Septi-Septi yang lain.

                                                                               ***

Berjuang Sampai Akhir

Almarhumah Septi Prima
Saya mengenal Septi karena kami sama-sama tergabung di grup survivor dan warrior kanker payudara Lovepink Indonesia wilayah Sumbar. Septi termasuk warrior kanker payudara pertama yang bergabung ketika komunitas ini saya rintis dengan beberapa survivor untuk berdiri di Padang. Kami pertama kali bertemu trimester pertama tahun 2018 ketika Septi menjalani kemoterapi di Padang. Dan itu sekaligus pertemuan yang terakhir. Saat itu benjolan kanker-nya sudah besar dan sudah menembus jaringan kulit.

Memang Septi adalah pasien stadium lanjut yang datang terlambat ke dokter, setelah terlebih dahulu berkelana ke beberapa orang pintar. Ternyata kemoterapi yang dijalaninya tidak memberikan respon yang bagus. Massa kanker tidak berkurang ukurannya, dan permukaan kulit payudaranya semakin memerah. Dokter menyatakan tidak bisa dioperasi, karena dikhawatirkan akan menyebabkan pendarahan hebat.

Opsi radiasi akhirnya diambil untuk mengurangi keganasan sel kanker. Namun itu harus dilakukan di Jakarta karena alat Radioterapi RS M Djamil Padang saat itu sedangrusak. Sejak itu saya dan Septi intens berkomunikasi di whatsapp untuk sekedar bertanya tentang kabar dan keadaan pengobatannya.

Awal Januari 2019 mencoba berkomunikasi kembali melalui whatsapp. Namun kali ini sedikit berbeda. Septi lama membalas chat saya, tidak seperti biasanya. Saya mulai mempunyai perasaan yang tidak enak. Lalu setelah beberapa hari menunggu, Septi membalas kalau dia lagi drop. Itulah komunikasi kami terakhir. Sejak itu Septi tak pernah membalas chat saya lagi. Sampai pada pertengahan Februari 2019, saya mendapat kabar bahwa Septi berpulang di Jakarta.

" Septi drop keadaannya setelah kami disuruh pindah dari Rumah Singgah," demikian cerita ibunya ketika saya dan teman-teman Lovepink bertakziah ke rumahnya di Padang. Benjolan kanker payudaranya sudah bernanah dan itu menimbulkan keadaan tidak enak bagi penghuni rumah singgah yang lain.

" Septi sedih sekali, dan itu memukul kondisi psikisnya. Sejak itu kondisi fisiknya jauh menurun," lanjut ibunya Septi.

Septi berpulang tidak beberapa lama sejak peringatan World Cancer Day 2019. Kanker payudara memang masih menempati top level penyakit kanker pada perempuan Indonesia, setelah kanker serviks berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Nasional tahun 2018.  Pada tahun 2018, prevalensi kanker di Indonesia sebesar 1,8‰ (per mil) atau diperkirakan sekitar 475.185 orang mengidap kanker dari total 263.991.379 populasi Indonesia (Sumber : www.kalahkankanker.com).

Dulu, protokol kanker selalu memberikan jenis pengobatan yang sama terhadap pasien kanker. Faktanya tubuh akan bersifat unik, sehingga hasil pengobatan tidak akan memberikan efektifitas yang sama antar pasien. Bersamaan dengan dikembangkannya pengobatan-pengobatan yang bersifat personalized, memungkinkan untuk mendapatkan pengobatan kanker yang lebih efektif sehingga kualitas hidup pasien menjadi lebih baik.

Immunotherapy for Cancer: What Is It and How This Treatment Works

Tubuh manusia sebenarnya sudah memiliki mekanisme tertentu untuk membentengi  dari gangguan eksternal seperti bakteri dan virus maupun radikal bebas. Sel darah putih beserta organ dan jaringan dari sistem limfetik tubuh membentuk sistem imun yang membantu tubuh menangkal berbagai penyakit.

Namun sebagaimana patroli keamanan bertugas, tentunya kompetensinya harus disesuaikan dengan  subjek yang mengganggu. Maling dan begal masih oke ketika petugas polisi yang menghadangnya. Namun untuk sekelas teroris, maka butuh pasukan khusu Densus 88 yang akan diterjunkan.

Perumpamaan diatas untuk menggambarkan pemanfaatan imunoterapi pada pengobatan kanker. Imunoterapi membantu menstimulasi sistem imun untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker, menghentikan penyebaran sel kanker dan membunuh sel kanker itu sendiri.
Mekanisme Kerja Imunoterapi (Sumber : http://www.actgenomics.com)


Sistem imun tubuh sebenarnya mempunyai senjata yang ampuh untuk mengenal penyakit. Namun karena sel kanker merupakan sel tubuh yang bermutasi secara tidak terkendali, sehingga sel kanker tidak selalu dikenali oleh sistem imun sebagai suatu 'bahaya' atau benda asing. Sel kanker melakukan kamuflase sehingga sistem imun mengenalnya sebagai sel normal, dengan demikian sel kanker dapat terus tumbuh dan berkembang.

Hal tersebut terjadi karena adanya protein PD-L1 pada sel kanker sehingga  mengecoh sistem imun tubuh. Imunoterapi sebagai standar baru pengobatan kanker berfungsi untuk mengembalikan kemampuan sistem imun dalam tubuh pasien agar dapat melawan sel kanker tersebut.

Obat-obatan imunoterapi yang bekerja sebagai anti PD-L1 akan berfungsi sebagai checkpoint inhibitor atau sebagai penghambat kamuflase yang dilakukan oleh sel kanker sehingga anti PD-L1 akan membuat sistem imun mengenal sel kanker sebagai sesuatu yang harus dibasmi. Sistem imun kemudian akan diaktivasi kembali sehingga dapat bekerja menyerang sel kanker.

  Jenis Imunoterapi dan Siklus Kerja Imunoterapi

Perjalanan Imunoterapi dalam pengobatan kanker dimulai sekitar tahun 1900an berupa imunoterapi tidak spesifik yang hanya berfungsi untuk meningkatkan sistem imun secara umum, misalnya dengan penyuntikan sitokin. Tahun 2000an dunia kedokteran sudah mengenal vaksin untuk pengobatan beberapa jenis kanker tertentu. Dan yang terbaru adalah adalah antibodi monoklonal, suatu protein yang mengubah interaksi antara sistem imun dengan sel kanker.


Secara umum jenis-jenis Imunoterapi adalah sebagai berikut :
1. Monoclonal Antibodies
Antibodi monoklonal ini merupakan antibodi yang bisa diproduksi di laboratorium yang ditargetkan untuk bekerja pada antigen spesifik.

2. Oncolytic virus therapy
Virus tersebut disuntikkan ke sel tumor sehingga sistem imun merespon untuk melawan sel yang terinfeksi. Beberapa kali sudah digunakan pada jenis kanker kulit atau melanoma. Namun terapi virus Oncolitik masih dalam tahap penelitian untuk digunakan pada pasien kanker otak.

3. T-cell therapy
Terapi sel T bekerja dengan prinsip mencari, memindai dan menyingkirkan. Ketika terdeteksi, maka sel T akan menyerang dan membunuh sel abnormal.

4. Cancer Vaccines
Vaksin kanker juga digunakan untuk membantu sistem imuntas tubuh untuk mencegah terjadinya kanker. Seperti penggunaan vaksin HPV untuk mencegah kanker servis, vaksin Hepatitis B dan hepatitis C untuk mencegah kanker hati

5. Non-specific immunotherapy

Sumber : www.kalahkankanker.com

Siklus imunitas kanker dimulai dari dilepaskannya Antigen, suatu protein yang membantu sistem imun untuk mengenal penyakit. Kemudian imunoterapi sel T diproduksi dan diaktivasi untuk menjadi anti PD-L1 yang tadinya menghambat kemampuan sel imun. Sel T akan akan menyebar dan menginfiltrasi sel kanker dan akhirnya sel kanker bisa dikenali dan dihancurkan.

Manfaat dan Resiko Imunoterapi

Beberapa manfaat imunoterapi dalam pengobatan kanker adalah :
1. Imunoterapi dapat bekerja ketika treatment lainnya tidak menunjukkan hasil yang signifikan.
Seperti halnya almrh Septi, pada pasien-pasien paliatif yang tubuhnya sudah tidak lagi memberikan respon yang bagus terhadap pengobatan kemoterapi dan radiasi, maupun terapi target lainnya, maka imunoterapi dapat diberikan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

2. Imunoterapi juga bisa digabung penggunaannya dengan treatment kemoterapi dan Radiasi sehingga dapat membantu daya kerja kemoterapi dan Radiasi.

3. Imunoterapi memiliki efek samping yang minim dibandingkan treatmen lainnya
Sudah diketahui bahwa salah satu ketakutan untuk melakukan kemoterapi adalah banyaknya efek yang ditimbulkan pada tubuh. Bukan hanya dari fisik yang tampak, seperti mual dan muntah, kerontokan pada rambut, namun kemoterapi dan radiasi juga menyebabkan turunnya leukosit dan hemoglobin. Hal ini tidak akan terjadi pada imunoterapi karena prinsipnya yang memperkuat sistem imunitas dalam menyerang sel kanker.

4. Kejadian kekambuhan kanker menjadi minim, seiring dengan peningkatan sistem imunitas tubuh dengan penggunaan imunoterapi.
Sumber : www.snow.com
Beberapa resiko yang harus diperhatikan dalam penggunaan Imunoterapi adalah
1. Imnoterapi dapat membahayakan beberapa organ dan sistem
2. Hasil imunoterapi tidak didapatkan dalam jangka waktu yang cepat
3. Mungkin imunoterapi tidak bekerja baik pada setiap orang, karena sistem imun setiap orang yang berbeda-beda.

Beberapa keluhan lain juga dimungkinkan akibat penggunaan imunoterapi, seperti adanya kelelahan fisik, perubahan pada kulit dan sebagainya. Untuk itulah penggunaan Imunoterapi harus dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter terlebih dahulu.

Secercah Harapan Dari Imunoterapi
Sumber : www.kalahkankanker.com
Penelitian pemanfaatan imunoterapi sedang dilakukan pada beberapa jenis kanker, seperti gambar diatas. Tentunya sebagai pasien dan care giver kanker hasil penelitian tersebut membawa kemajuan positif dan sudah diaplikasikan dalam pengobatan kanker di Indonesia. Pasien-pasien paliatif seperti Septi akan sangat berharap banyak dari penggunaan Imunoterapi sebagai modalitas pengobatan kanker payudara stadium lanjut. Tahun 2019 penggunaan Imunoterapi telah dilaksanakan pada pasien kanker payudara jenis triple negative yang tidak bisa dioperasi dan pasien metastase triple negative. Keduanya menunjukkan hasil yang signifikan. Walaupun belum ada disebutkan penggunaan imunoterapi pada pasien kanker stadium awal.

Salah satu tantangan pemanfaatan Imunoterapi ini dalam pengobatan kanker adalah biayanya yang masih sangat mahal. Dan hingga sekarang belum menjadi pertanggungan asuransi kesehatan.  Walaupun demikian, harapan akan hasil yang positif dari imunoterapi dalam inovasi pengobatan kanker akan selalu menyala sehingga kualitas hidup pasien bisa diperbaiki dan memberikan tingkat harapan hidup yang lebih tinggi bagi pasien kanker. Ayo kita kalahkan kanker dengan Imunoterapi.

                                                                          ***
Referensi :
1. www.kalahkankanker.com
2. https://m.activebeat.com/your-health/pros-and-cons-of-immunotherapy/
3. https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/how-cancer-treated/immunotherapy-and-vaccines/understanding-immunotherapy
4. https://www.cancer.net/blog/2019-02/immunotherapy-breast-cancer-treatment-it-option
5. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cancer-in-general/treatment/immunotherapy/types
6.  https://www.cancercouncil.com.au/cancer-information/cancer-treatment/immunotherapy/types-of-immunotherapy/


Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Menulis Blog Kalahkan Kanker Dengan Imunoterapi. Dengan ini saya menyatakan bahwa
  • Tulisan yang dimuat di blog adalah hasil karya saya dan belum pernah dipublikasikan dimana pun
  • Saya bersedia tulisan ini nantinya dimasukkan pada website www.kalahkankanker.com
  • Saya bukanmerupakan karyawan dan/atau keluarga dari karyawan Mothers on Mission ataupun Roche

Tidak ada komentar:

Posting Komentar